Penulis Topik: Buktikan Qurbanmu, Kawan…  (Dibaca 121 kali)


Offline adfan

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 39
    • Lihat Profil
« pada: 24 November 2009, 09:23:19 »
Saat Nabi Ibrahim AS mendapat perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail, ia seakan tidak percaya. Putra satu-satunya, pewaris generasi yang sudah lama ia nantikan kehadirannya tiba-tiba saja harus diambil oleh “Pemiliknya”. Berhari-hari ia memikirkan perintah yang didapat dari mimpinya itu. Dan setiap harinya, mimpi itu tidak pernah alpa mendatanginya. Hingga akhirnya perintah tersebut disampaikan kepada anak kesayangannya. Namun jawaban sang anak sangat mengejutkan. Ia meng-iya-kan perintah tersebut, tanpa membantah sedikitpun. “Kalau memang sudah perintah Allah maka laksanakan saja” begitu kira-kira ucapan Nabi Ismail AS kepada ayahnya. Kisah ini kemudian berakhir bahagia, Ismail tidak jadi disembelih, digantikan hewan qurban.

Kisah tersebut mengilhami ritual pelaksanaan perayaan Idul Adha dari masa ke masa. Kalau dulu, Nabi Ibrahim AS di uji pengorbanannya dengan anak yang paling disayanginya, kini kita diuji dengan harta kita. Allah SWT ingin melihat sejauh mana kita mencintai harta, yang dengan susah payah didapatkan. Ia ingin melihat apakah kecintaan kita terhadap harta mengalahkan cinta kita kepadaNYA. Apakah uang kita habiskan dengan membeli seekor kambing atau sapi, ataukah membeli kemewahan dunia yang tiada habisnya.

Memang, kawan, melakukan qurban dengan membeli hewan qurban bukanlah suatu hal yang wajib hukumnya. Tapi tahukah kawan, hal tersebut bersifat sunnah muakkad bagi mereka yang hartanya sudah mencukupi. Dalam hal ini harta yang mencukupi artinya adalah manakala dalam kehidupan sehari-hari semua kebutuhan pokok kita mencukupi, tidak dihitung kebutuhan lain yang bersifat pelengkap. Apakah kita sudah termasuk itu, kawan?  Maka apabila kita sudah mempunyai kemampuan untuk berqurban, berqurbanlah, jangan pelit, kawan! Sebab Rasul sangat membenci orang yang berkemampuan tapi tidak mau berqurban.

Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al Hakim, dari Abu Hurairah RA. Menurut Imam Al Hakim, hadits ini shahih. Lihat Subulus Salam IV/91).

Tidakkah kita malu, kawan, kala membaca beragam cerita inspiratif mengenai pengorbanan seseorang untuk berqurban. Ada cerita seorang nenek pemungut beras di pasar yang dapat membeli seekor kambing untuk diqurbankan. Ia bertahun-tahun menabung dari hasil pendapatannya itu hanya untuk menyeru panggilan Allah. Padahal ia sebenarnya tidak wajib berqurban, bahkan layak diberi daging qurban. Kawan, apakah kondisi kita lebih baik dari si nenek? Alhamdulillah kalau begitu.

Ah, kawan, tidakkah kita senang melihat raut wajah ceria para penerima daging qurban yang antri untuk mendapatkan haknya. Tidakkah kita gembira melihat mereka yang mungkin baru sekali merasakan nikmatnya daging kambing atau mantapnya daging sapi. Tidakkah kita bersyukur bahwa di dalam tubuh mereka yang renta ada harta kita yang akan berbicara di akhirat kelak. Meskipun kita semua tahu, kawan, bahwa sekantong plastik hitam daging tersebut tidak akan membuat taraf hidup mereka otomatis meningkat.

Nah, kawan, bagaimana? Masih ragu untuk berqurban? Memang, kita bukanlah Nabi Ibrahim yang lolos diuji oleh Allah SWT dengan ujian super berat. Kita juga bukan Nabi Ismail yang sangat tsiqoh terhadap apapun keputusan Allah SWT atas dirinya, meskipun itu berarti maut. Karenanya berapa pun banyaknya hewan qurban yang kita sumbangkan, tidak akan menyamai tingkat keimanan kedua Nabi Allah tersebut.

Tetapi, kawan, yang perlu kita ambil pelajaran dari kedua nenek moyang Nabi Muhammad SAW tersebut adalah  bagaimana sikap mereka dalam memberikan yang terbaik bagi penciptanya dan itu sudah mereka buktikan. Kini, giliran kita, kawan, membuktikan cinta kita kepada Allah SWT dengan memberikan yang terbaik dalam Idul Adha kali ini. Karena itu, mumpung Idul Adha masih beberapa hari lagi, buktikan qurbanmu, kawan! :topOK:

Offline haraki

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 4
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 25 November 2009, 09:38:06 »
Bersyukurlah kita yang telah diberikan kelapangan hati, sehingga bisa melepaskan sesuatu yang sebenarnya membebani kita, yaitu sesuatu yang kita cintai kita berikan kepada Allah. Allahu Akbar.