Penulis Topik: Janganlah Putus Asa Dari Rezeki Alloh  (Dibaca 200 kali)


Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« pada: 02 Desember 2009, 08:19:53 »
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk tidak berpangku tangan. Bekerja dengan giat, sungguh-sungguh, dan pantang menyerah. Umat islam diperintahkan bekerja bukan semata-mata untuk sudah ada ukurannya. Meski badan kotor bersimbah lumpur karena bekerja, kulit tangan menjadi kasar, dan kaki pecah, demi menafkahi keluarga dan ikhlas karena Alloh, Alloh swt akan memberikan kecintaan dan pahala yang besar baginya.

Di dalam suatu riwayat, Rasulullah saw pernah mencium tangan Saad bin Muadz begitu melihat tangan Saad yang kasar karena bekerja keras. Beliau bersabda, “Inilah dua tangan yang dicintai Alloh swt”. Islam sangat menghargai seseorang yang bekerja, bahkan Rasulullah saw pernah bersabda,

والذي نفسي بيده لان يأ خد أحدكم حبله فيحتطب على ظهره خيره له
 من يأ تي رجلا فيسأ له أعطاه أومنعه

“Demi Alloh, jika seseorang diantara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, terkadang ia dapat atau terkadang ia ditolak.” (HR. Bukhari & Muslim)

Seorang pria bernama Adam hari itu mengalami kebuntuan. Kebeuntuan jalan demi menafkahi anak dan istrinya. Sudah 3 bulan lebih ia hidup tak berpenghasilan. Setiap hari anak-anaknya menangis karena ingin minum susu dan meminta uang jajan. Istrinya suka menjerit karena kalut dan panik akibat himpitan hidup. Adam bukanlah orang yang gampang berpangku tangan. Ia terus mencoba pertarungan hidup. Tapi dunia modern yang selalu menilai dari pengalaman pendidikan, membuat dirinya yang hanya lulusan SMU selalu kalah terhempas oleh para pesaing pencari rezeki yang lebih ‘beruntung’ karena berpendidikan setingkat atau lebih diatasnya. Adam tidak mengerti mengapa rezeki diukur dari hal seperti itu. Mengapa ia, istri dan anaknya harus menanggung beban hidup sedemikian. Hanya karena kesialan akademika, seluruh rencana hidup manusia seolah-olah sudah ditentukan manusia lainnya.

Pagi itu Adam mencoba mencari rezeki Tuhan. Ia keluar rumah. Tapi ia tak mengerti hendak pergi kemana. Entah, ia berjalan dengan tatapan mata sayu. Tidak ada lagi sepeser pun di sakunya. Ia terpaksa keluar rumah, sebab di rumah hanya akan membuat kepalanya bertambah pusing dan telinganya pekak akibat raungan dan jeritan istri serta anaknya. Ia keluar rumah hari itu mencoba peruntungan nasib, setelah sebelumnya ia sempatkan berdoa sejenak dalam kedamaian hati kepada Alloh Sang Maha Pemberi Rezeki agar ia dicukupkan nafkah pada hari itu.

Ia berjalan sambil menunduk. Tak ada daya baginya untuk menegakkan kepala sedikitpun. Di dalam benaknya, ia terus berpikir hendak kemana ia pergi mencari nafkah?

Memang Alloh Maha Pemurah! Setelah berjalan menyusuri bumi yang Alloh tundukkan untuk manusia, matanya tertumpu pada sebuah mata uang koin kuno yang ia dapati di atas permukaan tanah dan tidak dihiraukan oleh manusia yang lain. Adam memungut uang koin tua tersebut. Ia menemukan pada sisi mata uang koin angka 1954 yang menunjukkan tahun dikeluarkannya. Ia berpikir sejenak bahwa umur mata uang koin ini lebih tua dari dirinya sendiri yang belum genap 30 tahun. Seolah mendapat anugerah yang besar, Adam berjalan cepat menuju pasar. Sesampainya disana, ia masuk ke sebuah bank.

