Penulis Topik: adakah 'ulama di negeri ini?  (Dibaca 1816 kali)


Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 22 Juli 2008, 15:13:09 »
Sudah jelas khan? Ulama memang ada di Indonesia. Namun bukan berarti kita mencukupkan diri dengan mereka saja. Ilmu dapat diraih di mana saja. Terbukti banyak sekali wong Indonesia yang berguru ke Mekkah dan Madinah untuk belajar agama.
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline abu_tahara

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.707
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 22 Juli 2008, 15:50:14 »
...
15. Bulugh al-Maram
...
...
* Fath ai-Majid, ...
afwan, bukankah Bulugh Al Maram adalah karya Ibnu Hajar Al Atsqalani? Fath Al Majid karya Syaikh Hasan Alu Syaikh?

Offline Abu Ziyad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 217
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 22 Juli 2008, 16:09:10 »
Afwan akh, memang ada kemungkinan judul kitabnya memang sama, bukankah Majmu' Fatawa tidak hanya untuk kitab Ibnu Taimiyah? Ada juga kitab kumpulan fatwa Bin Baz yang berjudul "Majmu' Fatawa ....." demikian juga Ibnu Utsaimin rahimahu'anhum. Atau ada yang bisa menjelaskan? Yang ana tahu kitab-kitab tersebut tidak mu'tabar di kalangan penuntut ilmu di Indonesia. Apakah kitab2 tersebut masih berbentuk manuskrip atau sudah dicetak? Wallahu'alam.
Jadikanlah hidupmu seperti orang yang sehari berpuasa, dan berbukanya adalah kematian (Nasehat Slaf)

Offline fattahillahe

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.174
  • Lokasi: Gunung Lawu
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sepiro gedene sengsoro yen tinompo amung dadi cobo
    • Lihat Profil
    • Jasa Exspedisi
« Jawab #33 pada: 22 Juli 2008, 16:25:22 »
afwan, bukankah [sepurane yo pak Tahara ane edit karena bukan ane yang ngepost] ? Fath Al Majid karya Syaikh Hasan Alu Syaikh?


ini sekalain saya ngasih lengkapnya saja ya :
ini Karya-karya beliau selengkapnya :

Setelah tahun 1870 Nawawi memusatkan kegiatannya hanya untuk mengarang. Dan boleh dikata, Nawawi adalah penulis yang subur, kurang lebih dari 80 kitab yang dikarangnya. Tulisan-tulisannya meliputi karya pendek, berupa berbagai pedoman ibadah praktis, sampai tafsir al-Qur’an – sebagian besarnya merupakan syarah kitab-kitab para pengarang besar terdahulu.

Berikut contoh beberapa karya Nawawi, mulai dari fikih, tafsir, sampai bahasa Arab, yang kita kutip dari H Rafiuddin (Sejarah Hidup dan Silsilah al-Syeikh Kyai Muhammad Nawawi Tanari, 1399 H):

1. Sulam al-Munajah, syarah atas kitab Safinah ash-Shalah, karya Abdullah ibn Umar al-Hadrami.
2. Al-Tsimar al-Yaniat fi riyadl al-Badi’ah, syarah atas kitab Al-Riyadl al-Badi’ah fi Ushul ad-Din wa Ba’dhu furu’usy Sar’iyyah ’ala Imam asy-Syafi’i karya Syekh Muhammad Hasballah ibn Sulaiman.
3. Uqud al-Lujain fi Bayani Huquq al-Jawazain, kitab fikih mengenai hak dan kewajiban suami-istri
4. Nihayatuz Zain fi Irsyad al-Mubtadiin, syarah atas kitab Qurratul ’aini bi muhimmati ad-din, karya Zainuddin Abdul Aziz al-Maliburi.
5. Bahjat al-Wasil bi Syarhil Masil, syarah atas kitab Ar-Rasail al-Jami’ah Baina Ushul ad-Din wal-Fiqh wat-Tasawuf, karya Sayid Ahmad ibn Zein al-Habsyi.
6. Qut al-Habib al-Ghaib, Hasyiyah atas syarah Fathul Gharib al-Mujib karya Muhammad ibn Qasyim al-Syafi’i.
7. Asy-Syu’ba al-Imaniyyat, ringkasan atas dua kitab yaitu Niqayyah karya al-Sayuthi dan al-Futuhat al-Makiyyah karya Syekh Muhammad ibn Ali.
8. Marraqiyyul ’Ubudiyyat, syarah atas kitab Bidayatul Hidayah karya Abu hamid ibn Muhammad al-Ghazali .
9. Tanqih al-Qaul al-Hadits, syarah atas kitab Lubab al-Hadits karya al-Hafidz Jalaluddin Abdul Rahim ibn Abu Bakar as-Sayuthi.
10. Murah Labib li Kasyfi Ma’na al-Qur’an al-Majid, juga dikenal sebagai Tafsir Munir.
11. Qami’al Thughyan, syarah atas Syu’ub al Iman, karya Syekh Zaenuddin ibn Ali ibn Muhammad al-Malibari.
12. Salalim al-Fudlala, ringkasan/risalah terhadap kitab Hidayatul Azkiya ila Thariqil Awliya, karya Zeinuddin ibn Ali al-Ma’bari al-Malibari.
13. Nasaih al-Ibad, syarah atas kitab Masa’il Abi Laits, karya Imam Abi Laits.
14. Minqat asy-Syu’ud at-Tasdiq, syarah dari Sulam at-Taufiq karya Syeikh Abdullah ibn Husain ibn Halim ibn Muhammad ibn Hasyim Ba’lawi.
15. Kasyifatus Saja, syarah atas kitab Syafinah an-Najah, karya Syekh Salim ibn Sumair al-Hadrami.

Dalam pada itu, YA Sarkis menyebut 38 karya Nawawi yang penting, yang sebagiannya diterbitkan di Mesir. Misalnya Murah Labib, yang juga dikenal sebagai Tafsir Munir.

Berikut beberapa contoh karya Nawawi yang penting yang terbit di Mesir (Dhofier, 86):

1. Syarah al-Jurumiyah, isinya tentang tata bahasa Arab, terbit tahun 1881.
2. Lubab al-Bayan (1884).
3. Dhariyat al-Yaqin, isinya tentang doktrin-doktrin Islam, dan merupakan komentar atas karya Syekh sanusi, terbit tahun 1886.
4. Fathul Mujib. Buku ini merupakan komentar atas karya ad-Durr al-Farid, karya Syekh Nahrawi (guru Nawawi) terbit tahun 1881.
5. Dua jilid komentar tentang syair maulid karya al-Barzanji. Karya ini sangat penting sebab selalu dibacakan dalam perayaan-perayaan maulid.
6. Syarah Isra’ Mi’raj, juga karangan al-Barzanji.
7. Syarah tentang syair Asmaul Husna.
8. Syarah Manasik Haji karangan Syarbini terbit tahun 1880.
9. Syarah Suluk al-Jiddah (1883)
10. Syarah Sullam al-Munajah (1884) yang membahas berbagai persoalan ibadah.
11. Tafsir Murah Labib.

ini sekalian kuo sukani link ipun Pak Tahara http://72.14.235.104/search?q=cache:LDtR11nYXO8J:bantencorner.wordpress.com/2008/01/09/syekh-nawawi-al-bantani/+fathul+majid+karya+syekh+nawawi+banten&hl=id&ct=clnk&cd=2&gl=id&client=firefox-a
Dahar Ketupat Kuahipun Santen - Menawi Lepat Nyuwun Pengapunten
http://hastransport.blogspot.com/

Offline danysyahban

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 2.072
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Whole New World
    • Lihat Profil
    • Syahban
« Jawab #34 pada: 22 Juli 2008, 16:45:01 »
afwan, bukankah Bulugh Al Maram adalah karya Ibnu Hajar Al Atsqalani? Fath Al Majid karya Syaikh Hasan Alu Syaikh?

Bulugh Al MAram ini maksudnya akhi

Kutip
Sebenarnya ada banyak karya Mufti Jamaluddin al-Banjari yang lain, namun
kurang begitu terkenal. Salah satu yang berhasil diidentifikasi adalah
karyanya yang berjudul Bulugh al-Maram fi Takhalluf al-Muafiq fi al-Qiyam (1247 H/1831 M).
Sementara itu data tentang karya-karyanya
yang lain masih dalam proses pengumpulan data.

http://melayuonline.com/personage/?a=TFRWL29QTS9VenVwRnRCb20%3D=&l=mufti-jamaluddin-al-banjari

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.230
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #35 pada: 22 Juli 2008, 17:44:58 »
terimakasih buat saudara2 semua yg menyumbangkan tulisannya...

memang yg dimaksud kitab bulughul maram punya al hafizh imam hajar dengan bulughul maram syaikh arsyad adalah beda,,begitu juga fathul majid,,,memang banyak kitab yg judulnya sama pengarangnya beda....

kang fatahillane,,,

wah jangan berlebihan kang.... :)
saya juga seorang penuntut ilmu yg masih harus banyak belajar....
justru saya yakin kalau saudara lebih mendalam pengetahuannya daripada saya....

masalah kitab2 syafiiyah juga baru sedikit yg ana tahu, dan masih banyak yang harus saya pelajari dari bapak kyai... :malu:

silahkan dilanjut, insyaAllah saya juga sedikit2 akan membantu menyumbangkan apa yg saya tahu.....

monggo....


Offline Dzluqarnain

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 492
  • Dia telah menamai kamu sekalian "Muslim" dari dulu
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 22 Juli 2008, 19:45:41 »
Topik ini baiknya dikembalikan pada TSnya..

Selanjutnya? kalau sudah ada bagaimana?
atau tidak ada bagaimana?

Tujuannya topiknya biar dijelaskan pada khalayak juga %peace%

Offline DodyKurniawan 07

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 4.230
  • Lokasi: Magelang City
  • Jenis kelamin: Pria
  • fayaa ilaahiththufbinaa...
    • Lihat Profil
    • IstanaIslamku
« Jawab #37 pada: 22 Juli 2008, 21:50:31 »
he...he...

atasku,,,
darimana sodara bisa menyimpulkan seperti itu,,, ::)
mana referensinya...

tar saya sebutkan referensi lain yang berbeda dengan apa yg sodara katakan... ::)
ingat katak dalam tempurung lhooooooo..... ::)

he...he....

Offline abu_tahara

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.707
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 23 Juli 2008, 09:29:33 »
@fattahillahe
jazakaLlaah atas sumbangan tulisan antum

Topik ini baiknya dikembalikan pada TSnya..

Selanjutnya? kalau sudah ada bagaimana?
atau tidak ada bagaimana?

Tujuannya topiknya biar dijelaskan pada khalayak juga %peace%
silakan dilanjut, silakan berbagi pengetahuan/wawasan ttg 'ulama negeri ini
paling tidak kita jadi tau kalo negeri ini punya 'ulama

Offline Dzluqarnain

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 492
  • Dia telah menamai kamu sekalian "Muslim" dari dulu
    • Lihat Profil
« Jawab #39 pada: 23 Juli 2008, 12:58:47 »
Mungkin maksud Oom Abu Tahara Ulama Indonesia yang hidup jaman sekarang. Bukan begitu? :)

Offline abu_tahara

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.707
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #40 pada: 23 Juli 2008, 13:52:05 »
silakan aja, ngga masalah yang hidup jaman dulu atau jaman sekarang

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 23 Juli 2008, 14:54:57 »
Mungkin maksud Oom Abu Tahara Ulama Indonesia yang hidup jaman sekarang. Bukan begitu? :)

Prof Dr Mustafa Ya'qub, beliau khan jelas ulama itu...walo belum masuk ulama mujtahid...
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline Dzluqarnain

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 492
  • Dia telah menamai kamu sekalian "Muslim" dari dulu
    • Lihat Profil
« Jawab #42 pada: 23 Juli 2008, 18:49:32 »
Prof Dr Mustafa Ya'qub, beliau khan jelas ulama itu...walo belum masuk ulama mujtahid...

Hmm.....

yang baru ujian kemarin itu bukan?...... Menurut Dzul itu adalah ulama. Menurut kalangan salafi bagaimana?  :)

« Edit Terakhir: 23 Juli 2008, 19:16:21 oleh Dzluqarnain »

Offline sahla

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 31
    • Lihat Profil
« Jawab #43 pada: 23 Juli 2008, 19:52:55 »
dalam hadits katanya ada juga ulama shu (jahat), jadi yang mana yang dimaksud ?

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.230
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #44 pada: 23 Juli 2008, 21:03:47 »
ulama su' itu macam musdah mulia dkk

pak mustafa yaqub ulama, daud rasyid ulama..dll bnyak dh ... stock plg bnyk mgkn d NU..

Zaman dulu tentunya prlu memasukkan kh.ahmad dahlan dan hasyim asyari. Buya hamka jg patut dperhtungkan...

klo ulama su' zaman ini y musdah mulia dkk..