Penulis Topik: LUAR BIASA!  (Dibaca 492 kali)


Offline 0ch1e

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 3.276
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ^ myQ bdg yg kompak on GTS-GTP
    • Lihat Profil
« pada: 06 November 2009, 08:00:29 »
nampangin artikel lama <12 Oktober 2008 > dari blog chie yang di wordpress...
reminder me again bout these statement :(

Kutip
Before, ci mohon maaf kalau artikel yang satu ini terasa meloncat-loncat. Maklum, lagi semangat2nya. Plus, sengaja, biar terkesan more serius, ci ganti kata ganti “ci” dengan “aku”. Kalau ada persamaan nama, maka ini adalah kesengajaan dan memang di kehidupan nyata terjadi apa adanya.

BTW, ci suka dengan semangat yang ditahan untuk dikeluarkan sedikit2… daripada semangat yang meledak lalu lenyap seketika. Mudah2an kita bisa masuk yang ci sukai, hehe… kalian juga lebih suka hal yang sama, kan? Jadi maksa opini gini… Sok atuh, mangga tadarus… IQRA!
===================

Suatu hari setelah rapat BKM, mas’ul kami, Tony Teknik Mesin ITB 2005, memberikan sebuah artikel tentang pembuatan terowongan bawah tanah yang dilakukan oleh Amerika Serikat sampai negara musuh Perang Dunia-nya Uni Soviet. Meskipun sempat terjadi pertentangan di badan intelegent rahasia itu, akhirnya untuk mendapatkan kemenangan, tim itu bergerak juga.

Kesungguhan mereka patut diacungi dua jempol. LUAR BIASA! Terowongan yang panjangnya beratus kilo meter itu benar-benar nyata dan mencuri cukup banyak informasi pihak lawan. Memang akhirnya diketahui juga oleh Uni Soviet, tetapi proyek itu bagaimanapun pernah berhasil dibuat.

Beranjak ingatanku ke negeri yang sering kuimpikan menjadi tempat kuliahku suatu saat: Jepang. Mereka pun LUAR BIASA! Sinkansen yang sampai saat ini sering aku ingin mencobanya, bukankah karya itu pun sangat dahsyat?

Otak apakah yang bisa membuat karya sedemikian? Apa bedanya dengan otakku, otak teman2ku, otak orang Indonesia? Tidak ada! Susunan proteinnya sama kok, ukuran pun tidak berpengaruh. Nol Besar dengan konsep Darwin tentang volume otak lebih besar artinya lebih cerdas!

Attitude, itulah alasannya, kata seorang trainer. Namun, aku sendiri ingin menambahkan setelah terinspirasi film Laskar Pelangi. Apa coba? Yang diucapkan berulang-ulang oleh salah satu kepala sekolah terbaik negeri ini: “Tak pernah menyerah dengan cita-cita! Keinginan memberi sebanyak-banyaknya; bukan mendapat sebanyak-banyak…”

Masalahnya, kita /*qta? lo aja kali, ci; gua ngga…*/ sering terjebak pada kepesimisan. Merasa tidak mampu, merasa tidak mungkin, merasa lemah sampai akhirnya merasa lelah sendiri… padahal kemampuan yang Allah berikan kepada seorang manusia adalah LUAR BIASA! Bukankah yang membuat karya-karya fundamental (mendasar) dan monumental (bersejarah) itu adalah manusia? Kenapa tidak optimis saja?
/*diiringi lagu optimis sajalah-nya tashiru*/

Satu lagi, aku tidak menyebut mereka secara pribadi seperti contoh-contoh lain, tanya alasannya? Karena aku sendiri akhir-akhir ini merasa saat bersama-sama dengan teman (hidup bersosial) ternyata membuat hidupku lebih hidup. Saat sebatang lidi membutuhkan energi super besar untuk memindahkan sebuah daun kering dan mungkin patah, ternyata seikat lidi membutuhkan energi lebih sedikit untuk memindahkan banyak daun kering…

Jadi, menurutku, yang membedakan orang yang menuliskan tinta sejarahnya sendiri (sebut saja: orang besar) dengan orang yang tidak berarti apa-apa (orang kerdil) adalah:
Orang besar memiliki cita-cita yang sangat tinggi dan jangka panjang
Orang kerdil memiliki cita-cita yang sempit dan jangka pendek

