Penulis Topik: Pikirkanlah Tentang Waktumu.......  (Dibaca 154 kali)


Offline innasoedarman

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 46
  • Lokasi: Bekachie
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Keep be smile........ piiss ah.....
    • Lihat Profil
« pada: 21 November 2009, 09:50:16 »
Manusia Dalam Dimensi Waktu



“Demi masa(1). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian(2). Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran(3).”
(QS. Al-Asyr : 1-3)

Kehidupan itu tiada lain hanyalah terdiri menit dan detik. Tiada lain hanya malam dan siang. Juga hanya hembusan-hembusan nafas. Tetapi sangat berarti dan sangat mahal bila dibandingkan dunia seisinya.

“…..dan apakah  Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukupuntuk berpikir bagi orang yang mau berpikir dan (apakah tidak) datang kepada pemberi peringatan?.....”
(QS. Al-Faathir : 37)

Waktu akan tetap terus bergulir, seiring dengan pergerakan segala sesuatunya di alam semesta. Gerak berarti hidup. Tiada kehidupan tanpa gerak dan pertumbuhan. Menusia memiliki ciri tersendiri dalam proses penciptaan. Lain dengan binatang yang memang bergerak, tetapi tidak mampu bertumbuh dan berkembang menuju martabat yang lebih tinggi lagi. Hanya insting. Bukan pikiran dan hati. Lain halnya dengan manusia yang bergerak dengan kekuatan pikir dan hatinya hingga dapat mencapai puncak keberhasilan yang diinginkan. Terus bergerak adalah konsep utama hidup. Hal itu bisa kita  renungkan dari sistem pergerakan pada shalat. Dimana didalamnya terdapat simbol-simbol dari siklus kehidupan yang  kontinyu. Mulai dari niat sampai tahiyyat akhir dan do’a. 
Ada tiga hal yang mendasari pergerakan hidup, yang menentukan kualitas dari hidup itu sendiri, yakni gerak bathiniah (niat), gerak amalia (aktivitas bertujuan), dan gerak kesholehan yang merupakan pelaksanaan (cermin) dari kata hati terhadap tujuan hidup. Gerak sejatinya adalah sesuatu yang memberikan pengaruh karena keberadaan kita bukan hanya sebatas ada (being), bukan pula things (hanya bergerak tapi tak mempunyai hati dan pikiran), tetapi bergerak dalam sistem yang terukur oleh akal dan hati.
Bergerak (kehidupan) memiliki sumber pergerakannya, yakni Allah swt. Maka semua gerak pasti memiliki tujuan, seperti contoh gerak dalam  ibadah kita sebagai bukti misi penghambaan kepada sang maha Pencipta, Allah swt. Dengan motivasi ini,  kita mendapatkan tambahan nilai dalam setiap gerak nafas kehidupan. Bahkan dalam gerak terukur haruslah memiliki landasan yang kuat , yakni iman, ilmu dan amal.
Iman dan ilmu adalah bagian integral dari etos kerja seorang muslim yang dimanifestasikan dalam bentuk gerak yang dinamis, yang kemudian terwujud dalam konteks amal perbuatan aktual  yang disebut amal sholeh.

“Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.”
(QS. Ali -Imran : 114)

Maka dari itu, janganlah seorang muslim membiarkan “ diamnya” , waktu yang terus bergulir. Adalah suatu keharusan untuk selalu mengambil pelajaran dari perjalanan waktu. Seperti para ahli hikmah katakan bahwa waktu yang lalu, saat ini dan yang akan datang memiliki pengaruh kekuatan dalam setiap gerak kehidupan.Dan sebagai seorang muslim yang takwa pada Rabbnya, haruslah dapat menyikapi dengan menilai esensi waktu pada tempatnya.
Sikap terbaik untuk menilai masa lalu adalah, seperti yang pernah diucapkan sang penyair :” Meskipun mereka yang mendahului kami mulia, kami takkan tergantung pada mereka, kami membangun seperti apa yang telah mereka bangun. Kami berbuat seperti apa yang telah mereka kerjakan ”.
Berbagai peristiwa kehidupan masa lalu adalah khasanah ilmu dan pengalaman yang kita petik dan merupakan pembelajaran untuk orang-orang sesudahnya.

