Penulis Topik: Boleh kita membahagiakan anak non muslim di hari rayanya?  (Dibaca 200 kali)


Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 5.445
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
« pada: 19 November 2009, 04:05:55 »
Di sekolah, kami dianjurkan untuk menyumbangkan mainan yang akan diberikan kepada anak-anak dari keluarga miskin di kota tempat saya tinggal sekarang (pada saat ini terdapat 60.000 keluarga "homeless" di Los Angeles/Sumber keterangan guru saya) pada hari rayanya (natal).  Secara kemanusiaan, pastilah tidak apa-apa. Tetapi apakah secara syariat dibolehkan?. Adakah hadist yang menjelaskan hal itu?.

Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline dowi_ax

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 2.582
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 19 November 2009, 20:20:22 »
Memang ada kekhawatiran sumbangan tersebut sekaligus perayaan Natal. Kalau sifatnya perayaan maka ada kaitannya dengan ibadah, maka lakum diinukum waliyadiin. Bagaimana kalau diusahakan tidak dikait-kaitkan dengan perayaaan Natal ?

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 594
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 22 November 2009, 22:49:32 »
Hmm.... klo ngasihnya bukan pas natal sih ngga jd masalah ya.... hmmm......
Ayuk dijawab atuh! Sy jg pngen tahu
~ semua akan terasa indah, jika kita melakukannya dengan ikhlas : ) ~

Offline Akam

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2008
  • Tulisan: 69
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 22 November 2009, 23:08:13 »
Secara "kemanusiaan" sih boleh2 saja, itu pendapat saya. Tapi kalau membahagiakan agar si anak bisa ber natalan kayaknya melanggar aturan2 syariah, karena kita jelas gak mengakui yang namanya perayaan natal dan tidak pula ikut merayakan. Jadi ya kita tidak usah ikut menyuburkan.

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 5.445
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 23 November 2009, 02:11:52 »
@ Kang Dowi

Agak susah kalau gak dikaitkan dengan natal, wong guru saya bilang membahagiakan anak di saat natal. Atau mungkin saya niatkan buat membahagiakan anak-anak aja yah? masa bodo bodo mo buat natal apa nggak.

@ Kang Maru Sen


Ia ngashihnya emang gak pas saat natal, khan disekolah. Dikumpulkan dulu oleh panitia.

@ Akam

Itulah yang mengganggu pemikiran saya. Saat masih kecil, saya ingat gak punya baju buat lebaran karena belom dibeliin. Sedih banget rasanya, malu juga karena temen-temen udah pada pamer baju buat lebaran. Karena ingat itu, namanya juga anak-anak, saya ikut empati perasaannya anak-anak disini. Tapi, ya itu takut melanggar syariah.
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline poony_moony

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 4.014
  • Lokasi: SaudiArabia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • sebentuk hati berpenyakit sebongkah jiwa pnuh dosa
    • Lihat Profil
    • kumpulanhadist
« Jawab #5 pada: 23 November 2009, 03:50:56 »
kasih aja dengan diniatkan utk kemanusiaan, bkn utk merayakan, toh TS nya ga ikut ke perayaan natal tsb.

Insyaallah, Allah akan menilai dg niat kita, bkn dg perayaan tsb, jika memang tdk ada jln lain, utk menolak memberikan, apalagi memang kita berniat ingin membantu mereka, tp bkn membantu dlm hal perayaannya, toh perayaannya sendiri kita tdk ikut.

segala sesuatunya kembali ke niat awalnya.Allahualam Bisowaab.

" Read the name of the Lord who created "

Memurnikan ketaatan untuk Allah semata, mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ta'ala,ridha dengan ketentuanNya, serta sabar dalam
ketetapanNya, dan beriman dengan segala takdirNya

"Astagfirullahaladziim Waatuubu Ilaiih"
[

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 5.445
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 23 November 2009, 03:57:11 »
kasih aja dengan diniatkan utk kemanusiaan, bkn utk merayakan, toh TS nya ga ikut ke perayaan natal tsb.

Insyaallah, Allah akan menilai dg niat kita, bkn dg perayaan tsb, jika memang tdk ada jln lain, utk menolak memberikan, apalagi memang kita berniat ingin membantu mereka, tp bkn membantu dlm hal perayaannya, toh perayaannya sendiri kita tdk ikut.

segala sesuatunya kembali ke niat awalnya.Allahualam Bisowaab.

