Penulis Topik: NASEHAT AYAH AGAR BAHAGIA SUKSES & KAYA RAYA  (Dibaca 440 kali)


Offline akbar99

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 583
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 04 Desember 2009, 07:58:46 »
Seorang Ayah, memberikan nasehat kepada kedua anaknya, sebut saja si A dan si B.Kepada kedua anak tercintanya sang Ayah berpesan

"Anakku, kalian sudah besar dan dalam perjalanan kehidupan kalian nanti kamu akan mengalami banyak hal yang menyenangkan dan menyakitkan Ayah hendak berpesan kepada kalian berdua jika kamu pegang kedua nasihat Ayah ini, insya Allah 99% kamu akan berhasil, bahagia sukses dan kaya raya".

"Nasehat apa itu Ayah ?" jawab kedua anaknya serempak,menanti tak sabar

"Nasehat yang pertama, jangan pernah kalian meminta kembali piutang kalian"

"Dan nasehat yang kedua, ...ketika kalian pergi bekerja jangan sampai kalian terkena sinar matahari ". Kedua anak itupun sepakat akan melaksanakan kedua nasehat Ayahnya sekuat mungkin

Selang beberapa tahun berlalu, sang ibu mendapatkan kabar bahwa kedua anaknya memiliki perbedaan takdir seperti bumi dan langit...yang satu sukses dan yang satu lagi masih berusaha terseok-seok mengejar impiannya.

Penasaran dengan kondisi keduanya maka sang Ibu menjenguk Anak Kedua yang paling kecil (A)

Wahai anakku, ada apa denganmu kenapa kondisimu seperti ini, ...Ibu jadi miris melihat kamu ini
"Ibu, saya telah berusaha mengamalkan nasehat Ayah semaksimal mungkin tapi kenyataannya seperti yang Ibu lihat,
Ayah menyuruhku untuk tidak mengambil uang piutang, setiap kali ada teman yang meminjam maka aku berikan dan tidak aku pinta/tagih, sehingga persediaan tabungan aku semakin menipis dan aku tidak memiliki tabungan, .... singkat kata aku ini gali lubang tutup lubang, Ayah pula yang menyuruhku untuk tidak terkena matahari ketika bekerja sehingga aku naik taksi setiap berangkat dan pulang kerja dan tentunya Ibu paham aku menjadi boros!"
"Dan hidupku seperti yang Ibu lihat sekarang ini"

begitu ya...baiklah ibu akan ke rumah kakakmu untuk melihat kondisinya....singkat kata berjumpalah ibu dan anak pertama (B) yang sukses ini

"Bahagia sekali wajahmu nak, apa yang telah kau lakukan hingga kamu sesukses ini" tanya ibu
"Alhamdulillah ibu, ini berkat kedua nasehat Ayah"
Deeeg.. "koq bisa berkat nasehat Ayah kamu sukses ?,
Memangnya apa yang Ayah nasehatkan kepada kamu" " tanya ibu kebingungan

"Alhamdulillah nasehatnya sama Ibu, dengan yang diberikan kepada si bungsu"
"Tolong jelaskan kepada Ibu, aku ingin mendengarnya" jawab Ibu Mulia ini memohon

"Ibu,...Ayah telah menyuruhku untuk tidak mengambil piutang, maka aku tidak meminjamkan uangku kepada siapapun kecuali aku
investasikan secepat mungkin, secepat aku gajian secepat itu pula aku investasikan ke bisnis2ku, sehingga asetku terus bertambah" Jawab sang anak

"Dan Ayah juga menyuruhku untuk tidak bekerja sampai terkena sinar matahari, maka aku berangkat sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam, aku berusaha sehemat mungkin dan akhirnya aku keluar dari kantor dan menjadi wirausaha"

Sang Ibu inipun terdiam, dan mencoba melihat kebelakang untuk mencari jawaban apa yang menyebabkan kedua anak ini, mengambil
langkah yang berbeda dari nasehat yang sama....

Seringkali suatu nasehat, peristiwa ditangkap berbeda oleh setiap orang, bagaimana kita melihat dan menyikapinya akan menentukan masa depan.

Hidup yang sukses dan bisnis yang cemerlang bukan kepada
"Apa yang Anda Lakukan, tapi BAGAIMANA ANDA MELAKUKANNYA"
  
la haula walla quwata illa billah.

 









« Edit Terakhir: 04 Desember 2009, 08:13:55 oleh akbar99 »
2010

Offline sandi_rumput

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 313
  • Lokasi: below the sky, above the land
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • tempat jualanku..
« Jawab #1 pada: 04 Desember 2009, 14:01:35 »
pertamax nich...

anak paling kecil berpikir secara pragmatis terhadap nasihat ayahnya...
ia berpikir ketika ayahnya menyebutkan piutang, maka yg ada dibayangannya adalah memberikan hutang kepada setiap orang yg ingin meminjam kepadanya... padahal ada makna lain yg bisa diambil oleh si anak dalam merealisasikan nasihat ayahnya...
begitu juga ketika si anak memaknai nasihat kedua, yang ia pikirkan adalah bagaimana menghalangi tubuhnya utk tidak terkena sinar matahari pada jam-jam dimana matahari itu menerangi lingkungannya.

berbeda dg kakaknya yg lebih obyektif dan kreatif dlm mengambil hikmah dr nasihat ayahnya... dia tidak terpaku dg ruang lingkup permasalahan yg ada dlm nasihat ayahnya, ia coba berpikir keluar dr kotak... itulah yg membuatnya lebih rasional dlm bertindak..
« Edit Terakhir: 04 Desember 2009, 15:00:24 oleh sandi_rumput »
sedang merambah Forum Bina Keluarga dan Proses Ta'aruf...

