Penulis Topik: islam agama yang paling benar?  (Dibaca 1512 kali)


Offline mardi m

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2009
  • Tulisan: 242
    • Lihat Profil
« Jawab #60 pada: 08 November 2009, 13:42:08 »
Kutip
Oh ya ?
penyebaran Katolik di filipina?
Penyebaran Katolik di Spanyol?

googling aja bro

jangan ngomong sejarah bro. seperti air didulang nanti kena muka sendiri. he he he. semua agama memiliki periode syiar yang kelam kog. jadi percuma masuk ke situ.

Kutip
Bukan tugas umat Muslim untuk MEYAKINKAN atau MENGISLAM kan orang lain.

Tugas Muslim hanya berdakwah, menyampaikan kebenaran dengan tidak menambah nambahkan dan tidak mengurangi suatu keterangan dari Allah dan RasulNya. masalah orang lain mau yakin mau engga ya itu urusan individu masing masing.

Apakah sudah terjawab?

saya tidak tahu terjawab mananya dari pertanyaan saya. sepertinya saya tidak menantikan jawaban ini deh. :P mohon perhatikan kembali judul threadnya.

Kutip
sebuah agama benar, tolak ukur benarnya bisa dilihat darimana?
kalau anda bertanya ke penganut agama tersebut, 100% akan mengatakan agama yang dianutnya benar...

kecap mang no 1 ya bro. sama saya juga.

Offline 127.0.0.1

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 669
  • Lokasi: Celebes Island
  • Jenis kelamin: Wanita
  • In the Name of Allah..
    • Lihat Profil
« Jawab #61 pada: 08 November 2009, 15:31:44 »
ya sudah, kalo gitu tentukan sj tolak ukurnya dari mana,
biar gak muter2 kayak tret2 lain..

coz kalo diliat dari judul tret, tiap orang akan menggunakan tolak ukur masing2..

Offline d4vid_r5

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.918
  • Lokasi: behind proxy...
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
« Jawab #62 pada: 08 November 2009, 15:37:32 »
kecap mang no 1 ya bro. sama saya juga.
tapi tetap, ada pengujian, bahwa kecap itu adalah yang no 1 8-)

nah dalam hal agama, dan dalam thread ini, anda akan berdiskusi dengan tolak ukur apa? sok lah :ehm:
Hal paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya.
:)

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #63 pada: 08 November 2009, 22:59:15 »
Kutip dari: mardi m
fitnah. bagaimana anda tahu orang kristen memaksa orang lain masuk kristen? sebaliknya orang yang tertarik masuk kristen dihalangi banyak. tuh lihat kasus lina joy di malaysia. bahkan pemerintah bukan lagi individu ikutan maksa. (googling aja bro).

anda bertanya ttg "bagaimana anda tahu org kristen memaksa org lain masuk kristen?"

ya jawaban saya "penyebaran katolik di filipina dan spanyol" -> masuk kristen atau mati, itu bukan hanya pemerintah, KERAJAAN yg turun tangan lho, inget kasus inkuisisi oleh Gereja? itu wakil kristus lho yg memerintahkan

mengenai pertanyaan anda, bukti Islam sbg agama yg benar -> Al-Qur'an
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK:

Offline mardi m

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2009
  • Tulisan: 242
    • Lihat Profil
« Jawab #64 pada: 09 November 2009, 01:40:52 »
jangan ngomong sejarah agama ahhh bro opus. nanti mendulang air terpercik muka sendiri. nanti saya cerita perang sodara atau sejarah perang Islam kalian ngga suka. Lagipula di sini saya bertanya din nya bukan yang lain.

eh kog thread sebelah masuk sini ya bro. apa tidak bisa dipisah-pisahkan sesuai judul ya?

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.230
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #65 pada: 09 November 2009, 11:16:51 »
jangan ngomong sejarah agama ahhh bro opus. nanti mendulang air terpercik muka sendiri. nanti saya cerita perang sodara atau sejarah perang Islam kalian ngga suka. Lagipula di sini saya bertanya din nya bukan yang lain.

eh kog thread sebelah masuk sini ya bro. apa tidak bisa dipisah-pisahkan sesuai judul ya?

Posting aja koq repot ...

Lagian mana ada perang islam yang didasarkan pada doktrin infalibilitas gereja seperti katolik yang melahirkan inkuisi kejam sepanjang sejarah manusia ...

Selama masa rasulullah, ada kurang lebih 20 perang yang beliau ikuti. Berapa jumlah korbanya?? hanya 386 orang itu sudah termasuk musuh.

Selama cekcok katolik - protestan berapa korbannya?? 10 juta orang!!! menurut Voltaire, jumlah itu setara 40% populasi eropa tengah.

Siapa yang haus darah?? tidak usah berkelit lah ...


Offline Asmaraningtyas

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 3.403
  • Trahing kusuma, rembesing madu wijining andanatapa
    • Lihat Profil
« Jawab #66 pada: 09 November 2009, 14:57:46 »
coba kasih pandangan yang lain tyas. konsep interaksional tauhid nya sudah cukup. misalnya bagaimana konsep keadilan yang menjadi pesan utama islam itu diterapkan.
kurang spesifik..jadi aku nggak ngerti keadilan seperti apap yg sampeyan inginkan....kalo sampeyan bisa memberi gambarn lebih jelas ttg yg sampeyn ingin tahu isnsyaallah ananti aku terangkan lagi.....
Kalo datang tidak bawa damai tapi malah pedang dan pisahkan anak dari bapak, mantu dari mertua, mari berseru: "enyahlah iblis kau sandungan bagi ku"

Offline harjawan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #67 pada: 10 November 2009, 17:07:02 »
Setiap orang yang ditanya tentang kebenaran agama pasti akan mengatakan agamanya yang benar, bahkan orang atheis pun pasti menganggap dirinya yang benar. Tapi pasti ada kebenaran yang objektif. Kebenaran yang pasti diakui oleh setiap orang (jika dia mau jujur terhadap kebenaran itu).

Karenanya kita perlu parameter untuk menguji kebenaran itu. Karena kita bicara tentang agama, tentu saja parameternya harus berkaitan dengan agama. Masak parameternya adalah berapa gol yang telah dicetak, gak mungkin tho.  %peace%

Mas Asmaraningtyas sudah memberikan satu tawaran yaitu konsep tentang Tuhan. Mari kita bahas itu terlebih dulu. Biar tidak terlalu melebar. Kita bandingkan konsep ketuhanan yang dimiliki oleh agama-agama di dunia, paling tidak Islam dan Kristen.

Gimana?

Offline Manusia Biasa Saja

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 422
  • Kasih Karunia Saja
    • Lihat Profil
« Jawab #68 pada: 10 November 2009, 17:42:23 »
Setiap orang yang ditanya tentang kebenaran agama pasti akan mengatakan agamanya yang benar, bahkan orang atheis pun pasti menganggap dirinya yang benar. Tapi pasti ada kebenaran yang objektif. Kebenaran yang pasti diakui oleh setiap orang (jika dia mau jujur terhadap kebenaran itu).

Kebenaran ilmiah barulah kebenaran obyektif.
Kalo saya melihat dan mengalami bhw matahari itu panas,
Maka itulah kebenaran obyektif yang akan diakui semua orang di bumi.

Agama dan moralitas bukanlah kebenaran obyektif.
Sampai tahap tertentu, dia tetap subyektif.

Kutip
Karenanya kita perlu parameter untuk menguji kebenaran itu. Karena kita bicara tentang agama, tentu saja parameternya harus berkaitan dengan agama. Masak parameternya adalah berapa gol yang telah dicetak, gak mungkin tho.

Coba kita bicara ttg Tuhan sbg aspek sentral dari agama.

Apa sih parameter utk menguji kebenaran ttg Tuhan?
Satu-satunya parameter utk menguji kebenaran ttg Tuhan adl pada saat Tuhan bisa kita lihat secara nyata.

Jika saya tidak pernah melihat Tuhan dg nyata,
Mlainkan mjabarkan ttg Tuhan bdasarkn kata orang maupun bdasarkan logika saya,
Maka kebenaran yg saya tawarkan tidak akan obyektif bagi beberapa orang yg blm pernah melihat Tuhan.
Makanya jgn heran ada golongan Atheis.

Kutip
Mas Asmaraningtyas sudah memberikan satu tawaran yaitu konsep tentang Tuhan. Mari kita bahas itu terlebih dulu. Biar tidak terlalu melebar. Kita bandingkan konsep ketuhanan yang dimiliki oleh agama-agama di dunia, paling tidak Islam dan Kristen.

Gimana?

Skedar mbandingkan sih oke saja,
Tp utk mnyimpulkan mana yang paling benar ya tidak bisa.

Krn tidak ada parameter obyektif utk mengujinya.

Jika Al Quran diukur dg parameter Alkitab,
Maka ga masuk dia.
Alkitab diukur dg parameter Al Quran juga tidak akan masuk.

Lalu dengan apa?
Dengan logika?
Yang berlogika saja tidak pernah melihat Tuhan dengan nyata, bagaimana dia bisa memastikan apa yang dilogikakannya adalah benar adanya?

« Edit Terakhir: 10 November 2009, 17:46:14 oleh Manusia Biasa Saja »
Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.257
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #69 pada: 10 November 2009, 17:53:38 »
Kebenaran ilmiah barulah kebenaran obyektif.
Kalo saya melihat dan mengalami bhw matahari itu panas,
Maka itulah kebenaran obyektif yang akan diakui semua orang di bumi.
kalau dalam sudut pandang yang lebih tinggi, hal2 tsb masih bisa dikategorikan sebagai kebenaran subjektifnya manusia di bumi
jangan karena semua manusia merasakan matahari panas, maka itulah kebenaran hakiki
toh panas sendiri adalah respon otak atas informasi yang diberikan urat saraf

bayangkan ada makhluk lain yang hidup di matahari yang sama sekali tidak 'merasa' panas

Platonis mode ON :hihi:

Offline J-hadee

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 5.155
  • Jenis kelamin: Pria
  • Santai z muhanya
    • Lihat Profil
« Jawab #70 pada: 10 November 2009, 18:17:48 »
Menarik sekali apa yg disampaikan oleh ts. bgm myakinkan umat lain kalau islam adalah agama yang paling benar.
adakah muslim yang melakukannya? (meyakinkn umat lain kalau islam adalah agama yang paling benar).
jarang saya temui org yg masuk islam karena proses 'misionary' .
yang ada tuh karena pernikahan (Robin van Persie), karena pergaulan (Eric Abidal), karena hidayah + pencarian (Cat Stevens), akibat rasialist (black moslems), karena takjub (e.g baru pertama liat org shalat, mdengar suara adzan yang merdu), karena terpikat dengan akhlak seorg muslim yang kebetulan bagus


Posting Digabung: 10 November 2009, 18:19:18


Karena ALQUR!'AN, (biasanya ilmuan atau intelek)
Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih;
dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang
telah dijanjikan Allah kepadamu"
(Al Fushshilat: 30).

Offline nienie

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 3.486
  • Lokasi: Bekasi - Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Lihatlah dari sisi yang berbeda .^_^.
    • Lihat Profil
« Jawab #71 pada: 10 November 2009, 18:23:36 »
^ ada juga yang karena perbandingan Islam dengan agama lain..

Apa sih parameter utk menguji kebenaran ttg Tuhan?
Satu-satunya parameter utk menguji kebenaran ttg Tuhan adl pada saat Tuhan bisa kita lihat secara nyata.


tulisan yang dibold menarik tuh pak...
apakah harus dengan melihat secara kasat mata 
bagaimana tahu dalam diri ini ada jantung
apakah harus melihatnya dengan bunuh diri dulu :hmmm:

" Proses Menjadi Baik Itu Panjang..Tapi Keputusan Untuk Memulai Menjadi Baik Hanya Memerlukan Waktu Beberapa Saat"

Offline d4vid_r5

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.918
  • Lokasi: behind proxy...
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
« Jawab #72 pada: 10 November 2009, 21:02:44 »
Apa sih parameter utk menguji kebenaran ttg Tuhan?
Satu-satunya parameter utk menguji kebenaran ttg Tuhan adl pada saat Tuhan bisa kita lihat secara nyata.
parameter tersebut juga bukan kebenaran obyektif.
darimana bisa menilai bahwa parameter tersebut benar? ::)

Hal paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya.
:)

Offline Axl W Rusyd

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.507
  • "Ciptaan Tuhan"
    • Lihat Profil
« Jawab #73 pada: 10 November 2009, 22:26:12 »
Coba kita bicara ttg Tuhan sbg aspek sentral dari agama.
Coba...  ;)

Apa sih parameter utk menguji kebenaran ttg Tuhan?
Satu-satunya parameter utk menguji kebenaran ttg Tuhan adl pada saat Tuhan bisa kita lihat secara nyata.
Entar kalau meninggal pasti ketemu kok pak... namun selagi kita masih hidup, dikaruniakan akal dan budi yang normal, maka ada FIRMAN-NYA ditengah-tengah kehidupan kita, yang mengajar dan membimbing manusia... itu bisa kita lihat sama-sama kan?...  :siul:

Jika saya tidak pernah melihat Tuhan dg nyata,
Mlainkan mjabarkan ttg Tuhan bdasarkn kata orang maupun bdasarkan logika saya,
Maka kebenaran yg saya tawarkan tidak akan obyektif bagi beberapa orang yg blm pernah melihat Tuhan.
Makanya jgn heran ada golongan Atheis.