Iyah bener. Yang penting niat kita. Hanya untuk membahagiakan disaat mereka harusnya bahagia.
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline Maru Sen

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 594
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • be better and better!
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 24 November 2009, 20:02:14 »
Saya jg stuju tentang kemanusiaan,
tp apa ngga berkesan mendukung perayaan natal nantinya?
(lbh baik hati2/cari tahu dulu gimana baiknya menurut agama)

(waakkss! skarang dipanggil "kang"  :toe: )
~ semua akan terasa indah, jika kita melakukannya dengan ikhlas : ) ~

Offline poony_moony

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 4.014
  • Lokasi: SaudiArabia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • sebentuk hati berpenyakit sebongkah jiwa pnuh dosa
    • Lihat Profil
    • kumpulanhadist
« Jawab #8 pada: 25 November 2009, 10:27:35 »
^

kalau anda punya komentar lain, silahkan di share disini!

" Read the name of the Lord who created "

Memurnikan ketaatan untuk Allah semata, mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ta'ala,ridha dengan ketentuanNya, serta sabar dalam
ketetapanNya, dan beriman dengan segala takdirNya

"Astagfirullahaladziim Waatuubu Ilaiih"
[

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 25 November 2009, 17:20:07 »
natal di L.A ga sama kayak natal di indo, disana cenderung buat ber party2 ria
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK:

Offline Abdul Jabbar

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2009
  • Tulisan: 23
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 26 November 2009, 01:02:08 »
Di sekolah, kami dianjurkan untuk menyumbangkan mainan yang akan diberikan kepada anak-anak dari keluarga miskin di kota tempat saya tinggal sekarang (pada saat ini terdapat 60.000 keluarga "homeless" di Los Angeles/Sumber keterangan guru saya) pada hari rayanya (natal).  Secara kemanusiaan, pastilah tidak apa-apa. Tetapi apakah secara syariat dibolehkan?. Adakah hadist yang menjelaskan hal itu?.

Menurut saya boleh.

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (Adz Dzaariyaat [51] : 19)

dari sekian banyak ayat al-quran tidak ada satupun yang spesifik mengatakan "muslim yang miskin" tapi hanya "miskin" (CMIIW, insya allah gua ga salah. takut nih  :'()

Dan akan lebih baik jika niatnya bukan untuk kemanusiaan (maaf tidak ada istilah tersebut dalam islam), tetapi sedekah.  %peace%, tetapi jika akhi ingin menganggapnya hadiahpun tidak apa2.
 
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seorang lelaki berkata: Sungguh aku akan mengeluarkan sedekah pada malam ini. Lalu ia keluar membawa sedekahnya dan jatuh ke tangan seorang wanita pezina. Pada pagi harinya, orang banyak membicarakan: Tadi malam, seorang wanita pezina mendapatkan sedekah. Lelaki itu mengucap: Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji, (sedekahku jatuh pada wanita pezina). Aku akan bersedekah lagi. Dia keluar membawa sedekahnya dan jatuh ke tangan orang kaya. Pada pagi harinya, orang banyak membicarakan: Sedekah diberikan kepada orang kaya. Orang itu mengucap: Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji, (sedekahku jatuh pada orang kaya). Aku akan bersedekah lagi. Kemudian ia keluar membawa sedekah dan jatuh ke tangan pencuri. Pada pagi harinya, orang banyak membicarakan: Sedekah diberikan kepada pencuri. Orang itu mengucap: Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji, sedekahku ternyata jatuh pada wanita pezina, pada orang kaya dan pada pencuri. Lalu ia didatangi (malaikat) dan dikatakan kepadanya: Sedekahmu benar-benar telah diterima. Boleh jadi wanita pezina itu akan menghentikan perbuatan zinanya, karena sedekahmu, orang kaya dapat mengambil pelajaran dan mau memberikan sebagian apa yang telah diberikan Allah kepadanya. Dan mungkin saja si pencuri menghentikan perbuatan mencurinya, karena sedekahmu. (Shahih Muslim No.1698)

Dan sebaiknya tidak perlu sipemberi infak, sedekah atau hadiah mempermasalahkan akan dikemanakan pemberian tersebut nantinya sebab setelah diberikan harta/benda tersebut bukan milik pemberi lagi.
yang penting berdoa agar pemberian kita bermanfaat dan Allah menghitung itu suatu kebaikan buat kita.

saran : jangan pernah ragu untuk bersedekah  :siul: