Penulis Topik: Reinkarnasi  (Dibaca 4296 kali)


Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.929
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #195 pada: 09 November 2009, 09:08:16 »
usia lemah itu yang tidak mengetahui sesuatupun

Gak lengkap. Usia lemah itu yang tidak mengetahui setelah dulunya mengetahui. Itu baru lengkap!!

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.230
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #196 pada: 09 November 2009, 11:06:34 »
Kocak bener nih tret ... gelar tiker dolo .. :ngemil:


Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.619
  • Lokasi: Sulawesi Selatan, Sidrap
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • omekimai, ada blognya si kucing ni
« Jawab #197 pada: 09 November 2009, 12:01:33 »
Bagaimana dengan fenomena anak Indigo :D

ada seorang anak kecil di Bekasi... kedua ortunya pribumi... tapi anak tsb setelah berusia 6 tahun hanya bisa berbahasa Inggris dan mengakui bahwa dirinya adalah reinkarnasi seorang dari inggris?

Kalo bro Jhana adalah reinkarnasi chinese/japanese/ koreanese... apakah jhana bisa berbahasa seperti mereka sejak lahir?

Offline Jhana78

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 1.935
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • alam semesta adalah ayat-ayat Allah
    • Lihat Profil
    • Forum Diskusi Ilmu Logika
« Jawab #198 pada: 09 November 2009, 12:07:39 »
pertanyaan saya blom kejawab neh..tentang reinkarnasi manusia yang berasal dari binatang....
apakah mas jhana pernah mengenal orang yang dulunya adalah binatang misalnya ikan teri, burung perkutut, beruang salju, jangkrik, ato binatang yang lainnya....

dahulu, ada dua ekor ular cobra sedang kawin. karena dahulu saya sangat gemar memelihara ular, saya egois dengan menangkap kedua ular tersebut. tetapi ular yang satu lepas lagi. dengan senang hati saya membawanya ke rumah dengan mengalungkannya di leher saya. saya menggunakan megic untuk menundukan ular tersebut, sehingga membuatnya tak bedaya dan tidak berani menggigit. waktu itu saya kelas 2 SMU.

sesampainya di rumah, saya memasukannya ke dalam karung terigu, mengikat ujung karung tersebut agar si ular tidak lepas, lalu melemparkannya ke bawah kolong tempat tidur.

tiga hari kemudian, ketika saya sedang menulis, terdengar ada suara yang merintih-rintih. "air...air...air.... aku haus..." katanya. aku terperanjat. dari manakah datangnya suara tersebut. suara tersebut terdengar sayup-sayup. saya mencari-cari sumber suara tersebut. ketika saya berjongkok, suara tersebut terasa lebih jelas lagi. dan ternyata suara itu berasal dari bawah kolong tempat tidurku, dari dalam karung yang berisi ular.

aku cepat-cepat membuka karung yang berisi ular tersebut, ularpun naik dengan menjulur-julurkan lidahnya. dia menatapku seakan sedang menyesali kekejamanku. sungguh, akupun tidak sengaja membiarkan ular itu di situ. aku benar-benar lupa kalau aku menyimpan ular di situ.

aku segera membawa ular tersebut ke kamar mandi, menuangkan air ke dalam gayung kecil dan membiarkan ular itu minum dengan lahapnya. kelihatan sangat kehausan, hingga membuatku meneteskan air mata.

setelah kelihatan kenyang, aku membawanya kembali ke kamar. ular itu aku usap-usap kepalanya. tiba-tiba ular itu berbicara, "kasihanilah aku, lepaskanlah aku, aku ingin bertemu dengan suamiku."

aku terperanjat, dan lalu aku menjawab, "sungguh aku juga kasihan kepadamu, tapi bagaimana lagi, aku terlalu suka denganmu. biarkan aku memeliharamu."

terdengar suara tangisan. "mengapa kau tak punya hati, tega sekali memisahkan kami ketika kami tengah memadu kasih?"

"sudahlah, tidak usah menangis.  ini sudah terlanjur, nasi sudah menjadi bubur. kini saya tidak dapat melepaskanmu. bila aku melepaskanmu, dan ditemukan warga, tentulah kau akan mati dipukul mereka. lebih baik bersamaku, kau akan kupelihara secara baik-baik, ku beri minum dan ku beri makan." aku membujuk ular tersebut.

mulut ular itu tidak tampak membuka tutup seperti ketika manusia bicara, tapi tampak tetap menutup,hanya lidahnya yang terus menerus menjulur-julur dan matanya memandang tajam ke arahku. tapi sungguh aku mendengar suara yang berbicara dari arah kepala ular tersebut. "biarkan aku mati dipukul warga, asal jangan aku mati karena terpenjara oleh mu. kini aku sudah terpisah jauh dari kekasihku, untuk apa lagi aku hidup."

"ah, jin keparat!" ku bilang dalam hati. waktu itu, aku menyangka bahwa ular itu jelmaan jin atau ditumpangi jin, karena bisa berbicara. dan aku tidak mau memenuhi kehendaknya untuk dilepaskan. aku menekan kepalanya masuk ke dalam karung, dan mengikatkannya kembali. setelah itu aku sibuk dengan urusanku lagi. sampai tiga hari kemudian, tetanggaku ribut karena mereka menemukan ular. aku segera berlari menuju ke arah halaman rumah tetanggaku. tapi terlambat, ular itu kepalanya telah pecah. aku segera mengampirinya, tampak sisa nyawanya. ular itu sedang sekarat. kasihan sekali.

ketika ular tersebut berhenti bergerak tanda nyawanya telah lenyap, terdengar lagi suara perempuan,"kelak aku akan terlahir sebagai manusia, dan akan membalas perbuatanmu sebagaimana kau telah memisahkan aku dari suamiku!".

aku menguburkan ular itu tanpa mempercayai kata-kata tersebut. dulu saya menganggapnya hal itu sebagai perbuatan jin kafir, dan tidak mempercayai kalau ada sesuatu bisa bereinkarnasi. tapi setelah aku teringat dengan kehidupan masa laluku, maka aku berpikir bisa saja ular itu benar-benar bereinkarnasi menjadi manusia.

aku juga ingat, ketika aku bernama so ung yuk, dulu aku punya seekor monyet namanya cu li. monyet itu amat baik dan setia padaku. karena aku tidak punya kakak ataupun adik, bahkan ayah dan ibuku mati dibunuh pada usiaku 8 tahun, aku menganggap cu li sebagai saudara kandungku sendiri. dia sangat pintar dan mengerti semua yang ku katakan. dia tempat aku curhat. bila aku sedang rindu pada yen mei, aku menceritakan kegelisahan hatiku pada cu li. dia mendengarkanku, seakan mengerti gejolak perasaanku.

ketika suatu pagi, aku sedang duduk termenung cu li berteriak-teriak seperti hendak mengingatkanku akan sesuatu. tapi aku tidak menggubrisnya, karena aku tenggelam di alam pemikiranku. tak lama kemudian, datang sekelompok prajurit yang menenteng senjata. aku telah mengetahui bahwa mereka hendak membunuhku. tidak ada lagi yang dapat aku lakukan, kecuali pasrah saja terhadap apa yang akan terjadi. aku mendorong cu li untuk melompat lewat jendela. aku khawatir cu li akan dibunuh oleh mereka juga. cu li menahan doronganku, seakan dia enggan meninggalkan aku. ia terus berteriak-teriak. tapi aku mendorongnya dengna paksa keluar dan segera menutup jendela.

prajurit itu memeggal kepalaku dari arah belakang. sebelum aku kehilangan kesadaran, aku sempat melihat darah yang mengalir dari tubuh tanpa kepala itu.

stelah aku kehilangan kesadaran dalam beberapa saat, aku menjadi tersadar kembali, tapi kini tubuhku melayang-layang di udara, ringan sekali. aku melihat tubuh dan kepalaku terpisah. lalu aku sdar bahwa aku telah mati.

beberapa orang prajurit menendang mayatku, mengumpat dan lalu mereka pergi. tak lama kemudian, cu li berlari dari arah luar. monyet ini seakan terpukul hatinya, melihat aku sudah tidak bernyawa. dia memegang rambutku, mengguncang tubuhku, seolah ingin membangunkan aku. dia berteriak-teriakn seakan tangisan yang menjerit. gelisah dengan berlari ke sana kemari, melombat, dan berusaha mengangkat tanganku, menyimpannya diatas kepalaku, seolah-olah dia minta tanganku untuk mengusap-usapnya seperti biasanya. kadang-kadang dia mengguncang-guncang tubuhku dengn melompat-lompat di atas perutku.

ruhku mencoba menghampirinya, dan memegang kepalanya. tetapi tidak dapat mengenainya. tubuhku amat halus dan dapat menembus segla sesuatu. cu li pun sepertinya tidak dapat menyadari kehadiranku sebagai arwah.

aku amat kasihan dengan cu li. apakah yang akan terjadi padanya. apakah ia akan menunggui jasadku hingga membusuk ataukah ia akan pergi ke hutan untuk berkelana sendirian. aku tidak dapat menyaksikan cu li lebih lama, karena dari langit tiba-tiba muncul sebuah lubang berputar yang menarikku. aku masuk ke dalam lubang tersebut dan melesat menuju alam lain.

saya tidak tahu, apakah cu li kini telah terlahir menjadi manusia atau tidak. aku melihat tanda-tanda keberadaannya di zaman ini. tapi seandainya aku tahu, tentu aku akan merahasiakannya. bagaimanakah kiranya perasaan seseorang bila aku katakan padanya, "dahulu kau adalah seekor monyet."


Posting Digabung: 09 November 2009, 12:17:27


Bagaimana dengan fenomena anak Indigo :D

ada seorang anak kecil di Bekasi... kedua ortunya pribumi... tapi anak tsb setelah berusia 6 tahun hanya bisa berbahasa Inggris dan mengakui bahwa dirinya adalah reinkarnasi seorang dari inggris?

Kalo bro Jhana adalah reinkarnasi chinese/japanese/ koreanese... apakah jhana bisa berbahasa seperti mereka sejak lahir?

saya teringat dengn masa lalu itu berawal dari sebuah kegiatan khalwat yang saya lakukan. selama tiga bulan lamanya, saya berkhalwat, mengisinya dengan dzikir, shalat dan puasa di siang hari, serta menjauhi pergaulan manusia. pada minggu kedua bulan ketiga, saya tiba-tiba teringat dengan peristiwa tersebut.

ketika saya baru saja teringat peristiwa itu dengan begitu jelas, tiba-tiba saya mengerti bahasa korea. bahkan saya berbicara dengn bahasa korea, menirukan dialog-dialog yang pernah saya lakukan pada waktu itu. hingga saya mencoba berbicara kepada istri saya dengan bahasa itu. istri saya kaget dan kemudian memeluk saya dengan ketakutan, dia khawatir ada sesuatu terjadi pada saya, bahkan istriku menyangka aku telah gila, karena berbicara dalam bahasa asing.

ketika aku mengkolsultasikan hal tersebut kepada guruku, dia berkata, "tidak ada reinkarnasi dalam Islam. apapun yang kau lihat, kau mengerti dan kau alami, baik simpanlah untuk dirimu sndiri, kunci rapat-rapat mulutmu, jangan pernah kau beritakan kepada orang lain." begitulah pesan guruku. aku kecewa dengan jawaban guruku. tapi aku patuh padanya. selama hampir 1 tahun aku diam, dan mencoba melupakan kejadian itu. tetapi, entahlah, akhirnya "bocor" juga. aku menceritakannya ke sana kemari. tetapi anehnya, kini aku tidak dapat lagi mengerti atau dapat berbicara dalam bahasa korea. dan bahkan banyak peristiwa yang telah benar-benar ku ingat terlupakan lagi. ku pikir, karena batinku kini penuh noda. dan noda itu menghalangi kejernihan pikiranku, sehingga aku melupakan banyak hal yang dulu pernah ku ingat.
« Edit Terakhir: 09 November 2009, 12:17:27 oleh Jhana78 »
http://forumlogika.co.cc/
(Forum Diskusi Ilmu Logika)

Offline iorme_vga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.878
  • Lokasi: /home/iorme_vga
  • Jenis kelamin: Pria
  • lawan kesewenang-wenangan!!!
    • Lihat Profil
    • just I or me
« Jawab #199 pada: 09 November 2009, 12:20:03 »
sudah mulai tidak masuk akal  :koran: :-X
no signature %peace%

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.619
  • Lokasi: Sulawesi Selatan, Sidrap
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • omekimai, ada blognya si kucing ni
« Jawab #200 pada: 09 November 2009, 12:25:27 »
sudah mulai tidak masuk akal  :koran: :-X

masuk akal kok, cuma diluar konsensus "kebenaran" yg disepakati ;)


saya berasumsi, jhana ini indigo

Offline Jhana78

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 1.935
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • alam semesta adalah ayat-ayat Allah
    • Lihat Profil
    • Forum Diskusi Ilmu Logika
« Jawab #201 pada: 09 November 2009, 12:27:21 »
Gak lengkap. Usia lemah itu yang tidak mengetahui setelah dulunya mengetahui. Itu baru lengkap!!

kan sudah saya jelaskan bung, dan saya menanggapi dengan dua cara, yakni dengan variabel lengkap dan variabel yang tidak lengkap. cobalah simak, bagaimana saya menanggapi persoalan tersebut bila variabelnya lengkap dan bagaimana bila tidak.

slain itu sudah saya jelaskan bahwa perbedaan variabel, belum tentu berbeda makna.

seperti :

A itu kuda putih
kuda itu berkaki empat.

antara kuda dan kuda putih tentu variabelnya berbeda. tetapi karena dalam hal ini kata "putih" hanyalah sifat bagi term "kuda" yang sama dengan term "kuda" pada kalimat kedua, maka dapat diambil kesimpulan yang benar bahwa "kuda itu berkaki empat".

demikian pula halnya dengan term "yang tidak mengetahui sesuatupun" dengan term "yang tidak mengtahui ssuatupun yang dahulu pernah diketahuinya". sebagaimana telah saya katakan, saya mengakuinya sebagai variabel yang berbeda. tapi dari varibel yang berbeda tersebut ada faktor yang sama. oleh karena itu tahap pertama pembuktian yang saya lakukan adalah menyimpulkan dengan faktor yang sama pada variabel yang berbeda. tahap selanjutnya akan saya buktikan bahwa variabel yang berbeda tersebut memiliki makna yang sama, sehingga seenarnya kedua variabel adlah sama, sebagaimana orang biasa menyebut nama seseorang Rudi Hartono, kalau dia memanggil "hai Rudi" , itu maksudnya sama dengan "hai Rudi Hartono!".


Posting Digabung: 09 November 2009, 12:38:52


sudah mulai tidak masuk akal  :koran: :-X

kalo yang ini masuk akal enggak? -->

Kutip

terdorong oleh rasa takut, keserakahan, kegelisahan dan terpicu oleh kehendak untuk mencapai keselamatan, seseorang terus menerus berpetualang untuk mencari kebenaran. tetapi pencarian ini tidak berujung, karena kebenaran sangat luas dan tanpa terbatas.

setelah sekian lama seorang petualang mencari kebenaran, bisa jadi ia tetap di dalam keraguan yang menggelisahkan, karena dia tidak mengerti akan makna "akhir dari sebuah ilmu". ketika seseorang melihat akhir dari sebuah ilmu, melihat akhir dari kebenaran dan ketidak benaran, melihat tempat makhluk-makhluk bermuara, maka dia melihat akhir dari suatu pencarian.

Kebenaran Logika

Kebenaran Logika adalah kebenaran yang berat. Orang harus berpikir keras untuk memahaminya. Dengan logika, persoalan-persoalan yang tidak jelas menjadi jelas. Dan persoalan-persoalan yang sudah jelas bisa menjadi rumit.

“Si Ardi berbaju hitam”.

Itu adalah kalimat yang sederhana menurut semantik. Tapi menurut mantik (logika), itu bisa rumit. Sebab akan muncul pertanyaan, “mengapa kamu katakan si Ardi berbaju hitam?” nah, si pembuat pernyataan menjadi bingung harus jawab apa. Jawabannya tidak cukup sekedar dikatakan “karene memang si Ardi berbaju hitam”, karena itu bukan jawaban yang logic. Kalimat sesederhana itu saja bisa menjadi suatu perdebatan yang panjang bila dikaji melalui ilmu logika.

Kalau begitu, apakah sebenarnya logika itu untuk menyederhanakan persoalan yang rumit ataukah merumitkan persoalan yang sederhana? Logika adalah ilmu untuk memperjelas persoalan, dan bukan untuk menyederhanakan atau merumitkan. Tetapi, karena sifat setiap kata-kata itu adalah misteri, jika satu kata diungkapkan, maka akan terhubung kepada banyak kata lainnya.

Kutip
“hitam”. Kenapa kata ini bisa ada? Dan apa yang disebut dengan hitam itu? Apakah sesuatu yang berwarna gelap disebut hitam? Tetapi warna biru juga bisa disebut hitam. Kalau begitu “warna gelap” tidak tepat sebagai definisi dari hitam. Apakah warna yang paling gelap itulah yang disebut dengan hitam? Warna yang paling gelap sekalipun tidak dapat dijadikan definisi sebagai hitam, karena diantara warna-warna yang disebut hitam,berbeda kadar kehitamannya. Faktnya warna yang tidak paling hitam pun disebut hitam.

Ternyata, untuk merumuskan definisi “Hitam” saja, seseorang harus berpikir keras, apa sebenarnya definisi dari hitam. Sedangkan dalam kaidah ilmu logika, hakikat sesuatu itu hanya bisa difahami melalui definisi. Tetapi, di dalam definisi segala sesuatu itu terdapat banyak kata yang harus di didefinisikan lagi, sehingga memikirkan kebenaran melalui logika berarti berpikir tanpa ujung.

Dalam berpikir logic, segala sesuatu harus didefinisikan, sebelum sesuatu itu dapat disimpulkan. Paling tidak sesuatu itu harus difahami proposisinya. Belum lagi proses penyimpulan yang seringkali sangat rumit, pelik, njelimet.Itulah yang membuat kebenaran-kebenaran logic saya sebut sebagai “kebenaran yang berat”. Sangat memerlukan kerja keras otak dalam memahaminya.

Seperti halnya Aristoteles mendefinisikan “manusia adalah hewan yang berpikir”. Dengan definisi tersebut, hakikat manusia terungkap, dimana tubuhnya adalah sejenis hewan karena bergerak, tumbuh, bernafas, makan tanaman, daging, dst, namun memiliki sifat yang memisahkan dari hwan, yakni “yang berpikir”. Tetapi, “hewan” dan “yang berpikir” itupun hanya bisa difahami kebenarannya dengan definisi. Lalu apakah definisi hewan? Memahami apa itu hewan tidaklah rumit, karena setiap hari kita dapat melihat hewan-hewan tersebut. Tetapi ketika kita dituntut untuk mendefinisikannya, otak kita harus bekerja dengan keras. Mencari kebenaran logika seperti menempuh jalan yang jauh dan melingkar, akhirnyapun harus tunduk pada kebenaran ilmiah.

Sebagian logika yang tidak disandarkan pada kebenaran ilmiah adalah kebenaran yang berat dan memberatkan. Jika A adalah B. dan B adalah C. maka benar kesimpulannya adalah A itu C. tetapi kesimpulan tersebut dijamin kebenarannya 100 % bila kedua argumentasinya ilmiah. Sehingga jika A adalah pisang. Dan pisang itu termasuk kepada buah-buahan. Maka pastilah benar 100% bahwa A adalah buah-buahan. Kesimpulan ini tidak dapat dibantah lagi bila kedua argumentasinya ilmiah, yakni kebenaran yang untuk membuktikannya harus dilihat bersama. Tapi bila kedua argumentasinya masih merupakan pernyataan logic, maka penyelidikan logika masih menempuh jalan yang panjang hingga berujung pada pembuktian ilmiah. Ujung dari suatu penelusuran logika itu haruslah kebenaran ilmiah. Tetapi bila dapat dilakukan pembuktian ilmiah secara langsung, tentu lebih baik langsung secara ilmiah saja.


Kebenaran Ilmiah

Bagaimana dengan kebenaran ilmiah?

“langit itu berwarna biru pada siang hari”.

Dan filsuf bertanya, “seluruh langit atau sebagian langit?”

Ilmuwan menjawab, “jangan banyak tanya, lihat dan perhatikan saja sendiri, berbaringlah diatas rerumputan pada siang hari dan arahkan pandanganmu ke atas langit, lalu kau akan tahu.”

Kebenarna ilmiah adalah kebenaran dengan slogan “mari kita lihat bersama!” Kebenaran logika adalah kebenaran dengan slogan “mari kita simpulkan bersama”.

Lalu bagaimana tentang penyelidikan sejarah, apakah bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah? Fakta-fakta ilmiah sejarah itu berbeda dengan fakta-fakta ilmiah fisika yang pembuktiannya dapat secara langsung di sini dan saat ini. Para ahli sejarah telah membuat suatu kesimpulan berdasarkan fakta-fakta ilmiah bahwa manusia berasal dari bangsa kera, atau adanya kehidupan diosaurus pada zaman purbakala. Jika di dalam tanah yang mereka gali terdapat tulang belulang hewan raksasa, maka mereka menyimpulkan bahwa dahulu di tempat tersebut telah ada kehidupan hewan raksana.


Kutip
Hewan raksana pernah hidup di wilayah ini. Karena Hewan raksana meninggalkan jejak tulang belulang di wilayah ini.

Sepertinya ilmuwan tersebut berargumentasi dengan argumentasi ilmiah. Tetapi jika kita jeli, maka kita tahu bahwa ilmuwan tersebut juga sebenarnya berfilsafat. Jika dia menemukan tulang belulang di bawah tanah, maka tulang-belulang itu bisa disebut fakta ilmiah. Tetapi ketika dia berpikir bahwa hewan purba telah meninggalkan tulang belulang tersebut di situ, maka itu meupakan sebuah kesimpulan. Dan berpikir bahwa hewan purbakala pernah hidup di wilayah tersebut juga merupakan suatu kesimpulan. Dan kesimpulan adalah filsafat. Belum lagi, bila kemudian kabar penemuan tulang belulang itu didiskusikan, maka orang-orang yang meragukan akan mempertanyakan validitas sumber informasinya. Apa yang dianggap ilmiah, bisa menjadi bukan ilmiah di kemudian hari. Dan sebaliknya.

