Penulis Topik: BERPRASANGKA BURUKLAH KEPADA DIRI SENDIRI DAN BERLINDUNG DARI FITNAH DAJJAL  (Dibaca 185 kali)


Offline BADARrap

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2008
  • Tulisan: 187
  • Lokasi: lenteng agung jakarta selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • jangan tinggalkan memanah itu sunnah
    • Lihat Profil
« pada: 12 Oktober 2008, 15:11:27 »
bismillah

di jaman ini banyak FITNAH (din),khususnya di indonesia banyak sekali orang2 yang mengaku nabi di beri hukuman yang sangat ringan.dan juga banyak dai2 sempalan di layar televisi bermodalkan lisan yang memukau tuk mencari nafkah (dai amplop).
begitu banyak umat islam yang awam,yang jauh mengenal ilmu agama yang tidak sanggup lagi memilah milah mana yang HAQ dan mana yang BATHIL (bid'ah).
bertebaranlah PARTAI2 berazaskan ISLAM,seolah olah merekalah berjuang di agama ini hampir semua tidak mengetahui.
padahal mereka kader2 PARTAI ISLAM,tujuan hanyalah DUNIA mencari nafkah menjual agama slogan2 palsu tuk mengelabui umat islam tuk mencapai dukungan yang penuh.
mereka anggap DAKWAH tauhid,menghalangi perjuangan mereka seolah olah mereka berJIHAD di medan perang.
hakikat JIHAD mereka kaburkan dengan menTAKWIL jihad parlemen dengan JIHAD di medan perang sama.
padahal mereka tidak mengetahui JIHAD MUNAFIQUN adalah JIHAD para ulama rabbaniyin.

Membantah orang-orang munafiq dan para pembawa kebatilan termasuk bagian daripada jihad fisabilillah. Allah dengan tegas memerintahkan kepada Nabi-Nya:
يا أيها النبي جاهد الكفار و المنافقين و اغلظ عليهم، و مأواهم النار و بئس المصير
Wahai Nabi, berjihadlah melawan orang-orang kafir dan munafiqin, serta bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat tinggal mereka adalah jahannam, dan itu sejelek-jelek tempat tinggal [At Taubah:73]

Al Imam Al Mujahid Ibnu Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah berkata: “Jihad melawan munafiqin ini lebih berat daripada jihad melawan orang-orang kafir. Jihad ini merupakan jihadnya orang-orang khusus dari umat ini, yaitu para ‘ulama pewaris para nabi. Maka orang-orang yang tampil menegakkan jihad jenis ini hanyalah segelintir orang saja, demikian juga orang yang mau membantu mereka hanya sedikit saja. Namun demikian, meskipun secara jumlah mereka itu sedikit, mereka sangat besar kedudukannya di sisi Allah.” –sekian dari Ibnul Qayyim-

Al Imam Al Harawi meriwayatkan dengan sanad beliau dari Nashr bin Zakariya ia berkata: Saya mendengar Muhammad bin Yahya Adz Dzuhli berkata: “Saya mendengar Yahya bin Yahya berkata: “Membela Sunnah lebih utama daripada jihad fi sabilillah!” Muhammad bin Yahya berkata (keheranan): “Seorang mujahid telah menyerahkan hartanya, mengerahkan kekuatannya dan berjihad di jalan Allah, lantas (bagaimana mungkin) pembela sunnah itu lebih utama daripadanya?”
“Benar, bahkan (pembela sunnah) jauh lebih utama!” jawab Yahya [Dzammul Kalam lembaran A-111].


dengan sering mengembar gemborkan JIHAD lewat demo2 di jalan,tidak pernahlah kalian berpikir atau mengkoreksi diri dari perbuatannya yang menyelisihi sunnah nabi shallallahu alaihi wa salam,dan mereka mendustakan AGAMA menyeret2 agama ini ke lubang kebinasaan (demokrasi ala kuffar) seolah olah agama (TAUHID) ini tujuannya hanya untuk bikin PARTAI.
wallahu musta'an di antara mereka ada orang2 yang berpendidikan,pernah mengenal SUNNAH dan mereka juga menjauhi SUNNAH ini dari umat islam.orang itu di tugaskan tuk mencounter orang2 yang mengHUJJAH firqahnya.

