Bahasanya berat banget ya? Standar ganda, udah kayak perpolitikan Amerika ajah

Emang apa sih artinya “standar ganda” sebetulnya..? Bukan standar gandanya motor kan, yang kudu ditarik dan bisa membuat motor parkir lebih stabil toh?
Menurut definisi kamus pribadi saya (yaitu kamus ngasal ipin

), standar ganda ini adalah jika kita menerapkan suatu hal tidak konsisten, terkadang kita ngotot bahwa inilah patokan/ukuran/nilai/pandangan/penilaian yang harus digunakan di dalam suatu kondisi/tempat, tapi ternyata di tempat/kondisi lain, kita tidak mempergunakan patokan/ukuran/pandangan yang sama. Jadi suka-suka gituh deh, padahal diawalnya sudah menetapkan bahwa hal itu adalah standar baku.
Contoh paling gampang adalah Amerika yang berteriak-teriak (dan tidak ragu untuk menghancurkan sebuah negara) tentang hak asasi atau peperangan melawan terorisme, tapi dia diem aja melihat terorisme zionis Israel yang menjajah bangsa Palestina.
Wah, itu contoh memang kejauhan!
Hey, tapi ternyata, ada beberapa praktik-praktik standar ganda yang kita terapkan dalam kehidupan keseharian kita.
Pernahkah anda sebal ketika ada orang yang menyerobot antrian, ketika ada orang yang membuang sampah sembarangan, ketika ada yang mengendarai kendaraan (entah itu motor maupun mobil) yang grasak-grusuk tak tahu etika di jalan raya?
Jika anda pernah sebal dengan hal-hal seperti itu, lalu kemudian, ternyata anda pun melakukan hal yang sama, misalnya pernah menyerobot, tidak taat peraturan lalu lintas, membuang sampah sembarangan, dll, maka pada hakikatnya anda sudah melakukan apa yang disebut dengan standar ganda! Aneh kan, anda sebal dengan prilaku yang anda sendiri lakukan?
Pelaku Standar Ganda Memiliki Kepribadian yang Bermasalah
Sakit, secara kejiwaan, karena dia tidak memiliki konsistensi dalam bersikap; plin-plan, sulit untuk dapat dipercaya.
Mau menang/enaknya sendiri. Mudah emosian, menurutkan hawa nafsu pribadi, tak terkontrol, karena dia tidak hanya mengambil apa-apa yang mudah/enak bagi dirinya sendiri, namun ketika orang lain melakukannya, ia tampak marah.
Satu Ukuran untuk Semua
Ya, kalau memang mau jadi baik, jadilah baik di segala tempat, di setiap waktu.
Ketika kita menetapkan standar yang baik bagi orang lain, maka sudah sepatutnya diri kita sendiri yang menjadi orang pertama yang menjalankan kebaikan itu.
Sepertinya sih begitu...
---000---
Balikpapan, 1 Desember 2009
Syamsul Arifin