Penulis Topik: Nabi Yunus, seorang nabi yang diutus kepada bangsa lain  (Dibaca 692 kali)


Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« pada: 12 Juli 2009, 04:15:40 »
Saya ingin sahabat-sahabat muslim memberikan perbandingan mengenai kisah Nabi Yunus menurut versi Quran.
Berikut ini saya sampaikan mengenai Nabi Yunus sebagaimana disampaikan dalam Kitab Nabi Yunus, salah satu kanon dalam Alkitab Perjanjian Lama.

Yunus (=merpati) adalah seorang nabi Israel yang unik, dialah seorang nabi yang diutus kepada bangsa lain (bangsa Niniwe).
Niniwe adalah musuh bangsa Israel, letaknya saat ini berada di negara Irak. Sangat sedikit nabi dalam Alkitab Perjanjian Lama yang diceritakan bekerja di bangsa di luar Israel. Salah satunya adalah Yunus.
Kutip
1:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."

Ajaran bangsa/agama Yahudi menempatkan bangsa ini sebagai bangsa pilihan TUHAN. Dalam Kitab Yunus, dinyatakan bagaimana TUHAN juga mengasihi bangsa-bangsa lain. Bangsa lain, yaitu orang-orang yang tidak bersunat (bukan bangsa ibrani/keturunan Ibrahim ), oleh bangsa Israel dianggap najis, kafir dll.; bangsa pilihan TUHAN tidak boleh bergaul dengan mereka. Sikap ini pun ditunjukan oleh sang nabi.
Kutip
1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

Yunus jelas melawan kehendak TUHAN untuk mengingatkan orang-orang Niniwe. Dia lebih baik berlayar ke Tarsis dari Yafo (sekarang Tel Aviv). Yunus tidak ingin bangsa Niniwe diingatkan, lalu mungkin akan bertobat dan memperoleh kasih sayang TUHAN, dia lebih ingin bangsa itu dihukum habis oleh TUHAN, tertimpa malapetaka karena kejahatannya.

Kutip
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

Dalam perjalanannya berlayar ke Tarsus, melarikan diri dari perintah TUHAN, dia mengalami kejadian yang tidak enak. Tentu saja TUHAN tidak membiarkan nabiNya melarikan diri dari tugas yang harus diembannya.

Kutip
1:4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.
1:5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.
Di tengah badai gelombang yang hampir menghancurkan kapal, justru Yunus dapat tidur dengan nyenyak. Seluruh awak kapal memohon kepada allahnya masing-masing untuk dapat memperoleh keselamatan. Seluruh awak kapal ini akhirnya percaya kepada TUHAN, Allah bangsa Israel.

Kutip
1:6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa."
1:7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.
1:8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?"
1:9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan."
1:10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" -- sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.
1:11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora."
1:12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
1:13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

Nakhoda dan awal kapal tidak menghendaki Yunus di buang ke laut. Mereka masih berusaha mendayung kapal kembali ke darat. Yunus telah menjelaskan tentang allah yang benar, yaitu TUHAN, allah bangsa Israel, Allah yang menjadikan alam semesta. Dan Yunus telah melarikan diri dari TUHAN.
Tetapi usaha nakoda dan para awak kapal sia-sia, akhirnya mereka berdoa pada TUHAN, Allah yang disembah Yunus:

Kutip
1:14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki."

Yunus yang minta dibuang ke laut agar laut reda; saya yakin sang nabi dengan imannya yakin bahwa memang dia harus mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN untuk pergi ke Niniwe. Ketika permintaannya dilaksanakan oleh awak kapal, laut sungguh-sungguh berhenti mengamuk, dan orang-orang ini menjadi percaya kepada TUHAN.

Kutip
1:15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.
1:16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

Tentu saja TUHAN tidak membiarkan Yunus binasa, masih ada tugas yang harus dilakukannya. TUHAN mengirimkan seekor ikan besar (mungkin sejenis paus biru yang sangat besar dan pemakan plankton) untuk menyelamatkan Yunus dan mengirimkannya kembali ke daratan.

Kutip
1:17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Hal yang mirip terjadi dalam perjalanan murid-murid dan Tuhan Yesus Kristus. Tertidur di perahu di tengah badai, tetapi ketika itu Tuhan Yesus meredakan badai dengan kuasa ilahiNya.