Ishaq ibnu Ath-Thiba’ rahimahullahu berkata: Aku mendengar Hammad bin Salamah rahimahullahu berkata:
“Barangsiapa mencari (ilmu, -pen.) hadits untuk selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan membuat makar atasnya.”

umat islam mangkin bingung dari komentar2 satu sama lain yang menganggap dirinya yang paling benar.
demi allah azza wa jalla tidak ada sanggup semua umat islam yang beri beban tuk MENELAAH antara HAQ dan BATHIL di antara kedua duanya mengunnakan DALIL hanya orang2 tertentu saja yang membedakan TAKWIL.

Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata dalam kitabnya Al-Majmu’: “Shalat yang dikenal dengan istilah shalat Ar-Ragha`ib yaitu shalat 12 rakaat yang dilakukan antara Maghrib dan ‘Isya pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab dan shalat pada malam Nishfu Sya’ban sebanyak seratus rakaat, keduanya adalah amalan bid’ah dan mungkar. Janganlah tertipu karena disebutkannya dua jenis shalat ini dalam kitab Qutul Qulub dan Ihya` ‘Ulumuddin. Dan jangan pula tertipu dengan hadits-hadits yang tersebut di dalam dua kitab tadi. Karena sesungguhnya semua itu batil.”

sebuah contoh di atas perselisihan,semua di antara mereka mengunakan dalil,membuat umat islam sulit tuk menilai mana yang BATHIL mana yang HAQ?semuanya mengunakan dalil.
makanya pentingnya umat islam menuntut ilmu agama karena menuntut ilmu agama adalah wajib.

Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullahu berkata:
“Menuntut ilmu yang merupakan perkara yang wajib dan sunnah yang sangat ditekankan, namun terkadang menjadi sesuatu yang tercela pada sebagian orang. Seperti halnya seseorang yang menimba ilmu agar dapat berjalan bersama (disetarakan, -pen.) dengan para ulama, atau supaya dapat mendebat kusir orang-orang yang bodoh, atau untuk memalingkan mata manusia ke arahnya, atau supaya diagungkan dan dikedepankan, atau dalam rangka meraih dunia, harta, kedudukan dan jabatan yang tinggi. Ini semua merupakan salah satu dari tiga golongan manusia yang api neraka dinyalakan (sebagai balasan, -pen.) bagi mereka.”
(An-Nubadz fi Adabi Thalabil ‘Ilmi, hal. 10-11)


demi allah ini murni dari tulisan ana,sebagian mengutip perkataan2 ulama salaf............tidak ada satu katapun mengambil dari orang lain.walhamdulillah.......

« Edit Terakhir: 13 Oktober 2008, 16:30:29 oleh BADARrap »

Offline BADARrap

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2008
  • Tulisan: 187
  • Lokasi: lenteng agung jakarta selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • jangan tinggalkan memanah itu sunnah
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 12 Oktober 2008, 15:17:29 »
dan kwatir terhadap diri sendiri atas fitnah2 agama dan fitnah DAJJAL.........

Beberapa Pengingkaran Terhadap Eksistensi Dajjal
Sabtu, 06 Oktober 2007 - 05:29:03 :: kategori Aqidah
Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak
.: :.
Hal-hal ghaib dalam Islam senantiasa menjadi sasaran tembak orang-orang yang memuja akal atau yang menyimpan bara kedengkian untuk menghancurkan Islam. Termasuk dalam hal ini adalah eksistensi Dajjal. Maka, hanya senjata keimananlah yang mampu menghadang syubhat-syubhat mereka.

Beriman akan keluarnya Dajjal merupakan kewajiban bagi setiap muslim, karena hal ini termasuk dalam makna iman kepada hari akhir. Hadits-hadits yang berkaitan dengan masalah Dajjal adalah hadits mutawatir sebagaimana ditegaskan para ulama ahlul hadits di antaranya Ibnu Katsir, Al-Hafizh Ibnu Hajar, Al-Imam Asy-Syaukani, dan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahumullah. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu berkata: “Keluarnya Dajjal adalah pasti berdasarkan As-Sunnah dan ijma’.” (Syarh Lum’atul I’tiqad)

Al-Imam Ibnu Zamanin rahimahullahu menyatakan: “Ahlus Sunnah mengimani akan keluarnya Dajjal, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi engkau dari fitnahnya.”