Orang besar selalu optimis sehingga ia mencari-cari alasan untuk bergerak /*di belakang perjuangan seorang mukmin untuk din, ada kekuatan yang Maha Besar: Allah… percayalah!*/
Orang kerdil selalu pesimis sehingga ia mencari-cari alasan untuk tidak bergerak

Orang besar hidup untuk orang banyak sehingga ia dikenal dan dicintai
Orang kerdil hidup hanya untuk dirinya sendiri sehingga ia tidak banyak dikenal, terlebih dicintai

Pernah aku mendapat artikel dari korwat BKM-ku, Dewantika Teknik Elektro 2005, tentang konsep hidup yang salah: “take and give” padahal hidup akan jauh lebih menyenangkan jika berkonsep: “give and receive”. Sebagai seorang mukmin apalagi, seharusnya kita meyakini hal ini. Saat kita memberi, kita tak perlu khawatir karena balasan di sisi Allah adalah yang terbaik.

Terserah apakah Dia akan membalasnya saat ini juga (di dunia) atau suatu saat kelak (di akhirat) atau bahkan kedua-duanya. Karena bagaimanapun saat kita menanam kebaikan, yang akan kita tuai adalah kebaikan. Minimal (dan lebih dari cukup) yang akan didapat adalah kebahagiaan yang hakiki: kedamaian dalam hati. “Asalkan Allah ridha… Asalkan Allah tidak murka…” /*ingatkah ucapan siapa ini? Allahumma shalli ‘alaa Muhammad*/

Kembali lagi ke orang besar. Orang besar pasti terkenal, mukmin seharusnya memiliki keyakinan ini. Tidak percaya? Aku pernah dengar kisah ini dari seniorku, Anis Teknik Informatika 2005, ada seorang sahabat Rasulullah /*maaf, lupa namanya*/ yang sabda Rasulullah namanya sering disebut-sebut di majelis Allah, yakni majelisnya para malaikat. Sekalipun para sahabat yang lain tidak begitu mengenalnya (tidak terkenal di bumi), ia terkenal di langit. Bukankah dia LUAR BIASA?

/*Mulai turun nih semangat ci. Keep be a fighter, Friends!*/
Nah, kita kan masih kecil nih /*halah, ci usiamu udah kepala dua… udah banyak yang berkarya di usia belasan, gitu*/… ayo kita berkarya! Mumpung masih mahasiswa, yang katanya masih banyak ditoleransi jika berbuat kesalahan… kita nakal-nakal aja yuk! Nakalnya yang positiflah, ya… karena sekeping kepedulian yang terpendam /*huhu, bahasanya*/ bukan sekedar untuk diri sendiri, tapi untuk orang-orang yang kita cintai, insya Allah.

Minimal perangi dirimu sendiri… karena sabda Rasulullah sendiri setelah jihad qital (perang), jihad yang paling berat dan terjadi setiap saat adalah memerangi hawa nafsu sendiri. Nafs (baca: jiwa) kita yang lemah dan sering dibisiki kekhawatiran, ketakutan, keraguan, dan perasaan serba keterbatasan oleh musuh bebuyutan kita: syaithan harus kita kekang. Menjadi LUAR BIASA di matamu sendiri, Fren, dari sekarang juga… why not? Let’s say: AKU BISA!


kalimat2 motivasi ini turun dari hati untuk diri sendiri dan teman2ku yang kucintai

saatnya kita optimis! keluarlah dari krisis pesimis…

Ditulis dalam diary muslimah
« Edit Terakhir: 22 November 2009, 08:26:54 oleh 0ch1e »
bukan kemarin yang harus terus-terus dipikirkan
bukan besok yang harus terus-terus dikhawatirkan
melainkan hari ini yang harus benar-benar diikhtyarkan

SEMANGKA!

Offline Lemahabang

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 514
  • Lokasi: Jung Galuh
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku orang Indonesia
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 06 November 2009, 08:19:31 »
Ada yang baru mengenal Tuhan sebatas pemilik keajaiban, tetapi tidak meminta Tuhan menggunakan keajaiban itu untuknya - baru sebatas memuja dan memuji tapi lupa meminta. Karena sebagian orang doa-nya hanya berisi keluhan. Malu memita, merasa tidak pantas meminta. Meskipun Tuhan Maha Mengerti, tetapi Tuhan ingin sekali kita tegas mengakui keadaan dan kemampuan Beliau, dengan kita memanjatkan permintaan secara jelas.

Tetapi bagi orang hebat, dia tidak berhenti hanya dengan meminta keajaiban kepada Tuhan, tetapi memilih untuk menjadi pelaksana dari keajaiban2 Beliau. Bagi pribadi yang hebat, mintalah kepada Tuhan untuk memberikan sebagian kemampuan ajaib Beliau kepada kita. Sehingga Beliau titipkan sebagian dari kemampuan itu pada diri kita. Kita mengenalnya dengan istilah wibawa, pengaruh, intuisi, kharisma dll. Kalau kita betul2 mengakui keberadaan Beliau sebagai pemilik dari keajaiban, dan telah meminta Beliau melakukan keajaiban dalam hidup kita - sekarang beranikan diri untuk datang kepada Beliau, ”Tuhan, aku memohon kepada-Mu, berikan kepadaku sebagian dari kemampuan-Mu untuk menyebabkan kebaikan bagi sesamaku.” Sadarilah bahwa anda adalah ciptaan Tuhan yang sangat berharga. Apakah anda berbicara penuh kasih sayang kepada diri anda sendiri? apakah anda sebut nama anda dengan penuh penghormatan?Maka hormatilah diri anda, letakan harga yang tinggi pada diri anda, dan anda akan mulai melangkah dan bertindak seolah anda membawa kristal berharga senilai lebih dari jutaan dollar.
Knocking on heaven's door ....

Offline andaleh

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.929
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #2 pada: 06 November 2009, 08:44:12 »
^

Mantap bro, tambahannya. O0

Tapi

”Tuhan, aku memohon kepada-Mu, berikan kepadaku sebagian dari kemampuan-Mu untuk menyebabkan kebaikan bagi sesamaku.”

Gak sampe segitunya dong bro, karena Dia "Laitsa kamitslihi syai'un". Kemampuan-Nya berbeda dengan kita. Wa lam yakun lahu kufuan ahad.

Maka yang terbaik adalah kita berdoa agar menjadi "Luar Biasa" sesuai kadar kemanusiaan kita. Berdoa menjadi "Luar Biasa" dengan kemampuan yang wajar sebagai manusia.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda : “Sesungguhnya akan ada suatu kaum dari umat ini yang berlebihan dalam bersuci dan dalam berdoa” (HR Abu Dawud & Ibnu Majah)

Offline aisyahragil

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 8.023
  • Lokasi: Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Sabar dan Ikhlas
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 06 November 2009, 08:52:28 »
hem berlebihan dalam bersuci dan berdoa ya pak Andaleh, bisa dijelaskan lebih lanjut?

Offline andaleh

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.929
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #4 pada: 06 November 2009, 09:55:28 »
hem berlebihan dalam bersuci dan berdoa ya pak Andaleh, bisa dijelaskan lebih lanjut?

gak di thread ini, mbak. :D Tapi bisa baca2 ini http://hikmatun.wordpress.com/2007/01/01/larangan-berlebihan-dalam-berdoa-2/

Offline Lemahabang

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 514
  • Lokasi: Jung Galuh
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku orang Indonesia
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 06 November 2009, 12:49:35 »
^

Mantap bro, tambahannya. O0

Tapi

Gak sampe segitunya dong bro, karena Dia "Laitsa kamitslihi syai'un". Kemampuan-Nya berbeda dengan kita. Wa lam yakun lahu kufuan ahad.

yg kita minta hanya sebagian saja, bro ..... sebagian keciiiiiil saja, itu sudah cukup untuk menciptakan kehidupan lbh baik

btw, thanks for comments
Knocking on heaven's door ....

