Penulis Topik: salahkah tiap hari sholat dhuha??  (Dibaca 1113 kali)


Offline janggut_naga83

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.321
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Semoga Allaah Azza Wajalla mengampuni kita.. Amin
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 05 November 2009, 17:01:55 »

[/b]
..
" Artinya : Telah berkata Abu Sa'ied : Rasulullah SAW pernah sembahyang dluha, hingga kami sangka yang ia tidak akan tinggalkan dan Rasulullah biasa pula tinggalkan, hingga kami sangka yang ia tidak akan kerjakan "
(HR. Turmudzi)





Ngambang nich maksudnya apa mbak, menurutku berdasarkan hadits diatas shalat dhuha yang dicontohkan Rasulullah adalah sunnah. Dan lazimnya sunnah adalah penambah pahala ato penggugur dosa sebagai salah manfaatnya. Terkait bolehkah setiap hari? sah-sah aja, yang terpenting tidak menjadikan kewajiban.


Di sana Rasulullaah Shalallaahu`alaihi Wasallam mencontohkan dalam Shalat Dhuha  "lakukanlah sesekali dan tinggalkanlah sesekali"

Sesungguhnya Rasulullaah Shalallaahu`alaihi Wasallam menginginkan kemudahan bagi umatnya...

jadi terimalah kemudahan itu dengan rasa Syukur yang mendalam...

Sesungguhnya Rasulullaah Shalallaahu`alaihi Wasallam adalah yang paling baik Ibadahnya dan paling bertaqwa kepada Allaah Subhanahu Wata`ala

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.064
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #31 pada: 05 November 2009, 17:12:30 »
Duch, ini  mbak nienie yang nyamar ato beneran kang janggut nich %peace%

Offline aisya

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 6.171
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • I Love Allah
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 05 November 2009, 17:16:25 »
kayanya two in one dech :jaim:
I LOVE ALLAH

Offline andaleh

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.929
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #33 pada: 05 November 2009, 17:21:54 »
Di sana Rasulullaah Shalallaahu`alaihi Wasallam mencontohkan dalam Shalat Dhuha  "lakukanlah sesekali dan tinggalkanlah sesekali"

Sesungguhnya Rasulullaah Shalallaahu`alaihi Wasallam menginginkan kemudahan bagi umatnya...

jadi terimalah kemudahan itu dengan rasa Syukur yang mendalam...

Sesungguhnya Rasulullaah Shalallaahu`alaihi Wasallam adalah yang paling baik Ibadahnya dan paling bertaqwa kepada Allaah Subhanahu Wata`ala

Afwan kang, Rasulullah meninggalkan dhuha itu dengan tujuan agar tidak disangka sebagai kewajiban bagi umatnya. Rasulullah pun pernah meninggalkan sholat tarawih berjamaah di masjid agar tidak disangka sebagai kewajiban. Tapi itu bukan berarti kita harus berbuat begitu: kadang mengerjakan kadang meninggalkan. Kalau kita sanggup dan tahu bahwa dhuha itu bukan kewajiban, boleh saja dilakukan. Sama seperti sholat tarawih berjamaah yang pada akhirnya di zaman sekarang (di mulai dari zaman Umar bin Khatab), dilakukan sebulan penuh selama Ramadhan.

Offline janggut_naga83

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.321
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Semoga Allaah Azza Wajalla mengampuni kita.. Amin
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 05 November 2009, 17:38:02 »
Om.. saya yang kemudian.. Istri yang Posting Hadits

@Andaleh
InsyaAllaah nanti di bahas kembali ya kang...

Untuk saat ini saya ingin minta Tolong teman-teman untuk mencarikan Hadits mengenai Sahabat Rasulullaah Shalallaahu`alaihi Wasallam yang melarang Sahabatnya Untuk berpuasa penuh dan juga menahan untuk tidak menikah selama-lamanya..

InsyaAllaah nanti besok jika tidak ada halangan akan saya bahas kembali..