Pada zaman dahulu, orang-orang percaya matahari bergerak mengitari bumi, sampai akhirnya ditemukan fakta-fakta ilmiah yang menegaskan bahwa bumi lah yang bergerak mengitari matahari. Sedangkan matahari dalam keadaan diam. Hal ini menimbulkan penilaian “salah” terhadap keyakinan “matahari berputar”. Tetapi akhirnya ditemukan pula teori ilmiah yang menyatakn bahwa mataharipun berputar.

Bagaimana dengan kebenaran fisika? Apa yang anggap kita nyata dalam ilmu fisika, seperti jarak, ruang, massa dan waktu hanyalah ilusi manusia, telah dibuktikan oleh Einstein dengan eksperimen dan rumus-rumus fisika.

Bayangkan, bagaiman sebuah benda yang tampak benar-benar nyata menurut kita, namun ternyata hanyalah ilusi. Apa yang terlihat benar-benar diam, ternyata bergerak. Seperti halnya bumi ini. Jika kita hanya mengandalkan penglihatan mata saja, tentu kita akan menganggap bumi ini tidak bergerak.

Pandangan mata bisa menipu, walaupun tampak sangat nyata. Kita dapat melihat David Coperfield dapat terbang di udara, dapat dibelah tubuhnya tapi tetap hidup. Ini adalah suatu kenyataan yang dilihat. Tetapi apakah itu sebuah kebenaran ataukah ilusi? Sampai saat ini banyak manusia berspekulasi tentangnya.

Kebenaran Relatif

Kita tahu bahwa kebenaran logika muapun ilmiah bukanlah merupakan bukan kebenaran sejati, sehingga tidak ada suatu jenis kebenaranpun yang bisa dijadikan pegangan. Apakah kita akan berpegang kepada logika saja atau kepada ilmiah saja, keduanya tidak ada yang menjamin kebenaran seutuhnya. Bahkan bila kita berpegang kepada keduanyapun secara bersamaan, maka keduanyapun bisa merupakan hal yang salah. Kebenaran ilmiah maupun logika, keduanya sangat relatif dan nisbi.

Setelah memahami bahwa kebenaran sangatlah relatif, baik ilmiah maupun logika, pemikiran dan penglihatan bisa menipu, maka bagaimanakah manusia saat ini masih suka berdebat untuk mempertahankan apa yang dianggap benar oleh dirinya? Bagaiman manusia masih bisa percaya kalau kebenaran sejati dapat dijangkau oleh suatu penyelidikan ilmiah atau logika? Bagaimana manusia melakukan penyelidikan terhadap kitab-kitab yang dia sebut sebagai penyelidikan ilmiah, lalu menganggap itu adalah kebenaran yang sesungguhnya, setelah jelas kepadanya bahwa kebenaran ilmiah itu relatif?

Kembali Kepada Tuhan

Kemanapun mata memandang, itu bukanlah kebenaran sesungguhnya. Apapun yang dipikirkan, bukan pula kebenaran yang sesungguhnya. “apakah belum cukup dengan Tuhamu, sesungguhnya Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu?” (Al-Fushilat : 53) sedangkan Tuhan itu bukanlah sesuatu yang dapat dilihat, bukan pula sesuatu yang dapat dipikirkan. Pikiran hanya dapat menjangkau Nama Tuhan dan segala konsep yang menyangkut nama Tuhan. Tetapi Nama Tuhan dan Tuhan itu sendiri merupakan hal yang berbeda. Tuhan dengan konsep Tuhan juga berbeda.

Kebenaran yang bisa diungkapkan melalui kata-kata bukanlah kebenaran yang sejati. Demikian pula kebenaran yang diucapkan maupun yang ditulis. Tetapi manusia mengungkapkan kebenaran melalui banyak kata-kata. Kebenaran yang dilihat adalah kebenaran yang relatif. Kebenaran yang diungkapkan melalui kata-kata pun spekulatif. Ketika kita berhenti berkata-kata, kita melepaskan spekulatif. Ketika kita berhenti melihat, kita melepaskan relatif. Ini adalah akhir petulangan seorang pencari ilmu dan pencari kebenaran di alam jisim (bentuk) dan di alam filsafat (pikiran). Inilah pencari ilmu yang kembali kepada Tuhan.

Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".(Q.S 6:164)

Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).(Q.S 39:54)

Tapi, bagaimanakah caranya kembali kepada Tuhan?

Bukankah kembali kepada Tuhan itu berarti kepada alQuran dan Hadits? Itu berarti belajar menggunakan metoda ilmiah dan logika pula? Jika demikian, berarti kita kembali kepada kebenaran yang relatif. tidak ada kebenaran mutlak di dalam apa yang dibaca dan didengar. tetapi alQuran menunjukan kepada kita kepada suatu kebenaran yang mutlak. dan kita tidak disebut memahami kebenaran mutlak hanya karena telah membaca alQuran, tetapi setelah melangkah menempuh suatu jalan menempuh kebenaran mutlak tersebut. alQuran adalah petunjuk. sedangkan kebenaran ada di sana, ditempat kemana alQuran menunjuk.

Jadi, apa yang harus kita lakukan?

Tidak ada yang harus dilakukan. Kita harus berhenti melakukan sesuatu menurut kehendak kita sendiri. Dengan melenyapkan nafsu-nafsu dan kekotoran batin, kita akan bebas dari “harus melakukan sesuatu” karena selama ini yang menyebabkan kita “harus melakukan sesuatu” adalah hawa nafsu dan kekotoran batin. dan mensucikan jiwa adalah hal yang diperintahkan Allah dan rasulnya, serta dipuji-puji oleh setiap nabi yang agung. Bila semua nafsu telah disingkirkan, dan semua kehendak telah dipasrahkan kepada Allah, maka Allahlah yang akan melakukan segala sesuatunya bagi kita.

Dengan memperhatikan gerak-gerik yang kita lakukan sendiri, maka kita tahu bahwa dosa-dosa itu muncul karena kita melakukan sesuatu. Dan mereka yang hidup bermalas-malasan, enggan belajar dan bekerja, maka sesungguhnya dia melakukan sesuatu, yaitu bermalas-malasan itu sendiri. Dengan kemalasannya dia telah berbuat dosa.

Pikiran yang terbaik adalah tanpa berpikir. Pelajaran yang baik adalah tanpa belajar. Konsep terbaik adalah tanpa konsep. Agama terbaik adalah tanpa label. Penglihatan terbaik adalah tanpa melihat. Dan perbuatan yang terbaik adalah tanpa berbuat. Janganlah dulu mengatakan hal demikian sebagai yang tidak masuk akal. Ketika dikatakan timur adalah barat,dan utara sama saja dengan selatan tidak dapat difahami sampai munculnya ilmu bumi yang menyatakan bumi ini melingkar. Yakni bila kau berjalan ke barat, akhirnyapun akan tiba di timur. Demikian juga dengan semua keterangan yang tampak paradoks, semua ada penjelasan logic nya.

Orang yang telah sepenuhnya pasrah kepada Allah, dia tidak melakukan sesuatupun atas nafsunya. Oleh karena itu dia disebut “yang tidak melakukan apapun”. Tapi tidak ada sesuatupun yang harus dia lakukan yang tidak dia lakuan. Oleh karena itu dia disebut “yang melakukan segala sesuatu”. Sehinga dia adalah yang tidak melakukan apapun dan yang melakukan semuanya. Dia akan memenuhi kewajibannya, tanpa berbuat. Dia bergerak dalam diam. Dia diam dalam bertindak. Bila dedaunan terbang ke angkasa karena patah dari rantingnya, lalu dia meliuk-liuk dengan indah di udara, jatuh ke selokan, hingga tiba di sungai besar, terbawa hanyut ke lautan, maka sesungguhnya siapakah yang berbuat, apakah daun itu ataukah alam yang membawanya? Apakah daun itu menggerakan dirinya, ataukah alam yang menggerakannya? Siapapun yang telah suci, dia tinggal duduk dengan tenang, damai, nyaman dan bahagia, kemudian alam semesta ini akan membawanya ke tujuan yang benar. Tidak ada sesuatupun yang harus dilakukannya. Dengan cara seperti itulah dia kembali kepada Tuhannya, yakni dengan meninggalkan semua hawa nafsunya.

« Edit Terakhir: 09 November 2009, 12:38:52 oleh Jhana78 »
http://forumlogika.co.cc/
(Forum Diskusi Ilmu Logika)

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.308
    • Lihat Profil
« Jawab #202 pada: 09 November 2009, 13:00:27 »
Kepada para pembaca yang pintar dan yang terhormat,

Assalamualaikum.


RECORD DUNIA

Kuburan umum untuk Kaum Syiah yang berada di sebelah kuburan Imam Ali ibn Tholib merupakan kuburan terbesar di dunia; karena Kaum Syiah sejak 1400 tahun yang lalu sampai sekarang ini menghendaki untuk dikuburkan disana.

Kuburan umum untuk Kaum Syiah tersebut memiliki lebar 30 Km dan panjang 50 Km; dan dari tahun ke tahun bertambah lebar dan bertambah panjang; karena Kaum Syiah dari dunia misalnya AS, Canada, Inggris, Jerman, Pakistan, Yaman, Kuwait, Saudi Arabia, Syiria dll menghendaki dikuburkan di sebelah kuburan Imam Ali ibn Tholib.

Jika mereka dihidubkan kembali; maka mereka akan dapat mengingat bahwa mereka adalah pencinta dan pengikut Rasulullah dan Ahlul Bait (Ali, Fatimah, Hasan dan Husain); berdasarkan kuburan Imam Ali ibn Tholib.
« Edit Terakhir: 09 November 2009, 13:11:35 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline bayan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 1.437
  • melihat dengan hati
    • Lihat Profil
« Jawab #203 pada: 09 November 2009, 13:15:08 »
dahulu, ada dua ekor ular cobra sedang kawin. karena dahulu saya sangat gemar memelihara ular, saya egois dengan menangkap kedua ular tersebut. tetapi ular yang satu lepas lagi. dengan senang hati saya membawanya ke rumah dengan mengalungkannya di leher saya. saya menggunakan megic untuk menundukan ular tersebut, sehingga membuatnya tak bedaya dan tidak berani menggigit. waktu itu saya kelas 2 SMU...dst..dst..dst
mengingatkan pada cerita2 di majalah yg bersegmen misteri......
tapi cerita di atas tidak menjelaskan fenomena binatang menjadi manusia... baik ular atau cu li tidak pernah terlacak kemudian menjadi manusia......

seperti mas jhana akui bahwa dulunya adalah seorang korea... apakah sifat2 mas jhana sekarang ini sama persis dengan sifat2 so ung yuk?
Jernihkan hati dengan Istighfar dan Dzikir

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.929
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog

Offline iorme_vga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.878
  • Lokasi: /home/iorme_vga
  • Jenis kelamin: Pria
  • lawan kesewenang-wenangan!!!
    • Lihat Profil
    • just I or me
« Jawab #205 pada: 09 November 2009, 13:30:00 »
mengingatkan pada cerita2 di majalah yg bersegmen misteri......
tapi cerita di atas tidak menjelaskan fenomena binatang menjadi manusia... baik ular atau cu li tidak pernah terlacak kemudian menjadi manusia......
yup seperti baca majalah misteri :D

jikalau memang reinkarnasi itu benar adanya, adakah dalil hadist shahih dari nabi Muhammad mengenai hal itu? dari awal cuma muter2 logika reinkarnasi dari kata ardzalil umur ala pak Jhana saja, kalau memang benar reinkarnasi ada tidak mungkin nabi Muhammad sama sekali tidak menyinggungnya
no signature %peace%

Offline Jhana78

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 1.935
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • alam semesta adalah ayat-ayat Allah
    • Lihat Profil
    • Forum Diskusi Ilmu Logika
« Jawab #206 pada: 09 November 2009, 13:36:00 »
yup seperti baca majalah misteri :D

jikalau memang reinkarnasi itu benar adanya, adakah dalil hadist shahih dari nabi Muhammad mengenai hal itu? dari awal cuma muter2 logika reinkarnasi dari kata ardzalil umur ala pak Jhana saja, kalau memang benar reinkarnasi ada tidak mungkin nabi Muhammad sama sekali tidak menyinggungnya

hadits reinkarnasi yang menjelaskan lahirnya kembali seorang menusia, memang sayapun tidak pernah menemukan. tapi, kaum syiah memiliki banyak riwayat tentang telah dan akan kembalinya beberapa orang yang telah meninggalkan, diriwyatkan dari nabi muhammad. dala pengajian-pengajian syiah, saya sering mendengar riwayat-riwayat seperti itu dibacakan. tetapi seperti kata pak HMA, cara kembalinya orang yang meninggal  menurut keyakinan kaum syiah, tidak melalui proses kelahiran, melainkan langsung besar atau seperti terakhir kali dia meninggal.

adapun tentang kelahiran kembali, bukan soal ada dan tidak adanya hadits tentang hal itu, tapi tntang ada dan tidaknya dalil yang memustahilkan serta ada tidaknya dalil yang memungkinkan.
http://forumlogika.co.cc/
(Forum Diskusi Ilmu Logika)

Offline iorme_vga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.878
  • Lokasi: /home/iorme_vga
  • Jenis kelamin: Pria
  • lawan kesewenang-wenangan!!!
    • Lihat Profil
    • just I or me
« Jawab #207 pada: 09 November 2009, 13:53:07 »
kenapa hanya kaum syiah yang mempunyai riwayat tentang kembalinya orang yang meninggal itu yang diriwayatkan oleh nabi Muhammad? kalau memang benar riwayat itu dari nabi saya yakin ada ulama2 lain yang menceritakannya, bukan dari kalangan syiah saja

kalau cerita2 tentang orang mati yang bisa datang lagi (menjelma kedalam bentuk lain) saya sering denger, tapi dari orang2 di kampung yang biasanya masih kolot dan percaya takhayul. kalau ada yang lebih ngerti agama (ustadz) biasanya bilangnya itu ada kerjaan setan yang sedang mencoba menggoda manusia
no signature %peace%

Offline Muhammad Abdullah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.308
    • Lihat Profil
« Jawab #208 pada: 09 November 2009, 14:06:51 »
kenapa hanya kaum syiah yang mempunyai riwayat tentang kembalinya orang yang meninggal itu yang diriwayatkan oleh nabi Muhammad? kalau memang benar riwayat itu dari nabi saya yakin ada ulama2 lain yang menceritakannya, bukan dari kalangan syiah saja

kalau cerita2 tentang orang mati yang bisa datang lagi (menjelma kedalam bentuk lain) saya sering denger, tapi dari orang2 di kampung yang biasanya masih kolot dan percaya takhayul. kalau ada yang lebih ngerti agama (ustadz) biasanya bilangnya itu ada kerjaan setan yang sedang mencoba menggoda manusia

Kepada Iorme Vga yang pintar dan yang terhormat,

Assalamualaikum.


Ummat Budha percaya kepada Reinkarnasi. Setelah manusia wafat dia akan kembali ke dunia ini dan dilahirkan kembali.

Kaum Syiah percaya kepada Raj'ah (kembali) ke dunia ini tanpa dilahirkan kembali.

Raja'a (kata kerja) = kembali. Raja'a ditulis dengan huruf Ro Jim Ain

Raja'a juga ditulis dan dibaca ruju'. Jika suami istri yang telah bercerai (berpisah) dapat kembali (ruju')

Raj'ah (kata benda) = pengembalian

ALLAH mengajarkan ummat Islam di dalam AlQuran bahwa mayoritas orang kafir tidak akan kembali ke dunia ini; karena mereka akan disiksa pada hari Qiyammah nanti;

tetapi ALLAH adalah Tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang; sehingga minoritas orang kafir diberikan kesempatan ke dua untuk kembali ke dunia ini; supaya mereka beriman dan bersyukur.


ALQURAN 2:55-56
55. dan kamu (orang2 Yahudi) berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepada kamu sebelum kami melihat ALLAH dengan nyata!" Akibatnya kamu (orang2 Yahudi) disambar oleh halilintar, sedang kamu (orang2 Yahudi) melihatnya.

56. Setelah itu kami bangkitkan kembali kamu (orang2 Yahudi) sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.


ALQURAN 2:73
ALLAH berkata: "Pukulah mayat itu dengan bagian dari anggota sapi betina itu!" Kemudian ALLAH mengihidubkan mereka (orang orang) yang telah mati; dan mempelihatkan kekuasaannya supaya kamu mengerti

ALQURAN 2:243
Apakah kamu tidak memperhatikan mereka (orang orang) yang keluar dari kampung halaman mereka. Jumlah mereka beribu-ribu karena mereka takut mati. ALLAH berkata kepada mereka: "Matilah kamu semua, kemudian ALLAH menghidubkan mereka kembali. Sesungguhnya ALLAH memiliki kasih sayang yang luas kepada manusia; tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur

ALQURAN 2:259
atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui satu negeri yang (tembok-temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Orang itu berkata: "Bagaimana ALLAH menghidubkan kembali negri ini yang telah hancur?"

maka ALLAH mamatikan orang itu selama 100 tahun, kemudian ALLAH menghidubkannya kembali. ALLAH  berkata: "Berapa lama kamu telah tidur disini?

Dia menjawab: "Saya telah tidur disini sehari atau setengah hari!"

ALLAH berkata: "Sesungguhnya kamu telah tinggal disini selama 100 tahun, lihatlah makanan dan minuman kamu yang belum berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang-belulang).

Kami akan menjadikan kamu sebagai tanda kekuasaan kami untuk manusia; dan lihatlah kepada tulang-belulang keledai itu, kemudian kami membalutnya dengan daging. Setelah nyata untuk orang itu maka dia berkata: "Saya yakin bahwa ALLAH adalah Tuhan yang maha berkuasa!"


ALQURAN 40:11
Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidubkan kami dua kali, kemudian kami mengakui dosa dosa kami.....

ALQURAN 2:28
Kenapa kamu kafir terhadap ALLAH, padahal kamu tadinya mati, lalu ALLAH menghidubkan kamu; kemudian mematikan kamu dan menghidubkan kamu kembali. Kamu akan berakhir dikembalikan kepada ALLAH

KESIMPULAN

Masih banyak keterangan di dalam AlQuran tentang Raj'ah (kembali) ke dunia ini untuk mereka yang kafir; karena ALLAH memberikan kesempatan ke dua kalinya untuk beriman dan untuk bersyukur; tetapi mayoritas orang Kafir tidak akan dikembalikan ke dunia ini.

Kaum Syiah percaya kepada Raj'ah (kembali) ke dunia ini setelah mati; karena ALLAH menerangkan di dalam AlQuran. Kaum Sunni tidak percaya kepada Raj'ah (kembali) ke dunia ini setelah mati.

Kaum Sunni dengan sengaja mengarang kebohongan2 tentang Raj'ah; seperti Kaum Sunni mengarang kebohongan2 tentang Imamah, tentang Nikah Mutah, tentang Taqiyyah dll hanya untuk mengkafirkan kaum Syiah.

Jika kita membaca ayat ayat ALLAH tentang Raj'ah (pengembalian) ke dunia ini di dalam AlQuran; maka kita akan dapat melihat bahwa mereka yang dihidubkan kembali oleh ALLAH tidak dilahirkan kembali atau tidak dimulai dari bayi.

Walaupun demikian, ALLAH adalah Tuhan yang maha berkuasa; boleh jadi banyak orang yang dilahirkan kembali dan dimulai dari seorang bayi. Ulama Syiah sendiri sering berbeda pendapat tentang Raj'ah (kembali) ke dunia ini.

Kaum Sunni tidak mengakui dan tidak mengenal Raj'ah (kembali) ke dunia ini; sehingga kaum Sunni menuduh Kaum Syiah sebagai orang2 murtad atau orang2 Kafir yang percaya kepada reinkarnasi.

Kaum Syiah memiliki tradisi yang berbeda dengan Kaum Sunni. Kaum Syiah mengharampakan dikuburkan di sebelam kuburan Imam Ali ibn Tholib di Kufa Iraq. Jika mereka dihidubkan kembali maka mereka akan mudah mengingat bahwa mereka adalah orang2 Islam yang mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi'ah).

RECORD DUNIA

Kuburan umum untuk Kaum Syiah yang berada di sebelah kuburan Imam Ali ibn Tholib merupakan kuburan terbesar di dunia; karena Kaum Syiah sejak 1400 tahun yang lalu sampai sekarang ini menghendaki untuk dikuburkan disana.

Kuburan umum untuk Kaum Syiah tersebut memiliki lebar 30 Km dan panjang 50 Km; dan dari tahun ke tahun bertambah lebar dan bertambah panjang; karena Kaum Syiah dari dunia misalnya AS, Canada, Inggris, Jerman, Pakistan, Yaman, Kuwait, Saudi Arabia, Syiria dll menghendaki dikuburkan di sebelah kuburan Imam Ali ibn Tholib.

Jika mereka dihidubkan kembali; maka mereka akan dapat mengingat bahwa mereka adalah pencinta dan pengikut Rasulullah dan Ahlul Bait (Ali, Fatimah, Hasan dan Husain).
« Edit Terakhir: 10 November 2009, 14:35:29 oleh Muhammad Abdullah »
ALQURAN 2:21
Hai manusia; sembahlah Allah; Tuhan yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu; supaya kamu beruntung.

Offline iorme_vga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.878
  • Lokasi: /home/iorme_vga
  • Jenis kelamin: Pria
  • lawan kesewenang-wenangan!!!
    • Lihat Profil
    • just I or me
« Jawab #209 pada: 09 November 2009, 14:18:24 »
bukannya menghidupkan kembali seperti pada Al baqarah ayat 28 itu maksudnya dihidupkan di alam kubur kemudian dihidupkan lagi setelah kiamat? bukan dihidupkan lagi ke dunia
no signature %peace%