Cerita ini sebenarnya sudah lama kejadiannya,namun tak ada salahnya jika diposting kembali guna untuk sebagai perenungan ,dan agar kita bisa mengambil hikmahnya dari kejadian ini.
Dan afwan jika kemungkinan repost.
UNCONDITIONAL LOVE
Wednesday, 9. April 2008, 08:48:11
unconditional love
Cinta Tanpa Syarat
Cerita tentang serdadu yang akhirnya pulang setelah bertempur dengan vietnam. Dia menelpon orangtuanya dari San Fransisco
UNCONDITIONAL LOVE
A story is told about a soldier who was finally coming home after having fought in Vietnam. He called his parents from San Francisco.
Mama&Papa, Saya segera pulang, tapi saya punya pertanyaan. Saya punya seorang teman, saya ingin membawanya pulang bersama saya.
“Tentu, kami senang bertemu dengannya” jawab mereka. “Ada sesuatu yang kalian harus tau”,lanjut sang anak, “dia terluka parah dalam pertempuran. Dia menginjak ranjau dan kehilangan lengan dan kakinya, dia tidak punya tempat untuk pergi dan saya ingin dia tinggal bersama kita”
“Saya sedih mendengarnya nak. Mungkin kita dapat membantunya mencarikan tempat tinggal”
"Mom and Dad, I'm coming home, but I've a favor to ask. I have a friend I'd like to bring home with me"
"Sure," they replied, "we'd love to meet him." "There's something you should know the son continued, "he was hurt pretty badly in the fighting. He stepped on a land mind and lost an arm and a leg. He has nowhere else to go, and I want him to come live with us."
"I'm sorry to hear that, son. Maybe we can help him find somewhere to live."
“Tidak Ma Pa, Saya ingin dia tinggal bersama kita”. “ Nak, kamu tidak tau apa yang kamu minta”, kata sang ayah. Seseorang yang cacat akan merepotkan kita. Kita punya kehidupan sendiri, dan kita tidak ingin hal seperti ini mengganggu kita. Saya rasa kamu sebaiknya pulang saja dan lupakan orang ini. Dia akan menemukan cara untuk hidupnya sendiri.
"No, Mom and Dad, I want him to live with us." "Son," said the father, "you don't know what you're asking.
Someone with such a handicap would be a terrible burden on us. We have our own lives to live, and we can't let something like this interfere with our lives. I think you should just come home and forget about this guy. He'll find a way to live on his own."
Lalu, sang anak menutup telpon. Orang tuanya tidak mendengar khabar darinya.
Beberapa hari kemudian, mereka menerima telepon dari kepolisian San Fransisco.
Mereka di beritahu bahwa putra mereka telah mati setelah jatuh dari gedung bertingkat. Polisi yakin bahwa ini adalah kasus bunuh diri.
Orangtua yang sedang berduka itu terbang ke San Fransisco, dan dibawa ke kamar mayat untuk mengidentifikasi tubuh anak mereka. Mereka mengenalinya, tapi yang menakutkan mereka,
mereka juga menemukan sesuatu yang tidak mereka ketahui,
putranya hanya memiliki satu lengan dan satu kaki.
At that point, the son hung up the phone. The parents heard nothing more from him. A few days later, however, they received a call from the San Francisco police.
Their son had died after falling from a building, they were told. The police believed it was suicide.
The grief-stricken parents flew to San Francisco and were taken to the city morgue to identify the body of their son. They recognized him, but to their horror they also discovered something they didn't know, their son had only one arm and one leg.
Orang tua dalam cerita ini mirip dengan kebanyakan dari kita. Kita biasanya mudah mencintai orang yang tampan dan menyenangkan, tapi kita tidak menyukai orang yang menyusahkan atau yang membuat kita tidak nyaman
Kita akan memilih menjauhi orang yang tidak sesehat, secantik, atau sepintar kita.
The parents in this story are like many of us. We find it easy to love those who are good-looking or fun to have around, but we don't like people who inconvenience us or make us feel uncomfortable.
We would rather stay away from people who aren't as healthy, beautiful, or smart as we are.