Penulis Topik: [penelitian] Mendengkur (mengorok), gejala sehat atau berbahaya ?  (Dibaca 180 kali)


Offline Abdul_Maliksyah

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.057
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 14 Desember 2009, 14:21:41 »
Kutip


Mendengkur Ternyata Berbahaya


Mengapa Dengkuran Terjadi?
Mendengkur atau biasa disebut ‘mengorok’ dalam dunia
kedokteran disebut sleep apnea terjadi karena adanya penyempitan saluran nafas. Saluran nafas yang menyempit tersebut apabila dilalui udara maka akan menimbulkan suara. Sehingga, terciptalah dengkuran saat kita sedang tidur.
Penyebab menyempitnya saluran nafas antara lain sbb:
1. karena sewaktu tidur otot-otot pernafasan mengendur;
2. karena melemahnya otot tenggorokan dan otot lidah;
3. karena adanya amandel yang terlalu besar;
4. karena lidah jatuh ke belakang akibat posisi tidur yang terlentang, dan;
5. karena adanya benjolan pada tenggorokan sebagai akibat kegemukan atau penyakit tertentu.
Bahaya Mendengkur
Mendengkur ternyata bisa cukup berbahaya. Karena, pada saat mendengkur suplai oksigen ke seluruh tubuh terganggu akibat menyempitnya saluran nafas. Sehingga, apabila gangguan suplai oksigen tersebut berlangsung lama, saat tidur tubuh kita akan kekurangan oksigen. Akibatnya, nyawa kita akan terancam.
Hal ini biasanya terjadi pada OSA (obstructive sleep apnea) dimana mendengkur sudah mencapai tahap mampu menghentikan pernapasan untuk beberapa saat. Ciri dengkuran berbahaya tersebut adalah dengkuran terdengar keras lalu tiba-tiba terputus dan dilanjutkan kembali dengan hentakan nafas. Saat terjadi situasi seperti itu seluruh organ tubuh kita akan bekerja lebih keras, termasuk jantung dan otak.
Jantung akan bekerja keras memompa darah lebih banyak lagi untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Sementara itu, otak bekerja keras membuat kita tersadar dari tidur agar pernapasan yang terhenti dapat dilanjutkan kembali.
Dalam jangka pendek seseorang yang mendengkur seperti itu akan merasa mengantuk secara berlebihan pada siang hari saat tidak melakukan kegiatan yang melibatkan fisik.Selain itu, orang tersebut juga akan menjadi mudah lupa dan sulit untuk berkonsentrasi dengan baik.
Dalam jangka panjang orang tersebut akan mudah terserang penyakit berbahaya sepert hipertensi (tekanan darah tinggi), stroke, dan jantung. Hal ini disebabkan karena jantung dan otak mereka akan mengalami kelelahan dan mudah rusak akibat sering dipaksa bekerja keras.
Selain dampak berbahaya tersebut, mendengkur juga dapat menyebabkan hal-hal berikut.
1. Tidur menjadi tidak sempurna sehingga selalu muncul rasa kantuk dan rasa lelah yang berlebihan di siang hari.
2. Muncul berbagai penyakit, seperti: mudah lupa, sakit kepala, darah tinggi, stroke, dan jantung.
Bagaimana Mengatasi Mendengkur?
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari mendengkur sbb.
1. Jika mendengkur dipicu oleh faktor berat badan yang berlebihan, maka berusahalah untuk mengurangi berat badan agar jalan napas menjadi lega.
2. Bila mendengkur disebabkan karena adanya amandel, maka sebaiknya segera lakukan operasi amandel.
3. Hindari minuman beralkohol karena alkohol menyebabkan penekanan pusat napas di otak.
4. Berusahalah untuk berhenti merokok karena rokok juga dapat menyebabkan mendengkur.
5. Hindari obat tidur, obat flu, obat penghilang rasa cemas, dan sejenisnya karena obat-obat tersebut juga dapat menimbulkan gangguan nafas saat tidur.
6. Jika kita memiliki alergi terhadap sesuatu, maka hindarilah faktor pemicunya. Karena, ternyata alergi juga dapat memicu timbulnya dengkuran.
7. Usahakan untuk tidak tidur terlentang. Karena, pada saat tidur terlentang jalur pernapasan terhalang oleh otot di sekitar lidah yang jatuh ke belakang.