Offline aisya

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 6.171
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • I Love Allah
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 05 November 2009, 17:46:04 »
andaleh and janggut, kita sedang membahas dhuha lho, bukan yang lainnya.
please open new tret jika ingin bahas yang baru.
I LOVE ALLAH

Offline ber2

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 134
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 05 November 2009, 17:55:44 »
 :ehm:

Offline nienie

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 3.484
  • Lokasi: Bekasi - Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Lihatlah dari sisi yang berbeda .^_^.
    • Lihat Profil
« Jawab #37 pada: 05 November 2009, 18:10:55 »
Duch, ini  mbak nienie yang nyamar ato beneran kang janggut nich %peace%

Itu bener Oom Suami
sampe turun gunung jadinya  :hihi:


kayanya two in one dech :jaim:
emang apaan two in one  :p

Afwan kang, Rasulullah meninggalkan dhuha itu dengan tujuan agar tidak disangka sebagai kewajiban bagi umatnya. Rasulullah pun pernah meninggalkan sholat tarawih berjamaah di masjid agar tidak disangka sebagai kewajiban. Tapi itu bukan berarti kita harus berbuat begitu: kadang mengerjakan kadang meninggalkan. Kalau kita sanggup dan tahu bahwa dhuha itu bukan kewajiban, boleh saja dilakukan. Sama seperti sholat tarawih berjamaah yang pada akhirnya di zaman sekarang (di mulai dari zaman Umar bin Khatab), dilakukan sebulan penuh selama Ramadhan.

Pak Andaleh setahu ana segala sesuatu yang Rasulullah laksanakan itu pasti ada alasannya
begitu juga dengan pelaksanaan Shalat Dhuha ini

Ana setuju dengan pernyataan Pak Andaleh yang dibold pertama
untuk bold yang kedua mungkin bukan berarti kita menganggap enteng pak
maksudnya adalah seperti pernyataan Pak Andaleh bahwa sholat dhuha tidak wajib untuk dilaksanakan setiap hari
jika itu menjadi kewajiban maka tidak boleh ditinggalkan sehari pun

" Proses Menjadi Baik Itu Panjang..Tapi Keputusan Untuk Memulai Menjadi Baik Hanya Memerlukan Waktu Beberapa Saat"

Offline Cak_Taufiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 1.006
  • Lokasi: malang,balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • ABU_DARDA--->Cak_Taufiq
    • Lihat Profil
    • BELAJAR HIDUP
« Jawab #38 pada: 05 November 2009, 20:08:52 »
jadi,sebagai mana sholat tarawih malam pertama,kedua dan ketiga Rasulullah sholat di masjid sedangkan malam ke empat dan seterusnya sholat di rumah waktu di tanya kenapa Rasul tidak keluar untuk tarawih jawabanya adalah karena takut dianggap wajib oleh umatnya..
namun Rasulullah tidak pernah melarang umatnya untuk sholat tarawih secara rutin di masjid dalam satu bulan..

begitu juga sholat dhuha,Rasulullah juga pernah tidak melaksanakan sholat dhuhu berdasarkan hadisst
[qoute]

" Artinya : Telah berkata Abu Sa'ied : Rasulullah SAW pernah sembahyang dluha, hingga kami sangka yang ia tidak akan tinggalkan dan Rasulullah biasa pula tinggalkan, hingga kami sangka yang ia tidak akan kerjakan "
(HR. Turmudzi)
[/quote]

tapi apaka ada Rasul melarang umatnya untuk tidak melaksanakan sholat dhuha secara rutin tiap hari?

sajauh ini baru hadist2 tentang keutamaannya dan tata caranya yang saya tau..
Kejayaan dan kesuksesan hanya ada dalam pengamalan agama yang sempurna,sebagaimana Agama yang di bawa oleh Baginda Rasulullah saw.
(wajibbelajar27.multiply.com)

Offline nabeel

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.671
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #39 pada: 05 November 2009, 22:54:29 »
[oot : on]

Untuk saat ini saya ingin minta Tolong teman-teman untuk mencarikan Hadits mengenai Sahabat Rasulullaah Shalallaahu`alaihi Wasallam yang melarang Sahabatnya Untuk berpuasa penuh dan juga menahan untuk tidak menikah selama-lamanya..
Sebentar... kang.
Yang ditanya hadits Rasulullah SAW ya?

Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada puasa bagi orang yang berpuasa selamanya." Muttafaq Alaihi.


cmiiw

[oot : off]
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline poony_moony

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 4.014
  • Lokasi: SaudiArabia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • sebentuk hati berpenyakit sebongkah jiwa pnuh dosa
    • Lihat Profil
    • kumpulanhadist
« Jawab #40 pada: 06 November 2009, 02:11:28 »
Dalam hal ini ada bbrp pendapat para ulama terdahulu, (ada empat pendapat) tapi kita coba bahas hanya dua pendapat saja,diantaranya:

Pertama kelompok Yang Menyatakan Sunah  Dengan Kesunahan Yang Terus Menerus, dan inilah pendapat mayoritas ulama sejak dahulu. Mereka bersandar kepada hadist2 tentang keutamaan shalat dhuha, diantaranya:

