Penulis Topik: [Story] Debat Jhana78 Dengan Rasul Palsu  (Dibaca 1441 kali)


Offline Jhana78

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 1.935
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • alam semesta adalah ayat-ayat Allah
    • Lihat Profil
    • Forum Diskusi Ilmu Logika
« Jawab #60 pada: 27 November 2009, 16:23:49 »
Yang jadi masalah,mereka semua tetap mengaku islam..
Padahal kan udah jauh dari nilai2 islam...
Apakah anda senang jika agama islam di belak-belokkan?

bodoh! Islam mana yang bisa dibelok-belokan? emanknya islam itu seperti mobil butut ente?

mustahil Islam dapat dibelok-belokan. kalau otak ente, mungkin saja bisa dibelok-belokan.
http://forumlogika.co.cc/
(Forum Diskusi Ilmu Logika)

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 11.598
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #61 pada: 27 November 2009, 16:47:39 »
Islam aspal ala chandra mukti, itulah agama butut n palsu!
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 11.598
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #62 pada: 27 November 2009, 16:47:53 »
Islam aspal ala chandra mukti, itulah agama butut n palsu!
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 11.598
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #63 pada: 27 November 2009, 16:48:35 »
Islam aspal ala chandra mukti, itulah agama butut n palsu!
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline bayan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 1.437
  • melihat dengan hati
    • Lihat Profil
« Jawab #64 pada: 30 November 2009, 09:17:54 »
mas jhana n supporter beliau mas lux....
jika memang sampeyan berdua memiliki sikap TOLERANSI YANG SANGAT BESAR SEPERTI ITU.... trus kenapa juga mas jhana repot2 ngajakin dialog sang rasul palsu tersebut.... dan kenapa juga mas jhana menyebutnya RASUL PALSU... seharusnya dengan pola pikir seperti sampeyan2 yang sangat pinter itu istilah rasul palsu itu seharusnya tidak boleh ada... karena dia dianggap palsu karena ada referensi yang sampeyan anggap original....
aneh aja saat sampeyan menganggap semua itu harus diterima dan tidak perlu dipermasalahkan...tetapi malah repot2 ngajakin debat n ngasi gelar rasul palsu.... ini ga konsisten namanya mas... :)
Jernihkan hati dengan Istighfar dan Dzikir

Offline Jhana78

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 1.935
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • alam semesta adalah ayat-ayat Allah
    • Lihat Profil
    • Forum Diskusi Ilmu Logika
« Jawab #65 pada: 30 November 2009, 09:27:25 »
mas jhana n supporter beliau mas lux....
jika memang sampeyan berdua memiliki sikap TOLERANSI YANG SANGAT BESAR SEPERTI ITU.... trus kenapa juga mas jhana repot2 ngajakin dialog sang rasul palsu tersebut.... dan kenapa juga mas jhana menyebutnya RASUL PALSU... seharusnya dengan pola pikir seperti sampeyan2 yang sangat pinter itu istilah rasul palsu itu seharusnya tidak boleh ada... karena dia dianggap palsu karena ada referensi yang sampeyan anggap original....
aneh aja saat sampeyan menganggap semua itu harus diterima dan tidak perlu dipermasalahkan...tetapi malah repot2 ngajakin debat n ngasi gelar rasul palsu.... ini ga konsisten namanya mas... :)

boleh aja kan mnganggap dia rasul palsu?

yang penting tidak merampas hak dia untuk beragama?

saya sangat menentang kekerasan terhadap Ahmadiyah. kendatipun begitu, tetap saya saya menganggap Mirza Ghulam Ahmad itu bukan nabi.

saya menganggap Lia Eden itu orang yang tertipu oleh bangsa Jin, karena jinnya memberi pengakuan kepada saya. tetapi saya tidak setuju kalau dia dipenjarakan. dia itu cuma korban penipuan si Jin. sharusnya jin itulah yang dipenjarakan.
http://forumlogika.co.cc/
(Forum Diskusi Ilmu Logika)

