Imam An Nawawi berkata dalam Mukaddimah Tadriebur Rawi: "Ulama (hadits) paling tidak adalah orang yang telah menguasai Bahasa Arab, Nahwu, Sharaf, Balaghah dan lain-lain, menguasai ilmu Ushul Fiqih, ilmu Ushul Hadits, telah mempelajari dengan baik paling tidak kitab-kitab hadits yang tujuh: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Sunan An-Nasa'i, dan Musnad Imam Ahmad, ditambah telah hafal sejumlah besar hadits, puluhan atau ratusan ribu hadits..."
Dari penjelasan di atas -penjelasan sejenis juga pernah diungkapkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan sering disebut-sebut meski dengan bahasa berbeda oleh para ulama- menjadi ulama adalah hal yang teramat sulit, kecuali dengan rahmat Alloh.
(Diketik kembali dari Majalah Elfata Edisi 7/I/2001 dengan sedikit perubahan kata-kata)
seringkali rasa penasaran saya membuncah, ketika saudara2ku di sini menyebut ulama indonesia, ulama NU dan yang sejenisnya. Saya sangat ingin tahu apakah di indonesia pernah lahir seseorang dengan klasifikasi yang disebutkan Imam An Nawawi di atas.