 Dari Abu Dzar Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Hendaknya di antara kalian bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka setiap bacaa tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah,  setiap bacaan tahlil adalah sedekah, setiap bacaan takbir adalah sedekah, beramar ma’ruf adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan itu semua sudah tercukupi dengan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Muslim No. 720, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra, No. 4677, 19995, Ibnu Khuzaimah No. 1225)


Dari Buraidah Radhiallahu ‘Anhu, “Aku mendengar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Dalam tubuh manusia terdapat 360 tulang. Ia diharuskan bersedekah untk tiap ruas tulang itu.” Para sahabat bertanya: “Siapa yang mampu melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Dahal yang ada di masjid lalu ditutupnya dengan tanah, atau menyingkirkan gangguan dari jalan, atau sekali pun tidak mampu maka shalatlah dua rakaat pada waktu dhuha.” (HR. Ibnu Hibban ,uga diriwayatkan oleh Abu daud dan Ahmad)


Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata:

“Kekasihku telah mewasiatkan aku tiga hal agar aku jangan tinggalkan sampai mati. 1. Puasa tiga hari setiap bulan. 2. Shalat dhuha.3. Shalat witir sebelum tidur.”   (HR. Bukhari No. 1124, 1880, Muslim No. 721,  Abu Daud No. 1432, Ad Darimi No. 1454, 1745)



Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Tidaklah yang menjaga shalat dhuha melainkan orang yang Awwab,” Dia bersabda: “Itulah shalat Awwabin.” (HR. Al Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Ath Thabari).


Dari Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Shalat Awwabin (orang yang suka taubat) waktunya adalah ketika unta merasakan panas.” (HR. Muslim No. 748, Ad Darimi No. 1457, Ibnu Hibban No. 2539)


Hadist2 diatas adalah sebagian dari hadits-hadits yang menjadi dasar sunahnya shalat dhuha dan keutamannya, dan masih banyak hadist ttg keutamaan2 shalat dhuha.Dengan kesunahan yang dapat dilaksanakan secara terus menerus. Ini menjadi madzhab jumhur (mayoritas) ulama Islam.


Yang kedua, adalah kelompok Yang Menyatakan Sunah Tetapi Sesekali Saja

Mereka menyandarkan nya kepada sebagian hadist sahabat seperti Aisyah, Ibnu MAs’ud, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan tabi’in seperti Said bin jubeir, dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad, seperti riwayat-riwayat  yang mendasari pendapat mereka:
 

Dari Abu Said Al Khudri Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaksanakan shalat dhuha sampai kami mengatakan bahwa Beliau tidak pernah meninggalkannya, dan Beliau meninggalkannya sampai kami mengatakan bahwa Beliau tidak pernah mengerjakannya.” (HR. At Tirmidzi, beliau menghasankannya)


Dari Abdullah bin Syaqiq Radhiallahu ‘Anhu, katanya: “Aku bertanya kepada ‘Aisyah:

“Apakah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat dhuha?” ‘Dia menjawab: “Tidak, kecuali sepulangnya dari bepergian.” (HR. Muslim No. 717,  Abu Daud No. 1292, Ibnu Hibban No. 2527, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 4691, Ibnu Khuzaimah No. 2132)



Hadits ini menjadi dalil yang sangat jelas, sebab ‘Aisyah adalah orang terdekatnya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat jarang shalat dhuha, sampai-sampai dikatakan: “Tidak, kecuali sepulang dari bepergian.”


Saya menemukan dalam kitab Zaadul Maad, Ibnu Qoyyim berkata dalam kitabnya:         

Syu’bah meriwayatkan dari Habib bin Asy Syahid dari ‘Ikrimah, katanya: “Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu melaksanakan shalat dhuha di suatu hari dan meninggalkannya selama sepuluh hari.” Syu’bah juga meriwayatkan dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Beliau tidak pernah melakukan shalat dhuha, tetapi bila sampai ke Masjid Quba, barulah dia melakukannya. Dia mendatangi Masjid Quba setiap Sabtu.