Kutip
Injil Markus
4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
4:39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Salam:

=bart=







Posting Digabung: 12 Juli 2009, 06:28:19


Di dalam perut ikan, Yunus berdoa kepada TUHAN.
Doanya adalah pernyataan iman akan pertolongan yang datang dari TUHAN.
Bahwa dia AKAN

Kutip
2:1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,
2:2 katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
2:3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.
2:4 Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?
2:5 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku
2:6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.
2:7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.
2:8 Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia.
2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!"
2:10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Walaupun de facto Yunus masih dalam perut ikan, tetapi imannya menyatakan bahwa dia PASTI akan diselamatkan, dan dia akan mempersembahkan korban kepada TUHAN. Ikan itupun membawa dan memuntahkan Yunus ke darat, setelah tiga hari di dalam perut ikan.
Apa yang dialami Yunus merupakan nubuatan kematian Mesias yang kemudian bangkit pada hari yang ketiga. Cara berdoa Yunus, yang dengan iman menyatakan ucapan syukur bahwa dia SUDAH menerima apa yang dia mohonkan juga diajarkan dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Matius  12
12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.


Selanjutnya tentu saja Yunus berangkat ke negri Ninive, apa yang diperbuat Yunus di kota yang besar itu? Bagaimana khotbahnya di hadapan orang-orang Ninive? Apakah bangsa tersebut selanjutnya bertobat?
Kutip
3:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:
3:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."
3:3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.
3:4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."
3:5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
3:6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
3:7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
3:8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
3:9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."
3:10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Khotbah Yunus hanya satu kalimat singkat, suatu berita bahwa Niniwe akan dihancurkan.
Tetapi peringatan Yunus tersebut didengarkan oleh bangsa Ninive dan mereka bertobat dari kejahatannya, raja memaklumkan puasa seluruh bangsa tersebut: "Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."

Demikianlah bangsa Ninive itu bertobat dari segala kekerasannya yang jahat, dan Allah meluputkan malapetaka dari mereka.
Tetapi kisah Yunus tidak berakhir di situ. Sesungguhnya Yunus memang mengharapkan bangsa itu dilanda malapetaka karena kejahatannya, dan sungguh Yunus marah atas kebaikan TUHAN.

Kutip
4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."
4:4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
4:5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.
4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."
4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."
4:10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
TUHAN, Allah bangsa Israel kemudian mengajar Yunus bagaimana dia mengasihi bangsa yang besar itu, yang tidak berpengetahuan tetapi percaya Allah.

Apa yang disampaikan Muhamad tentang Yunus? Hanya cerita heboh tentang nabi yang ditelan ikan? Adakah penjelasan mengenai misi yang disampaikan Yunus? Yaitu bahwa TUHAN mengasihi bangsa-bangsa dan peduli kepada mereka, dan bagaimana TUHAN mengajarkan Yunus untuk mengasihi bangsa tersebut.

Pada masanya, kitab Yunus seperti mengajarkan sesuatu yang baru, tentang kasih sayang Allah kepada bangsa-bangsa lain, tidak hanya bangsa Israel. Walaupun diketahui, bahwa bangsa Ninive kemudian sungguh dihancurkan karena kejahatannya, tetapi hal itu tidak terjadi pada masa nabi Yunus.

Salam.

=barti=


« Edit Terakhir: 12 Juli 2009, 06:28:19 oleh bartimeus »
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.317
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 12 Juli 2009, 16:03:09 »
Tujuan dari diturunkannya quran itu kan untuk membenarkan nabi2x dan kitab2x sebelumnya, jadi wajar saja kalau alquran hanya memuat potongan singkat cerita yunus, buat apa menulis ulang yang sudah ada.

Kutip
[37:139] Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

Quran pun memang memberikan isyarat bahwa keimanan itu akan memberikan manfaat sama seperti kisah yunus yang anda kutip dari perjanjian lama, dan Allah adalah maha pengampun. Hal tersebut bisa anda lihat disini:
Kutip
[10:98] Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfa'at kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.

Adapun perbedaan antara alquran dan perjanjilan lama terletak disini
Kutip
Versi PL:
1:11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora."
1:12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
1:13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

Versi quran:
[37:139] Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,
audio[37:140] (ingatlah) ketika ia lari1289, ke kapal yang penuh muatan,
[37:141] kemudian ia ikut berundi1290 lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.
audio[37:142] Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela1291.
audio[37:143] Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,
audio[37:144] niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.
audio[37:145] Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.
audio[37:146] Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.
audio[37:147] Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.
audio[37:148] Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan keni'matan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

Dan sebagai orang yang mengimani alquran saya mengimani bahwa pasti ada suatu maksud dan tujuan yang baik dari Allah dalam membuat variasi tersebut, bukan semata2x salah salin seperti yang terjadi di kitab tawarikh.
Anda tahu apa arti iman? Iman itu seperti bayi yang di lempar ke udara, dia malah tersenyum dan tertawa, karena dia tahu anda akan menangkapnya.
Saya tidak mau terjebak permusuhan antar agama.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 12 Juli 2009, 16:46:16 »
Salam mas Farabi,
sudah lama tidak membaca postinganmu.