Inilah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tidak ada yang mengingkari akan keluarnya Dajjal kecuali ahlul ahwa atau orang yang jahil (awam). Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata: “Iman tentang adanya dan akan keluarnya Dajjal adalah haq. Ini merupakan madzhab Ahlus Sunnah dan semua ahlul fiqih dan hadits. Berbeda dengan yang mengingkarinya dari kalangan Khawarij dan Mu’tazilah....” (At-Tadzkirah hal. 552)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata (setelah membawakan hadits-hadits tentang Dajjal): “Sebagian Khawarij, Mu’tazilah, dan Jahmiyah telah menyelisihi masalah ini. Mereka mengingkari adanya Dajjal dan menolak hadits-hadits yang shahih.” (Fathul Bari)

Dari sini jelaslah bahwa orang-orang terdahulu yang mengingkari akan keluarnya Dajjal adalah ahlul bid’ah dari kalangan Jahmiyah, Khawarij, dan Mu’tazilah.

Di masa sekarang ini juga muncul orang-orang yang mengingkari Dajjal sebagai sosok yang akan keluar di akhir zaman. Mereka mengikuti kesesatan pendahulu mereka. Ada yang mengingkarinya dengan alasan haditsnya ahad. Sebagian lagi menakwilkan hadits-hadits tentang Dajjal sesuai hawa nafsu mereka. Di antara yang mengingkarinya adalah Muhammad Abduh. Dia berkata: “Dajjal hanyalah rumuz (simbol) bagi perkara khurafat, kedustaan, dan kejelekan….” (Tafsir Al-Manar, sebagaimana dinukil oleh Dr. Ahmad Sa’d Hamdan dalam Tahqiq Ushul I’tiqad Ahlus Sunnah)

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Yang mengherankan, takwil yang dilakukan Muhammad Abduh ini justru didahului oleh seorang yang mengaku nabi (Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani Al-Hindi, ”nabi”-nya aliran Ahmadiyah). Dia ulang-ulang takwil seperti ini di dalam kitab-kitab dan risalahnya.” (Lihat Qishshatu Masihid Dajjal wa Nuzul ‘Isa, karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)

Syubhat Ahlul Bid’ah

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu menyimpulkan, syubhat mereka yang mengingkari Dajjal secara global tersimpulkan dalam dua hal:

1. Tasykik (meragukan dan membuat keraguan) akan shahihnya hadits-hadits tentang keluarnya Dajjal, sebagaimana dilakukan oleh Mahmud Syaltut dan Muhammad ‘Abduh. Juga Al-Maududi yang menyatakan keluarnya Dajjal hanyalah zhan (dugaan).

2. Menakwil dan men-ta’thil (menolak) nash-nash yang ada. Ketika mereka tidak mampu untuk menyatakan dhaifnya hadits-hadits tentang Dajjal, mereka pun menakwilkannya dengan menyatakan Dajjal bukanlah sosok (nyata) tapi hanyalah rumuz (simbol) dari kejahatan, kedustaan, dan kejelekan-kejelekan. Seperti dilakukan oleh Muhammad Abduh dan Muhammad Fahim Abu Ubayyah. (Lihat Qishshatu Masihid Dajjal wa Nuzul ‘Isa karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Untuk membantah secara rinci orang-orang yang meragukan hadits tentang Dajjal, ada tempat lain selain kitab ini. Cukuplah dalam membantah mereka dengan adanya kesepakatan para ulama hadits dan penghafalnya atas kemutawatiran hadits tentang Dajjal dan turunnya Isa ‘alaihissalam. Para imam tersebut di antaranya Ibnu Katsir rahimahullahu dan Ibnu Hajar rahimahullahu, serta selain keduanya. Bahkan Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullahu menulis risalah yang berjudul Taudhih fi Tawaturi ma Ja`a fil Muntazhar wa Dajjal wal Masih.” (Qishshatu Masihid Dajjal, hal. 24-25)

Adapun untuk membantah mereka yang menyatakan Dajjal hanyalah semata simbol kerusakan dan kedustaan, atau simbol kemajuan dan fitnah Eropa, cukup dengan hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Dajjal adalah manusia, punya mata, rambut, kepala, dan lainnya yang sudah dipaparkan dalam masalah sifat-sifat Dajjal. Di antaranya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata (yang artinya): “Dajjal matanya buta sebelah, kulitnya putih.”