Offline bayan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 1.437
  • melihat dengan hati
    • Lihat Profil
« Jawab #66 pada: 30 November 2009, 09:49:03 »
boleh aja kan mnganggap dia rasul palsu?

yang penting tidak merampas hak dia untuk beragama?
dengan menganggap pemimpin kelompok itu sebagai RASUL PALSU mas jhana udah merampas hak dia dan pengikutnya untuk beragama.....
jika mas jhana mau konsisten.... saat mas jhana memberi gelar rasul palsu maka mas jhana sama saja dengan mengatakan bahwa ajaran mereka sesat... iya kan mas?
dan darimana mas jhana kemudian mengatakan bahwa ajaran mereka sesat? tentunya dari ajaran Islam yang ada saat ini dimana ajaran mereka menyimpang dari ajaran Islam yang mas jhana yakini...

jika mas jhana ingin bersikukuh melakukan One Man Show dan tidak mau melaporkan hal ini ke lembaga yang berwenang...itu juga hak mas jhana... tapi mas juga jangan lupa bahwa sebagai warga negara mas punya kewajiban untuk melaporkan hal2 yang menyimpang tersebut kepada lembaga yang berwenang...

saya sangat menentang kekerasan terhadap Ahmadiyah. kendatipun begitu, tetap saya saya menganggap Mirza Ghulam Ahmad itu bukan nabi.

saya menganggap Lia Eden itu orang yang tertipu oleh bangsa Jin, karena jinnya memberi pengakuan kepada saya. tetapi saya tidak setuju kalau dia dipenjarakan. dia itu cuma korban penipuan si Jin. sharusnya jin itulah yang dipenjarakan.
memang kekerasan harus tidak di kedepankan.... tapi coba mas jhana pikir kenapa kemudian kekerasan itu muncul kepada kelompok Ahmadiyah?

jangan kemudian memberikan penilaian bahwa ada sebagian temen2 muslim yang BEREAKSI (bukan BERAKSI) untuk melakukan pembelaan terhadap akidahnya adalah suatu bentuk penindasan terhadap kelompok ahmadiyah.... pada banyak hal umat Islam sering hanya BEREAKSI terhadap suatu AKSI yang dilakukan oleh orang2 lain.... tetapi entah kenapa kemudian umat Islam yang hanya BEREAKSI tadi kemudian menjadi yang dipersalahkan....
Jernihkan hati dengan Istighfar dan Dzikir

Offline luxmile

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 409
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #67 pada: 30 November 2009, 10:16:35 »
@Bayan

Kutip
mas jhana n supporter beliau mas lux....
jika memang sampeyan berdua memiliki sikap TOLERANSI YANG SANGAT BESAR SEPERTI ITU.... trus kenapa juga mas jhana repot2 ngajakin dialog sang rasul palsu tersebut....

Repot2...
berarti ternyata ada aksi alternatif --yg memang tidak sulit-- yg lebih bisa menekan reaksi emosional...

Kutip
jangan kemudian memberikan penilaian bahwa ada sebagian temen2 muslim yang BEREAKSI (bukan BERAKSI) untuk melakukan pembelaan terhadap akidahnya adalah suatu bentuk penindasan terhadap kelompok ahmadiyah.... pada banyak hal umat Islam sering hanya BEREAKSI terhadap suatu AKSI yang dilakukan oleh orang2 lain.... tetapi entah kenapa kemudian umat Islam yang hanya BEREAKSI tadi kemudian menjadi yang dipersalahkan....

Masing2 adalah aksi defensif:
1.> dg defensif dg resiko reaksi emosional massa,
2.> defensif dg resiko hasil yg lambat dan menuntut utk berfikir, berusaha, dan bersabar...
sama2 tak bisa dijamin kedua itu cara bakal menghasilkan solusi yg diharapkan,
tapi yg jelas cara 1 itu terbukti cenderung lebih destruktif,
betul ga?
Hanya setitik tinta-Nya...