Dalam Alkitab, juga dilakukan undian... supaya tahu, siapa sih yang bawa sial sehingga laut marah (dalam pemikiran pelaut kini kira-kira demikian, di laut itu banyak pantangannya). Selain Yunus, yang lain memang bangsa-bangsa yang tidak mengenal TUHAN, walaupun masing-masing memiliki ilahnya sendiri. Ternyata Yunus yang kena undian, dan memang dia sedang lari dari perintah Allah.
Bukan undian untuk dimakan ikan dan tinggal di dalamnya atau dapat keluar.
Para awak kapal dan Yunus sendiri tidak mengetahui akan munculnya sang ikan besar tersebut.

Tetapi memang Quran dan Alkitab berbeda, silakan mengimani kisah masing-masing.

Salam
« Edit Terakhir: 12 Juli 2009, 16:49:42 oleh bartimeus »
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.317
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 12 Juli 2009, 17:13:10 »
Oh iya saya tidak lihat:
Kutip
1:7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

Tampaknya saya salah ingat.
Saya tidak mau terjebak permusuhan antar agama.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 14 Juli 2009, 06:53:52 »
Salah satu yang paling menarik bagi saya dalam Kitab Yunus, selain kasih sayang TUHAN nyata kepada segenap bangsa, adalah bagaimana Yunus bercakap-cakap dengan TUHAN demikian personal, dan bagaimana TUHAN menyatakan dirinya sebagai suatu PRIBADI yang demikian sabar mengajarkan kepada Yunus untuk sayang kepada bangsa Ninive.
Sebagaimana pernah didiskusikan dalam forum ini, Islam mengenal Tuhan yang berbeda, yaitu suatu dzat bukannya sebagai suatu pribadi yang nyata: YANG ADA.




Posting Digabung: 14 Juli 2009, 06:57:08


Mas Farabi, saya ingin penjelasan ayat Quran ini:

Kutip
[10:98] Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfa'at kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.

Apa maksudnya Yunus adalah bagian dari penduduk kota tersebut? Dimana di kota tersebut tidak ada yang beriman selain kaum Yunus.
« Edit Terakhir: 14 Juli 2009, 06:57:08 oleh bartimeus »
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.286
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 14 Juli 2009, 08:20:34 »
@pak bart
Apakah Yunus orang Israel?
Klo iya, apa buktinya??

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 14 Juli 2009, 08:32:43 »
Kutip
1:8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?"
1:9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan."

Yunus adalah seorang Ibrani, yang berbahasa Ibrani hanya orang Israel. Kitab Yunus ditulis dalam bahasa Ibrani. Pada masa itu, yang mengenal dan menyembah TUHAN (=YHWH) hanyalah orang Israel.

Salam.


Posting Digabung: 14 Juli 2009, 08:39:28


Kutip
Kitab Yunus
1:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:

Yunus bin Amitai adalah seorang nabi yang hidup pada masa raja-raja Israel sebagaimana tercatat dalam Kitab Raja-Raja. Hidup pada jamannya Amazia sebagai Raja Yehuda dan Yerobeam sebagai Raja Israel. Ketika itu Kerajaan Israel telah terbelah dua, suku Benyamin dan suku Yehuda membentuk Kerajaan Yehuda sedangkan sepuluh suku lainnya membetuk Kerajaan Israel. Yunus termasuk dalam suku Gat, yang menjadi bagian dari Kerajaan Israel.

Kutip
II Raja-raja  14
14:23 Dalam tahun kelima belas zaman Amazia bin Yoas, raja Yehuda, Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, menjadi raja di Samaria. Ia memerintah empat puluh satu tahun lamanya.
14:24 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.
14:25 Ia mengembalikan daerah Israel, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba sesuai dengan firman TUHAN, Allah Israel, yang telah diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, nabi Yunus bin Amitai dari Gat-Hefer

=bart=
« Edit Terakhir: 14 Juli 2009, 08:41:38 oleh bartimeus »
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.286
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 14 Juli 2009, 08:53:10 »
Pada masa itu, yang mengenal dan menyembah TUHAN (=YHWH) hanyalah orang Israel.
Dari tulisan Anda disebelah ttg Ayub
jelas dia bukan seorang Ibrani
tapi dia benar2 mengenal YHWH sebagaimana orang Ibrani

Offline oomnya fahrel

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.082
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #8 pada: 14 Juli 2009, 08:55:42 »
Wah banyak ilmu nich, numpang belajar yach Om Bart %peace%

Btw *sambil mengacungkan tangan* Tujuan thread ini apa yach? %peace%

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 14 Juli 2009, 09:45:30 »
Yth. Mas Avista, engkau memang sangat kritis.