Dalam satu riwayat:

هِجَانٌ أَزْهَرُ كَأَنَّ رَأْسَهُ أَصَلَةٌ أَشْبَهُ النَّاسِ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَإِمَّا هَلَكَ الْهُلَّكُ فَإِنَّ رَبَّكُمْ تَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ

“Kulitnya putih seperti keledai putih. Kepalanya kecil dan banyak gerak, mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. Jika ada orang-orang yang binasa (mengikuti fitnahnya), ketahuilah Rabb kalian tidaklah buta sebelah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: Sanadnya shahih menurut syarat Muslim. Lihat Ash-Shahihah no. 1193)

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Hadits ini menunjukkan Dajjal akbar adalah manusia, mempunyai sifat seperti manusia. Apalagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakannya dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan radhiyallahu ‘anhu, seorang shahabat. Hadits ini adalah satu dari sekian banyak dalil yang membatilkan takwil sebagian orang yang menyatakan Dajjal bukanlah sosok tapi rumuz (simbol) kemajuan Eropa berikut kemegahan serta fitnahnya. (Yang benar) Dajjal adalah manusia, fitnahnya lebih besar dari fitnah Eropa sebagaimana banyak diterangkan dalam banyak hadits.” (Ash-Shahihah, 3/191)

Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu berkata: “Hadits-hadits ini adalah hujjah bagi Ahlus Sunnah akan benarnya keberadaan Dajjal, bahwa Dajjal adalah satu sosok tubuh (manusia) yang merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan dia kemampuan melakukan beberapa perkara, seperti menghidupkan orang mati yang ia bunuh, memunculkan kesuburan, sungai, surga dan neraka, perbendaharaan bumi mengikuti dirinya, memerintahkan langit untuk hujan lalu turunlah hujan, memerintahkan bumi untuk menumbuhkan maka tumbuhlah tanaman-tanaman. Itu semua terjadi dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian ia tak mampu melakukannya, tidak mampu membunuh seorang laki-laki (yang sebelumnya dibunuh kemudian dihidupkan kembali olehnya), ataupun lainnya….”

Ancaman Salaf dan Para Ulama terhadap Orang yang Mengingkari Keluarnya Dajjal

‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Akan ada pada kalian satu kaum yang mendustakan rajam dan Dajjal serta mendustakan terbitnya matahari dari barat, adzab kubur, mendustakan syafaat serta mendustakan keluarnya manusia dari neraka setelah menjadi arang. Sungguh kalau aku mendapati mereka, akan kubunuh sebagaima pembunuhan terhadap kaum ‘Ad dan Tsamud.” (Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: Diriwayatkan oleh Ad-Dani rahimahullahu dalam kitab Al-Fitan dan Ahmad rahimahullahu dengan ringkas, sanadnya hasan)

Dari pembahasan ini kita mendapat satu faedah penting, yaitu harusnya kita memahami ilmu agama ini dengan penjelasan dan pemahaman ulama ahlul hadits yang berjalan di atas manhaj Ahlus Sunnah, dan bahaya yang mengancam seorang muslim jika tidak menyandarkan pada pemahaman mereka, karena ahlul hadits adalah orang yang paling tahu keshahihan dan makna hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ حَتَّى يُقَاتِلَ آخِرُهُمْ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ

“Akan senantiasa ada pada umatku orang-orang yang di atas al-haq menang dalam menghadapi orang yang memusuhi mereka, hingga orang akhir mereka memerangi Dajjal.” (Lihat Ash-Shahihah, no. 1959)

Al-Imam Ahmad rahimahullahu berkata: “Jika mereka itu bukan ahlul hadits, aku tidak tahu siapa lagi mereka.”

Walhamdulillah.

Sumber:
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=533

Offline Yaih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 902
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 12 Oktober 2008, 17:05:37 »
Sebagian bagus ..........
sebagian syubhat ...

  bertebaranlah PARTAI2 berazaskan ISLAM,seolah olah merekalah berjuang di agama ini hampir semua tidak mengetahui.
padahal mereka kader2 PARTAI ISLAM,tujuan hanyalah DUNIA mencari nafkah menjual agama slogan2 palsu tuk mengelabui umat islam tuk mencapai dukungan yang penuh.
mereka anggap DAKWAH tauhid,menghalangi perjuangan mereka seolah olah mereka berJIHAD di medan perang.
hakikat JIHAD mereka kaburkan dengan menTAKWIL jihad parlemen dengan JIHAD di medan perang sama.
padahal mereka tidak mengetahui JIHAD MUNAFIQUN adalah JIHAD para ulama rabbaniyin.