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasulnya).”
( QS. Ali-Imran : 137 )

Maka, tidaklah benar meninggalkan sesuatu yang lalu  hanya dengan alasan kadaluarsa. Ternyata diantara yang banyak dan telah dianggap usang, ada yang memiliki keistimewaan dan kelebihan.   
Adapun sikap yang benar terhadap masa depan adalah dengan memanfaatkan iman dan akal yang ada pada dirinya untuk bisa menangkap setiap peluang  juga mengambil bagian   demi masa depannya dan telah mempersiapkan urusan sebelum terjadi.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiapdiri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok(akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, srsungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”
( Qs. Al-Hasyr : 18 )
Salah satu karakteristik tentang masa depan adalah kesemuan, dimana seseorang tidak dapat mengetahui apa yang tersembunyi di balik rahasianya, apakah itu buruk atau baiknya. Dan segala sesuatu yang akan datang adalah dekat, meskipun kita mengiranya jauh. Sama seperti yang pernah para ulama katakan :”Bersama hari-hari ada hari-hari esok dan sesungguhnya hari esok itu tampak dekat.

“Sesungguhnya  Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang kiamat; dan Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal”.
(QS. Lukman : 34)

“Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi dilangit dan dibumi, tidak lain adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. An-Nahl : 77 )

Adapun sikap yang benar dalam menilai waktu adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang ulama; “ Bukanlah masa itu melainkan dua saat, menengok kembali apa yang berlalu dan memikirkan apa yang akan datang”. Seorang yang beriman dan berakal haruslah menengok masa lalu untuk diambil pelajaran(hikmah)nya serta memandang kedepan  untuk menyiapkan bekal atau persiapan hari esok. Tetapi juga harus memerhatikan masa saat ini dengan melakuka hal yang terbaik yang dapat ia lakukan untuk bisa dipersembahkan kepada sang Maha Khalik, Allah swt.
Dari Abu dzar, Rasulullah bersabda;” Orang mukmin itu tidak terikat kecuali oleh tiga masa, yaitu ; membekali dirinya untuk kembali kepada akhirat, berjuang untuk kehidupan dan menikmati apa yang tidak diharamkan “.

Seandainya setelah mati , kita dibiarkan
Tentulah kematian menjadi tujuan setiap mahluk hidup
Tetapi setelah mati kita pasti dibangkitkan hidup kembali
Dan Tuhan kita akan menanyai segala sesuatu
(Cambuk Hati, DR. Aidh Al-Qarni)

“ …..Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (Ajal).”
QS. Al-Hijr : 99

Semoga kita semua termasuk orang yang selalu mengingat esensi waktu dengan baik. Wallahu’alam bishawab……..




Dua sisi kehidupan


Ada dua sisi kehidupan manusia dalam dunia ini
Kehidupan
Orang yang ketika pagi menjadikan akhirat itu sebagai kepedulian utamanya,
maka Allah akan menghimpunkan segala hal baginya,
menjadikan kekayaannya berada didalam hatinya
dan dunia datang kepadanya tanpa dia kehendaki, sedang
Kehidupan
Orang yang ketika pagi menjadikan dunia sebagai kepedulian utamanya,
maka Allah akan mengacak-acak urusannya,
menjadikan kemiskinannya berada didepan kedua matanya
dan dunia datang kepadanya hanya yang telah dituliskan Allah untuknya saja.
(La tahzan, Dr. Aidh Qarni)

 << IMS alias innasoedarman   :) >>     

Offline zero_to_hero

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.003
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup adalah Petualangan
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 21 November 2009, 15:37:25 »
Hidup ini senantiasa bergerak dan menghasilkan suatu karya nyata . Semua manusia memiliki Waktu sehari 24 jam, sebulan 30 hari dan setahun 12. Jadi manfaatkan waktu yg diberikan Allah kepada kita. 
“SETIAP JUARA SELALU BERFIKIR DAN BERFIKIR DENGAN SEKUAT TENAGA BAGAIMANA CARANYA UNTUK BERHASIL”
“BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG JUARA SANTAI-SANTAI