Dari tulisan Anda disebelah ttg Ayub
jelas dia bukan seorang Ibrani
tapi dia benar2 mengenal YHWH sebagaimana orang Ibrani
Ayub memang bukan orang Ibrani, tetapi dia mempercayai YHWH.
Hal seperti ini sangat jarang. Orang Mesir setelah peristiwa Exodus/Keluaran, juga takjub dan percaya kepada YHWH, Allahnya orang Israel, walaupun selanjutnya menyembah berhala lagi.

Dalam hal Yunus, seperti yang beliau nyatakan kepada para awak kapal dan nakhoda kapalnya, memang dia orang Ibrani yang percaya YHWH. Sedangkan para awal kapal tersebut jelas bukan orang yang percaya kepada YHWH.
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.286
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 14 Juli 2009, 10:20:41 »
Alquran menceritakan bahwa para penyihir Mesir Firaun, langsung beriman kepada agama Musa
lalu kemudian Firaun membunuh mereka dan mereka menjadi martir

Orang Saba dan Etiopia sejak kedatangan ratu mereka ke Israel
telah banyak yang mengenal YHWH
dan hidup menurut hukum Taurat

Jadi tidak benar jika ada yang berkata, cuma bani Israel saja yang mengenal YHWH

Offline Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.317
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 14 Juli 2009, 14:43:45 »
Kutip
Apa maksudnya Yunus adalah bagian dari penduduk kota tersebut? Dimana di kota tersebut tidak ada yang beriman selain kaum Yunus.
SAya tidak mengerti pertanyaan anda.
Saya tidak mau terjebak permusuhan antar agama.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 14 Juli 2009, 22:24:09 »
Wah banyak ilmu nich, numpang belajar yach Om Bart %peace%

Btw *sambil mengacungkan tangan* Tujuan thread ini apa yach? %peace%
Tujuannya Oom... sekedar sharing untuk mengenal para nabi dan tokoh iman berdasarkan kitab masing-masing.


Posting Digabung: 14 Juli 2009, 22:27:33


Ytksh. Mas Farabi:

SAya tidak mengerti pertanyaan anda.
Maksud saya ini:
Kutip
[10:98] Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfa'at kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.
Apakah yang dimaksudkan Kaum Yunus itu adalah orang-orang 'suatu kota yang beriman' tersebut, yang kalau dipadankan dengan Alkitab adalah orang-orang Niniwe? Apakah maksudnya Yunus adalah bagian dari kota tersebut?


Posting Digabung: 14 Juli 2009, 22:29:01


Dear Avista:

Alquran menceritakan bahwa para penyihir Mesir Firaun, langsung beriman kepada agama Musa
lalu kemudian Firaun membunuh mereka dan mereka menjadi martir

Orang Saba dan Etiopia sejak kedatangan ratu mereka ke Israel
telah banyak yang mengenal YHWH
dan hidup menurut hukum Taurat
Jadi tidak benar jika ada yang berkata, cuma bani Israel saja yang mengenal YHWH
Kalau yang engkau maksud adalah kisah-kisah yang bersumber dari AlQuran, yang mana tidak pernah diceritakan dalam Alkitab, tentunya sangat aneh mengatakan mereka percaya pada YHWH, karena Quran sendiri tidak mengenal YHWH. Mengenai nama Tuhan yang disembah Islam dan Kristen saya kira telah dibicarakan panjang lebar.

=bart=
« Edit Terakhir: 14 Juli 2009, 22:30:21 oleh bartimeus »
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline skozcka_is_back

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 720
  • Lokasi: jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 15 Juli 2009, 09:39:54 »

Tujuan dari diturunkannya quran itu kan untuk membenarkan nabi2x dan kitab2x sebelumnya, jadi wajar saja kalau alquran hanya memuat potongan singkat cerita yunus, buat apa menulis ulang yang sudah ada. :ktawain: :ktawain: :ktawain:


yang mana? :hihi:

situ punya Kitab-ya po?
Perjanjian Lama...dituduh dirusak.
Perjanjian Baru...palsu, alias karangan mas Paulus.
Kitab Taurat....ndak punya.
Kitab Zabur...belum dicetak.
Kitab Injil...mana ketehe berada dimana.

aneh ya..mengakui YANG SUDAH ADA, tetapi menolak keasliannya.jadi binun...konsisten donk ahhhh(mendesaaah..)


btw..anda bicara Kitab yang sudah ada lo. :hihi:.kata sampeyan gitu, bukan daku.

Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!



Iran next target.hmm...sangat menyukai ini.

Offline Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.317
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 15 Juli 2009, 18:10:43 »
Kutip
situ punya Kitab-ya po?
Perjanjian Lama...dituduh dirusak.
Perjanjian Baru...palsu, alias karangan mas Paulus.
Kitab Taurat....ndak punya.
Kitab Zabur...belum dicetak.
Kitab Injil...mana ketehe berada dimana.
Loh itu bukan saya yang nuduh, jangan menggeneralisir dong.
Saya tidak mau terjebak permusuhan antar agama.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"