Offline 0ch1e

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 3.276
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ^ myQ bdg yg kompak on GTS-GTP
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 08 November 2009, 00:32:50 »
lho?? artikel juga bisa dikomen sekarang??
:o
baru aja nyadar...

wah, syukran udah nambahin O0
trilogi sukses: doa + ikhtyar + tawakkal, ternyata tetep butuh: seimbang!
bukan kemarin yang harus terus-terus dipikirkan
bukan besok yang harus terus-terus dikhawatirkan
melainkan hari ini yang harus benar-benar diikhtyarkan

SEMANGKA!

Offline suchi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.230
  • Lokasi: makassar
  • Jenis kelamin: Wanita
  • little black cat ^^
    • Lihat Profil
    • my blog ^^
« Jawab #7 pada: 08 November 2009, 10:21:24 »

O0 TFS, nice tread :)

O0 buat usaha momod buat ga OOT :hihi:



"kebajikan itu adalah akhlak, sedangkan dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya"

Offline hisan_86

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 109
  • Jenis kelamin: Wanita
  • there's a will there's a way
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 08 November 2009, 18:09:36 »
aku bisaaa..aku pasti bisa..
bila ku gagal..setidaknya ku tlah mencoba.. :siul: (lagunya afi junior)

jazakallahu artikelnya
bukan take and give..tapi give and received... :)

Offline Lemahabang

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 514
  • Lokasi: Jung Galuh
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku orang Indonesia
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 09 November 2009, 16:44:39 »
BELAJAR DAN BEKERJALAH SEKUAT TENAGA (TAPI HALAL), SEOLAH TUHAN TIDAK AKAN PERNAH MEMBANTU

BERDOALAH DENGAN SEGENAP BATINMU, SEOLAH ILMU DAN KECAKAPAN TIDAK BISA MEMBANTUMU
Knocking on heaven's door ....

Offline 0ch1e

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 3.276
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ^ myQ bdg yg kompak on GTS-GTP
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 09 November 2009, 22:39:42 »
hehe, komen2nya mendukung...
ya bgitulah ;) klo gi pesimis ingat deh satu kalimat aja yg bisa menginspirasi di sini, mudah2an bisa cepetan bangkit

*ga peduli berapa kali kmu jatuh, yg terpenting adalah seberapa cepat kamu bangun dari jatuhmu O0
bukan kemarin yang harus terus-terus dipikirkan
bukan besok yang harus terus-terus dikhawatirkan
melainkan hari ini yang harus benar-benar diikhtyarkan

SEMANGKA!

Offline zero_to_hero

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.003
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup adalah Petualangan
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 21 November 2009, 20:05:32 »
"Optimis sajalah" bukannya itu lagu dari Tashiru.
"Nothing Impossible"
Begitulah manusia dengan segala kemampuan yg diberikan Allah bisa melakukan hal yg LUAR BIASA!
“SETIAP JUARA SELALU BERFIKIR DAN BERFIKIR DENGAN SEKUAT TENAGA BAGAIMANA CARANYA UNTUK BERHASIL”
“BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG JUARA SANTAI-SANTAI

Offline 0ch1e

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 3.276
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ^ myQ bdg yg kompak on GTS-GTP
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 22 November 2009, 08:26:20 »
oh iya, bener :wataw:
syukran koreksinya, baru nyadar juga ;)
bukan kemarin yang harus terus-terus dipikirkan
bukan besok yang harus terus-terus dikhawatirkan
melainkan hari ini yang harus benar-benar diikhtyarkan

SEMANGKA!

Offline Annawwaf

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2009
  • Tulisan: 214
  • Lokasi: Bandung, Jakarta, Bogor, Makassar, Padang, Sukabumi, hmm.. mana lagi ya.. Sementara ini di Jakarta..
  • Jenis kelamin: Pria
  • Tiada hari tanpa kebaikan dan perbaikan..
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 24 November 2009, 19:09:18 »
 :hmmm: :hmmm:
lho?? artikel juga bisa dikomen sekarang??
:o
baru aja nyadar...
No comment.. :siul:
Tiba-tiba aku jadi teringat satu ayat:
"Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"


Bukanlah kebahagiaan yang membuat kita bersyukur, tapi rasa Syukur itulah yang akan membuat kita bahagia...