Karena ketidaktahuannya, Adam berkata kepada salah seorang teller bank, “Mbak, saya mau menjual koin kuno ini?” Adam mengeluarkan benda yang dimaksud dari kantong celana sebelah kanan, lalu ia sodorkan kepada teller bank tersebut. Sang teller merasa aneh, kalau saja ia tidak melihat mimik kesungguhan orang yang mengeluarkan uang koin tersebut, pasti ia sudah meledakkan tawa seraya mengejek. Dengan lembut sang teller berkata, “Bapak…,  di bank ini kami tidak memberikan pelayanan jual beli mata uang kuno. Jika bapak hendak menjualnya, saya bisa tunjukkan sebuah toko kolektor uang kuno yang ada di pasar ini, dan bapak dapat menukarkannya disana…”

Setelah mendapatkan arah toko tersebut, Adam pun meninggalkan bank tadi untuk pergi ketempat yang dimaksud. Alloh Maha Pengasih tidak akan menyia-nyiakan usaha yang dilakukan para hamba-Nya! Akhirnya, Adam tiba di toko kolektor uang kuno. Setelah pembicaraan tanpa diduga sang pemilik toko menaksir uang kuno itu dengan harga Rp 30 ribu. Alangkah senang hati Adam! Ia sempat memuji Alloh swt yang begitu pemurah dan memberikan kepadanya uang sebanyak itu disaat mendesak seperti ini. Dengan rahmatNya, Alloh masih memberikan ilham kepada Adam agar uang tersebut tidak habis dikonsumsi.

Sambil berjalan menuju pulang, ia sempat melintasi sebuah pabrik kayu. Terbesit olehnya, untuk membeli potongan kayu untuk dijadikan lemari sebagai langkah baru membuat lapangan pekerjaan bagi dirinya di rumah. Lalu dengan uang yang ada ia coba berbicara kepada pemilik pabrik kayu itu untuk membeli beberapa potong kayu. Tanpa disangka, Alloh swt masih menunjukkan kemurahanNya. Dengan uang sejumlah sedemikian, ia dapatkan banyak potongan kayu lagi bagus kualitasnya. Pemilik pabrik berkata, “Ambillah sebanyak bapak suka…toh kayu-kayu yang bapak minta memang biasa kami buang sebagai limbah.”

Saat berjalan menuju pulang dengan senyum terkulum, Adam melintasi sebuah toko meubel. Tanpa ia tahu, rupanya pemilik toko meubel itu memperhatikan kayu-kayu yang dibawa Adam sejak dari kejauhan. Begitu melintas dimulut toko, sang pemilik menegur Adam, “Kayu-kayu itu mau dijual, pak…?” Adam menoleh kerah sumber suara. Setelah berpikir sejenak, ia katakan, “Tidak pak, kayu ini hendak saya jadikan lemari dirumah.” “Oh…kalau bapak mau lemari, tukarkan saja kayu-kayu tersebut dengan lemari yang saya jual, tapi bapak sendiri mau gak?” Adam mencoba melongok beberapa lemari yang ada di dalam toko tersebut. Ia sedikit bergidik sambil bertanya dalam hati, “Mau ditukarkan dengan lemari yang mana?” Dengan menghela naas agak dalam sedikit, Adam memberanikan diri untuk bertanya, “Memangnya bapak mau bayar berapa kayu-kayu saya ini?” pemilik toko itu menukas, “Bagaimana dengan seratus ribu, tapi saya bayar dengan lemari yang ada ya pak?” Mendengar Adam berdecak kagum. Ia bersyukur dalam hati, begitu pemurahnya Alloh Tuhan Sang Maha Pemberi Rezeki. Ia tidak mengira bahwa kayu-kayu yang dibawanya ditaksir dengan harga Rp 100 ribu. Lalu, Adam memilih lemari yang ia suka. Sebuah lemari dua susun setinggi 1 meter! Karena tidak terlalu besar, ia pun membopong lemari tersebut ke rumah. Ia bawa lemari seharga seratus ribu itu dengan perasaan senang. “Istriku pasti bahagia begitu melihat lemari ini!” gumamnya.