Offline bayan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 1.437
  • melihat dengan hati
    • Lihat Profil
« Jawab #68 pada: 30 November 2009, 11:31:50 »
@Bayan

Repot2...
berarti ternyata ada aksi alternatif --yg memang tidak sulit-- yg lebih bisa menekan reaksi emosional...
mas lux.. maksut saya teh klo mas jhana n mas lux menganggap sang rasul itu bebas untuk meyakini keyakinannya...n ga perlu di "tangani"...sok dibiarin aja atuh mereka ga usah repot2 ngajakin dialog segala... gitu mas maksut saya mah.....
dengan ngajakin dialog mereka kan sama ajah mas jhana itu tidak menghargai mereka..... gitu mas maksut saya teh....

Masing2 adalah aksi defensif:
1.> dg defensif dg resiko reaksi emosional massa,
2.> defensif dg resiko hasil yg lambat dan menuntut utk berfikir, berusaha, dan bersabar...
sama2 tak bisa dijamin kedua itu cara bakal menghasilkan solusi yg diharapkan,
tapi yg jelas cara 1 itu terbukti cenderung lebih destruktif,
betul ga?

mungkin iya akibat dari reaksi tadi bisa bersifat destruktif....tapi itu masih ga seberapa dengan aksi destruktif yang dilakukan orang2 semisal ahmadiyah terhadap bangunan akidah umat Islam.... n destruktif ini kenapa ya tidak ada yg mempersoalkannya?? maybe memang itu tujuannya....
jadi beda banget kan mas...
- klo reaksi yang menyebabkan destruktif maka destruktif ini adalah dampak saja
- klo destruktif akidah ini bisa jadi memang adalah tujuannya
so.... silaken di timbang2 sendiri aja mas mana yang lebih "destruktif" ... :)
Jernihkan hati dengan Istighfar dan Dzikir

Offline luxmile

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 409
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #69 pada: 30 November 2009, 13:08:49 »
@bayan

Berarti anda memandang bahwa di "tangani" (memaksa) adalah satu-satunya cara,
sedangkan cara penyadaran lainnya selain di "tangani" (melalui aksi dominasi mayoritas) adalah aksi "membiarkan",
kan dipaksa tobat ga mau, ya mau tidak mau ya dipaksa minggat (ngaku murtad atau pergi dari komunitasnya sendiri)...
begitukah?
Hanya setitik tinta-Nya...

Offline bayan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 1.437
  • melihat dengan hati
    • Lihat Profil
« Jawab #70 pada: 30 November 2009, 13:30:23 »
@bayan

Berarti anda memandang bahwa di "tangani" (memaksa) adalah satu-satunya cara,
sedangkan cara penyadaran lainnya selain di "tangani" (melalui aksi dominasi mayoritas) adalah aksi "membiarkan",
kan dipaksa tobat ga mau, ya mau tidak mau ya dipaksa minggat (ngaku murtad atau pergi dari komunitasnya sendiri)...
begitukah?

mas lux....
klo sampeyan ngebaca tulisan saya dari awal...maka sampeyan akan menemukan bahwa saya cukup konsisten untuk menyarankan mas jhana untuk melaporkan kelompok ini kepada pihak yang berwenang karena di negara ini urusan hal ini tentu ada yang menangani dari pihak2 yang memiliki kewenangan...ini jauh lebih baik daripada melakukan aksi One Man Show seperti yang mas jhana lakukan sekarang...
kemudian alur berubah menjadi penanganan oleh pihak yang berwenang menjadi reaksi anarki dgn mengambil contoh ahmadiyah...
saya mencoba mengikuti alur tersebut dgn argumen seperti di atas bahwa membiarkan ahmadiyah dengan alasan kebebasan beragama sama dengan membiarkan aksi destruktif terhadap akidah umat islam.... kebayang ga saudara, anak, keponakan, sepupu mas lux terdestruksi akidahnya oleh paham semacam ini....

jika kemudian kelompok2 seperti ini tidak dapat merubah diri setelah ditangani oleh pihak yang berwenang maka sah2 aja jika kemudian hukum negara di terapkan kepada mereka..dan biasanya pada fase inilah reaksi dari masyarakat akan muncul.... jadi reaksi ini hanya karena dipicu oleh kelompok2 yang "bandel" tadi....