 
Sufyan meriwayatkan dari Al Manshur, katanya:”Mereka tidak suka melakukannya secara rutin seperti shalat fardhu. Mereka melakukan dan juga meninggalkan.” Said bin Jubeir berkata: “Sesungguhnya aku meninggalkan shalat dhuha, betapa pun aku ingin melaksanakannya, karena khawatir dianggap sebagai kewajiban bagiku.” Masrur mengatakan: “Kami belajar Al Quran di Masjid. Setelah Ibnu MAs’ud berdiri masih ada waktu tersisa, kemudian kami melakukan shalat dhuha. Hal ini disampaikan kepada Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu. Beliau berkata: “Wahai hamba Allah, kenapa kalian membebankan apa-apa yang Allah tidak bebankan? Tapi jika kalian tetap ingin melaksanakannya, lakukanlah dirumah kalian. Diriwayatkan bahwa Abu Mijliz menjalankan shalat dhuha di rumahnya.

 
Mereka berkata: “Itu lebih baik agar orang-orang tidak menyangka bahwa itu adalah wajib karena terus dilakukan atau nanti disangka sebagai sunah rawatib. Maka dari itu ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, mengatakan: “ Andaikan itu ditunjukkan oleh kedua orangtuaku, pastilah aku tidak akan meninggalkannya". Maka ‘Aisyah pun menjalankannya di rumah sehingga manusia tidak melihatnya(meninggal).(Zaadul Ma’ad, 1 tentang shalat dhuha)

 
Jika kita melihat alasan kelompok ini yang paling esensi adalah ketakutan/kekhawatiran bahwa shalat dhuha akan dianggap wajib. Maka kalau demikian, jika alasan ini sudah tidak ada, dan umumnya manusia sudah mengetahui bahwa memang shalat dhuha tidak wajib, maka tidak mengapa bagi yang mau merutinkannya. Sebab, -pada kasus lain- walau pun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggalkan tarawih berjamaah di masjid pada malam keempat karena khawatir manusia menyangka itu wajib, tetaplah  ulama kaum muslimin sejak masa sahabat memahami bahwa tarawih berjamaah di masjid adalah sunah, dan kesunahannya tidak sesekali saja, tetapi terus-menerus selama bulan malam Ramadhan.

Wallahu A’lam

* kita tinggal memilih pendapat yang mana yang akan diambil, yang menentramkan hati kita, karena keduanya jg mempunyai alasan dan sandaran.

Dan tentu Allah Lebih Menetahui Tentang Hal ini. Allahu A'lam.
« Edit Terakhir: 06 November 2009, 10:26:28 oleh poony_moony »

" Read the name of the Lord who created "

Memurnikan ketaatan untuk Allah semata, mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ta'ala,ridha dengan ketentuanNya, serta sabar dalam
ketetapanNya, dan beriman dengan segala takdirNya

"Astagfirullahaladziim Waatuubu Ilaiih"
[

Offline sahabat

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 959
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 06 November 2009, 02:41:18 »
Yang namanya bid'ah itu sebenernya ajaran baru yang tidak dikenal sebelumnya.

misalnya tiba-tiba ada shalat sunah hidup atau shalat wajib martil, atau dhuha di waktu sore nah itu bid'ah, .

Shalat dhuha itu jelas ada tata caranya bahkan waktunya dan jelas hukumnya, dan tidak ada larangan dilaksanakan tiap hari.

selama tata caranya sama waktunya sama dan hukumnya nggak berubah boleh saja dilakukan tiap hari.
“ Dengan kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, carilah kebahagiaan akhirat, tapi jangan engkau lupakan nasibmu dalam dunia ini. "-QS28:77.
"Dan tentang karunia Tuhanmu, hendaklah engkau sebarkan..

Offline servodaeman

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 2.030
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • muslim itu bersaudara
    • Lihat Profil
    • Portal
« Jawab #42 pada: 06 November 2009, 02:54:41 »
:)
tahu hukumnya
punya waktu
dahulukan yang wajib
:topOK:
http://www.abdulrahman-oman.co.nr/
God Just One && Mohammed is The last Messenger

Offline aisya

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 6.171
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • I Love Allah
    • Lihat Profil
« Jawab #43 pada: 06 November 2009, 04:55:22 »
:ehm:

nih mana pendapatnya? koq icon doank sih :siul:
I LOVE ALLAH

Offline 127.0.0.1

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 669
  • Lokasi: Celebes Island
  • Jenis kelamin: Wanita
  • In the Name of Allah..
    • Lihat Profil
« Jawab #44 pada: 06 November 2009, 06:30:30 »
@ ukhti aisya
kalimatku 'biar keliatan sunnahnya' itu sambungan dari statemen yg di atasnya,
maklum pake hp, jd gak bisa post byk2..


Posting Digabung: 06 November 2009, 06:31:14


silahkan dilanjutkan diskusinya :)