Tiga kelokan lagi Adam akan tiba di rumah, hanya berjarak 2 RT saja dari jalan yang ia lewati. Saat menyusuri sebuah gang di perumahan padat penduduk, Adam yang sedang menggotong lemari mungilnya itu mendengar sapaan seorang wanita. Seorang ibu rumah tangga yang sedang menyapu teras rumahnya. “Pak, lemari itu mau dijual ya…?!”  Glek…!! Adam menelan ludah. Ia berpikir kejutan apalagi yang mau Alloh swt berikan kepadanya. Adam berhenti sebentar, menoleh dan memutarkan wajah. Tanpa menurunkan lemari itu, Adam balik bertanya, “Emangnya ibu suka dengan lemari ini?” “Iya tuh bang! Lemarinya bagus. Mau dijual berapa?” sang ibu menukas. “Dua ratus ribu mau gak?!” Adam mencoba berspekulasi dengan harga yang ia tawarkan. “Eih…kok bisa ya…ini mah murah… iya deh saya beli!” Sang ibu kesenangan dengan harga yang ditawarkan Adam. Sementara ia sendiri merasa bingung karena sang ibu mengiyakan harga yang ia berikan tanpa tawar lagi. “Taruh di sudut situ ya, bang!” sang ibu menyuruh Adam. Usai meletakkan pada posisi yang dimaksud, Adam pun menerima uang yang disodorkan ibu tadi.

Subhanalloh, Alloh begitu pemurah! Adam tak henti-hentinya mensyukuri peruntungan nasib yang ia alami pada hari itu. Ia mencoba merenungi kejadian satu demi satu. Ia dapati bahwa ia memulai usaha dengan doa tulus didalam hati. Setelah itu, ia berniat mencari nafkah dan bekerja hari itu. Karena niat untuk bekerja menghidupi keluarga, maka Alloh tolong dirinya mendapatkan uang kuno. Uang koin kuno tadi kemudian ia tukar seharga Rp 30 ribu. Uang yang ia dapatkan ia belikan kayu-kayu bekas. Kayu itupun ditaksir dengan lemari senilai Rp 100 ribu dan akhirnya malah lemari itu dibeli seorang ibu dengan harga Rp 200 ribu. Kini Adam membawa pulang Rp 200 ribu untuk keluarganya. Ia pulang dengan hasil jerih payah dan nikmat yang luar biasa dari Tuhannya.

Demikianlah, agama ini mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa bekerja keras dan beramal sungguh-sungguh. Sebab, karya nyata yang dilakukan oleh seorang muslim dengan sungguh-sungguh akan disaksikan oleh Alloh, Rasul dan seluruh kaum mukminin. Alloh swt berfirman di dalam surat At-Taubah : 105

“Bekerjalah kamu, maka Alloh dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Alloh) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberikanNya kepada kamu apa yang kamu kerjakan.”

Semoga Alloh memberkahi usaha yang kita jalankan dan pekerjaan yang kita lakukan di jalanNya, Amiiin. Selamat bekerja! :)
Mulai Dengan Senyum :)

Offline andaleh

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.929
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #1 pada: 02 Desember 2009, 09:00:01 »
Mas mumu, karena MyQuran versi dot org sebentar lagi dibekukan, baiknya artikel ini di posting di MyQuran baru. Di board ini http://myquran.com/forum/forumdisplay.php?f=37

Sudah register di MyQuran baru belum? Syukron :)

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 02 Desember 2009, 09:14:02 »
Tadinya mau ane post di .com Kang, cuma ane cari2 board artikel kok gak ketemu ya, bingung :toe:
Jazakalloh infonya.
Sudah reg jg sejak soft launching kmrn
Mulai Dengan Senyum :)

Offline mumu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • Lokasi: YK-MGL-KDS
  • Jenis kelamin: Pria
  • Memaafkan adalah hal terindah
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 02 Desember 2009, 09:15:30 »
Tenyata board artikel masuk di Hikmah dan Renungan ya :hmmm:
Mulai Dengan Senyum :)

Offline andaleh

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.929
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #4 pada: 02 Desember 2009, 09:23:53 »
Wehehehe iyah... Nama Hikmah dan Renungan itu lebih tepat sih menurut ana. Karena kebanyakan tulisan di board ini mengandung hikmah & renungan. Cuma eh cuma... thread "ayo menulis" ana apa masih sesuai ya kalo dipindah ke sono.

Halah... ane oot ya? ;D

Offline sandi_rumput

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 313
  • Lokasi: below the sky, above the land
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • tempat jualanku..
« Jawab #5 pada: 04 Desember 2009, 16:06:39 »
kadang syahwat dan rasa takut lebih besar dr iman bro!... makanya orang banyak yg putus asa...

udah gitu syahwat dan rasa takut itu selalu dituruti, sementara iman sering ditelantarkan..
sedang merambah Forum Bina Keluarga dan Proses Ta'aruf...