gitu mas lux.....

nah klo mas lux sendiri...dalam kasus seperti ini sebaiknya seperti apa penanganannya? dan apakah menurut mas lux aksi One Man Show mas jhana ini efektif untuk menyadarkan kelompok2 seperti ini?

logikanya aja mas... secara itung2an jika menurut mas jhana or mungkin mas lux penanganan oleh pihak berwenang tidak akan membawa hasil apa iya aksi One Man Show mas jhana akan membawa hasil? :)
Jernihkan hati dengan Istighfar dan Dzikir

Offline luxmile

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 409
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #71 pada: 30 November 2009, 13:51:43 »
Kutip
kebayang ga saudara, anak, keponakan, sepupu mas lux terdestruksi akidahnya oleh paham semacam ini...

Yang jelas bukan pemaksaan yg akan saya dahulukan,
tapi dengan pendekatan dialektis kekeluargaan misalkan,
pemaksaan ada di urutan ke sekian di kamus saya,
itupun jika ternyata ahmadiyah melalukan pemaksaan duluan...

Kutip
nah klo mas lux sendiri...dalam kasus seperti ini sebaiknya seperti apa penanganannya? dan apakah menurut mas lux aksi One Man Show mas jhana ini efektif untuk menyadarkan kelompok2 seperti ini?

logikanya aja mas... secara itung2an jika menurut mas jhana or mungkin mas lux penanganan oleh pihak berwenang tidak akan membawa hasil apa iya aksi One Man Show mas jhana akan membawa hasil?

Silahkan anda teruskan dg kang Jhana78 yg sudah menerapkan langsung metode itu kepada Rasul Palsu itu...

btw, penanganan pihak berwenang itu maksudnya gimana ya?
setau saya negara kita ini adalah negara yang sekuler,
tidak memihak agama/kelompok mayoritas/minoritas manapun dalam hal keyakinan...
Hanya setitik tinta-Nya...

Offline iorme_vga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.878
  • Lokasi: /home/iorme_vga
  • Jenis kelamin: Pria
  • lawan kesewenang-wenangan!!!
    • Lihat Profil
    • just I or me
« Jawab #72 pada: 30 November 2009, 14:08:36 »
^ bukankah ada undang2 tentang penodaan agama? :hmmm:

orang islam tapi mengajarkan hal2 yang tiak sesuai dengan Al Quran dan Sunnah termasuk penodaan agama bukan ya ::)
no signature %peace%

Offline anggon

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 2.311
  • Lokasi: Depan Layar
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #73 pada: 30 November 2009, 15:26:38 »
Dibujuki jhana kok ya mau saja :p
Sesungguhnya KAFIRlah orang-orang yang mengatakan, 'bahwasanya Allah salah seorang dari tiga'. Padahal sekali-kali tiada tuhan selain tuhan yang Esa

Offline bayan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 1.437
  • melihat dengan hati
    • Lihat Profil
« Jawab #74 pada: 30 November 2009, 15:34:29 »
mas lux.... tuch udah di jawab ma iorme...

kan juga bisa melalui lembaga seperti MUI... seperti yang baru2 aja terjadi di mojokerto dengan pendekatan dialogis dan tidak ada pemaksanaan akhirnya mereka bertobat.....

mengenai ahmadiyah juga udah difatwakan sesat oleh MUI (CMIIW).... nah tinggal aparat pemegang wewenang hukum mau follow up atau tidak....
dan sebagai umat yang merasa ternoda dan "gemes" ma kelompok yang udah di fatwa sesat tapi masih bandel kemudian bereaksi terhadap kebandelan mereka ya ga bisa disalain 100% mas...
kaya mas yg gemes ma adik mas yg bandel ga mau ngikutin aturan yang benar walaupun udah berkali2 dikasi tau...trus mas nyubit dia....  :)

Jernihkan hati dengan Istighfar dan Dzikir