Offline akbar99

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 583
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 04 Desember 2009, 15:55:10 »
@ALL, semoga bermanfaat, khususnya bagi saya pribadi
2010

Offline ph34r

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.211
  • Lokasi: HIT & RUN | HIT & RUN | HIT & RUN
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 04 Desember 2009, 15:57:51 »
sukron infonya!!!
gitu ya!!!

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.619
  • Lokasi: Sulawesi Selatan, Sidrap
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • omekimai, ada blognya si kucing ni
« Jawab #4 pada: 05 Desember 2009, 22:54:19 »
jiaaa... ayahnya gak efektif banget... tega bener ngasih wasiat yang cuman berupa clue...
Padahal Islam mengajarkan untuk berwasiat secara jelas agar di kemudian hari proses penggenapan wasiat tersebut menjadi mudah...



Offline sandi_rumput

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 313
  • Lokasi: below the sky, above the land
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • tempat jualanku..
« Jawab #5 pada: 05 Desember 2009, 23:36:41 »
^tapi biasanya seorang ayah punya ikatan jiwa yg sangat kuat dg anak2nya...

dia memahami kapan anaknya butuh diberi pelajaran "jiwa yg berat", dan kapan anak2nya diberi segala kemudahan.

sebenarnya dr nasihat ayah diatas, kedua anak itu mendapat 2 pelajaran yg sangat berarti dlm hidup mereka..

1). ketika mereka diberi nasihat oleh ayahnya.. disini setidaknya mereka memahami kalau nasihat-menasihati dlm kebaikan itu sangat penting.. diharapkan kedepannya mereka akan meneruskan budaya nasihat-menasihati ini kepada anak - cucu mereka..

2). setelah mereka menjalani nasihat ayahnya dengan pemahamannya masing2.. disini mereka berdua akhirnya mengetahui bagaimana menerapkan nasihat ayahnya itu dg benar dan mereka juga mengetahui bagaimana nasihat itu bisa salah ditafsirkan.
sedang merambah Forum Bina Keluarga dan Proses Ta'aruf...

Offline ph34r

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.211
  • Lokasi: HIT & RUN | HIT & RUN | HIT & RUN
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 06 Desember 2009, 07:20:56 »
ini nasehat asli apa gimana? perasaan kalau artikel emang kaya gini (butuh pengertian)
tapi kalau kenyataan, ini namanya pengen menjerumuskan anak (masa ayahnya gak tau karakteristik anaknya sendiri?)

Offline akbar99

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 583
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 06 Desember 2009, 07:37:55 »
...anak kedua berpikir apa adanya, kurang kreatif dan belum bertanggung jawab atas masa depannya karena berani menyalahkan Ayahnya (orang lain) yang telah memberikan nasehat, ..... dengan kata lain hanya berpikir dunia saja atau akhirat saja. Selama ayah ngomong A, makan A, jika B maka B .... jika kehidupan saya berantakan maka Ayah yang salah 

sedangkan anak pertama, kualitas berpikirnya lebih banyak dibandingkan si bungsu, lebih kreatif, berani bertanggung jawab atas masa depannya dan berusaha menghindar dari menyalahkan siapapun, jika bisnisnya2 berantakan... atau ada hal2 yang diluar prediksinya. Akhirat dapat dunia diraih

...amin.



« Edit Terakhir: 06 Desember 2009, 07:40:56 oleh akbar99 »
2010

Offline karah

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2009
  • Tulisan: 14
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 07 Desember 2009, 19:40:21 »
ini nasehat asli apa gimana? perasaan kalau artikel emang kaya gini (butuh pengertian)
tapi kalau kenyataan, ini namanya pengen menjerumuskan anak (masa ayahnya gak tau karakteristik anaknya sendiri?)

xixi...tadi juga berpikiran begitu, c ayah ko nanggung banget nyampein wasiat, lagi juga c anak, ga mau tanya lagi biar detail pa maksud wasiat ayahnya, (lho..ko jadi nyalahin gini.. :D )

hehe..namanya juga artikel, bukan dinilai ceritanya yg didalam salah or ga,, tapi menilai makna dari artikel tersebut..
artikel ini sepertinya juga mengajarkan kita untuk berpikir matang dalam menyikapi sesuatu (pesan atau kejadian), kalo ga paham tentang pesan atau sesuatu sebaiknya ditanyakan lagi biar jelas maksudnya, biar ga salah paham..

Offline aisya

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 6.171
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • I Love Allah
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 07 Desember 2009, 20:44:04 »
nasihat yang baik O0 tapi kalo saya pribadi lebih baik memberi hutang daripada ngutang karna menolong orang yang sedang kesusahan kan baik. Tetapi yah tetep harus minta dikembalikan supaya tidak melatih orang lain untuk tangan dibawah terus. Namun jika memank tidak mampu yah dibebaskan karna Allah pun menyukai hamba Nya yang mau membebaskan saudaranya dari kesulijan :)
I LOVE ALLAH

Offline cukong

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 1.345
  • User bandel kasih bata merah, Tp jgn gw ya...
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 10 Desember 2009, 22:39:02 »
Btw ini dikasih taunya sama anak umur berapa tahun, kalo masih bocah ya paling ngangguk2 aja.

jiaaa... ayahnya gak efektif banget... tega bener ngasih wasiat yang cuman berupa clue...
Padahal Islam mengajarkan untuk berwasiat secara jelas agar di kemudian hari proses penggenapan wasiat tersebut menjadi mudah...

setuju sama yang ini kalo ngasih pesan jangan setengah2, nanti tafsirannya jadi setengah2. manusia itu memiliki pemikiran yang berbeda2

« Edit Terakhir: 11 Desember 2009, 09:49:03 oleh andaleh »
Mohon Maaf Jika ada salah-salah kata. :)

Masih harus mendalami Islam