Skedar mbandingkan sih oke saja,
Tp utk mnyimpulkan mana yang paling benar ya tidak bisa.

Krn tidak ada parameter obyektif utk mengujinya.

Jika Al Quran diukur dg parameter Alkitab,
Maka ga masuk dia.
Alkitab diukur dg parameter Al Quran juga tidak akan masuk.

Lalu dengan apa?
Dengan logika?
Yang berlogika saja tidak pernah melihat Tuhan dengan nyata, bagaimana dia bisa memastikan apa yang dilogikakannya adalah benar adanya?
SUMBER INFORMASINYA AJA DIUJI... ;) Anda menerima suatu konsep tentang Tuhan kan dari info BUKU terlebih dahulu, kenapa dari kata orang atau logika anda sendiri? anda bukan pembuat kitab suci bukan... :hihi: makanya kalau ada ayat-ayatnya yang ditambah atau dikurangi, atau mungkin dihilangkan PASTI ADA TUJUANNYA, ADA MAKSUDNYA, begitu pula ketika pada buku lain ayat-ayatnya DIBIARKAN UTUH SEPERTI SAAT DITURUNKAN, pastilah juga ada hikmahnya...  O0

Logika terbatas, akal terbatas, maka yang ada nyata didepan kita saja yang kita pelajari...  ::) bagaimana pak?...  :ehm:



Warning : " Wahuwa ma'akum ainamaa kuntum "
( Al Hadiid : 4 )

Offline mardi m

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2009
  • Tulisan: 242
    • Lihat Profil
« Jawab #74 pada: 10 November 2009, 23:57:47 »
wah jawaban-jawabannya semakin menantang nih. sayang waktu saya yang makin sedikit akhir-akhir ini. tapi saya mengikuti kog. saya sangat tertarik dengan gagasan apologetik atau debat atau penaklukan dari satu agama ke agama lain yang dijelaskan oleh rekan j hadee.

Kutip
Menarik sekali apa yg disampaikan oleh ts. bgm myakinkan umat lain kalau islam adalah agama yang paling benar.
adakah muslim yang melakukannya? (meyakinkn umat lain kalau islam adalah agama yang paling benar).
jarang saya temui org yg masuk islam karena proses 'misionary' . yang ada tuh karena pernikahan (Robin van Persie), karena pergaulan (Eric Abidal), karena hidayah + pencarian (Cat Stevens), akibat rasialist (black moslems), karena takjub (e.g baru pertama liat org shalat, mdengar suara adzan yang merdu), karena terpikat dengan akhlak seorg muslim yang kebetulan bagus

kalau ditanya sebaliknya tentu saya akan menjelaskan mengapa konsep agama kekristenan adalah agama yang paling benar, dan jawabannya memang sangat luas sama luasnya dengan apa yang rekan j hadee jelaskan.

Saya punya pendapat bahwa pada hakikatnya agama adalah benar bagi dirinya sendiri. Sifat absolutis agama. jika kemudian ada agama lain yang mengaku dirinya lebih benar atau yang lain salah itu adalah sebuah konsekuensi logis sebuah agama. bahkan sebuah agama yang sudah sangat terbuka dalam berinteraksi dengan agama lain di dalam suatu dialog yang lebih intens dan panjang akan berujung pada agama buddha yang paling benar.

dalam konsep pertanyaan saya ini adalah sebuah keberanian untuk melihat baik ke dalam atau keluar "benarkah agama saya yang paling benar? Baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain?" tentu pertanyaan ini bagi semua pengikut agama, sebuah pertanyaan otokritik yang ketika kita mempertanyakan orang lain pada saat yang sama kita mempertanyakan diri sendiri.


duh waktu saya tidak panjang. segitu dulu deh. terima kasih rekan forum. maaf jika belum sempat jawab yang lain.