 

Offline BADARrap

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2008
  • Tulisan: 187
  • Lokasi: lenteng agung jakarta selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • jangan tinggalkan memanah itu sunnah
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 13 Oktober 2008, 14:09:56 »
nih tread bagus buat,orang orang yang MENJUAL AGAMANYA ***

« Edit Terakhir: 13 Oktober 2008, 14:19:51 oleh |lagi|duduk| »

Offline BADARrap

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2008
  • Tulisan: 187
  • Lokasi: lenteng agung jakarta selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • jangan tinggalkan memanah itu sunnah
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 13 Oktober 2008, 16:44:50 »
nih tread berat bener buat MOD ddi..................terlalu ILMIAH yaaa ampe ga di tanggepin TAKUT KETAHUAN PENYIMPANGAN ente semua?.............

Offline Yaih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 902
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 13 Oktober 2008, 16:51:45 »
nih tread berat bener buat MOD ddi..................terlalu ILMIAH yaaa ampe ga di tanggepin TAKUT KETAHUAN PENYIMPANGAN ente semua?.............

parah banget ... copy paste doank! ge-ernya ampun ampunan ...

Gak selalu yang namanya tret ditanggapi ... bisa jadi memang isinya  bagus, atao kagak penting, atao memang sudah diketahui bersama, atau memang pembacanya sepakat ... gitu aja mikirnya!!


Offline BADARrap

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2008
  • Tulisan: 187
  • Lokasi: lenteng agung jakarta selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • jangan tinggalkan memanah itu sunnah
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 13 Oktober 2008, 16:54:49 »
yang mane COPY PASTE?..................hah?kalo penjelasan DAJJAL jelas itu ada sumbernya?.........kalo postingan pertama ente fitnah ane COPY PASTE..........***............allahuakbar.
« Edit Terakhir: 13 Oktober 2008, 19:12:42 oleh |lagi|duduk| »

Offline Yaih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 902
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 13 Oktober 2008, 19:56:39 »
yang mane COPY PASTE?..................hah?kalo penjelasan DAJJAL jelas itu ada sumbernya?.........kalo postingan pertama ente fitnah ane COPY PASTE..........***............allahuakbar.

ente ngerti copy paste gak? ... maksudnya itu bukan tulisan buatan ente ... tapi ente copy dari asy syariah ... lha pan lu sendiri yang ngasih tau linknya ..

tapi lagak ente kayaknya gimanaaa githcu ..

Allahu Yahdik ... ya badr!!

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 14 Oktober 2008, 08:29:34 »
yaaah, TS-nya dah ngerasa 'ulama :hihi: cuma copas aja belagu
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline abukhalid aljakartai

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2008
  • Tulisan: 913
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • perangi BID'AH dan SYIRIK kembali ke manhaj salaf
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 14 Oktober 2008, 18:39:41 »
alhamdulillah siapa yang buat tulisan mutiara ini.............janganlah kalian mendustakan kebenaran.allah maha tau apa apa yang kalian sembuyikan.
asalamualaikum

Offline Yaih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 902
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 15 Oktober 2008, 06:16:32 »
Tulisan di atas adalah nasihat buat ente juga rap .. laa tuzakkuu anfusakum ...

Offline retnoarum

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 3.940
  • Lokasi: Bekasi
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 15 Oktober 2008, 06:21:40 »

demi allah ini murni dari tulisan ana,sebagian mengutip perkataan2 ulama salaf............tidak ada satu katapun mengambil dari orang lain.walhamdulillah.......


hati-hati dengan bersumpah menggunakan nama ALlah...apakah antum sendiri sudah yakin bahwa antum itu benar...saya lebih melihat apa yg antum tulis itu sepertinya juga berprasangka buruk terhadap orang lain...

Offline abukhalid aljakartai

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2008
  • Tulisan: 913
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • perangi BID'AH dan SYIRIK kembali ke manhaj salaf
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 16 Oktober 2008, 22:13:26 »
susah ye kalo beda kodrat..............komentarn ye cuma HAMS(semangat karena perasaan).

tapi itu semua ada kesempatan tuk menikah hehehe......
asalamualaikum