- http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1728755-mendengkur-ternyata-berbahaya/
- http://www.putraindonesiamalang.or.id/bahaya-mendengkur/


Kutip

Minggu, 13 Desember 2009 10:00 WIB
Mendengkur Kuatkan Jantung dan Otak
Penulis : Ikarowina Tarigan

MENDENGKUR telah lama diyakini berbahaya bagi kesehatan. Selama bertahun-tahun, mendengkur yang diikuti dengan henti nafas (sleep apnea) telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung serta peningkatan risiko kecelakaan mobil dan kecelakaan kerja. Tapi, sebuah studi terbaru mengklaim bahwa mendengkur justru bisa memperpanjang angka harapan hidup. Temuan kontroversial ini berasal dari studi yang dilakukan para peneliti dari Israel.

Studi yang melibatkan 600 partisipan berusia di atas 65 ini menemukan, risiko kematian dini pada orang-orang dengan sleep apnea tingkat sedang 50 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memiliki sejarah sleep apnea.

Selain itu, studi juga menunjukkan, risiko kematian dini pada mereka yang menderita sleep apnea parah setara dengan kelompok pengontrol yang sehat.

Apa penyebab dibaliknya? Perhentian suplai oksigen dan darah ke organ yang berlangsung secara konstan (akibat henti nafas), terang peneliti, menguatkan jantung dan otak. Artinya, jika terjadi serangan jantung atau stroke, maka tubuh bisa menanganinya dengan lebih baik...  ::)

Menurut peneliti, cara menangani kondisi ini pada orang lanjut usia perlu diperiksa kembali.

Tangani dengkuran berat

Sleep apnea bisa menyebabkan saluran udara di tenggorokan jatuh, sehingga mengentikan suplai udara selama sekitar 10 detik. Sebagian besar perhentian ini, menurut peneliti, terjadi di malam hari. Akan tetapi, orang jarang mengingatnya karena mereka hanya terbangun selama beberapa detik saat terjadi henti nafas.

Bunyi dengkuran, terang peneliti, diproduksi ketika otot-otot di hidung, mulut dan tenggorokan rileks saat tidur. Masalah dengkuran ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk posisi tidur, kelebihan berat badan, hidung tersumbat, serta postur fisik seperti langit-langit lunak yang besar atau uvula (jaringan yang menggantung di belakang mulut) panjang.

Selain itu, alkohol juga bisa memperburuk dengkuran. Alkohol akan menyebar ke seluruh area tubuh dan memperlambat respon otak, menyebabkan otot-otot lebih rileks dibandingkan normal. Tambahan relaksasi terhadap otot ini akan menyebabkan oropharynx jatuh dan memicu dengkuran.

Apakah mendengkur harus dibiarkan saja? Ketua Sleep Research Centre di Loughborough University Professor Jim Horne, seperti dikutip situs dailymail mengatakan, "Dengkuran berat lebih baik ditangani daripada dibiarkan meskipun dianggap bisa memperpanjang hidup." (OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/12/13/1922/2/Mendengkur-Kuatkan-Jantung-dan-Otak



Jadi sesama pendengkur atau bukan pendengkur, sebaiknya saling menghormati dan menghargai atas alasan hasil penelitian ilmiah...   :wataw:
Tetapi  "Dengkuran berat lebih baik ditangani daripada dibiarkan meskipun dianggap bisa memperpanjang hidup."...   ^-^ :hmmm:

Wallahu a'lam

Salam


« Edit Terakhir: 14 Desember 2009, 14:27:05 oleh Abdul_Maliksyah »
==
pemahaman menuju kesadaran
Afala tatafakkaruun ? Afala ta'qiluun ? ==

Offline Kamal Hasan

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 10.358
  • Lokasi: I love Sungai Bambu
  • Jenis kelamin: Pria
  • senyumlah, karena senyum itu indah ^_^
    • Lihat Profil
    • kamhas
« Jawab #1 pada: 14 Desember 2009, 21:12:49 »
artikel terkait


http://myquran.org/forum/index.php/topic,10195.0.html
http://myquran.org/forum/index.php/topic,14870.0.html
http://myquran.org/forum/index.php/topic,38494.0.html

:D

30-04-2008 14:25 WIB



Penulis : Angela Wika

Jangan menganggap remeh kebiasaan mendengkur, sebab mendengkur merupakan gejala penyakit Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau berhentinya nafas selama beberapa detik saat tidur, inilah yang di sebut-sebut sebagai 'the silent killer'.

Pada saat tidur, udara yang masuk lewat hidung atau mulut bisa tersumbat tanpa kita sadari, dan menyebabkan suplai oksigen ke tubuh berkurang. Inilah yang disebut penyakit OSA dan dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi, bahkan kematian mendadak.

Pada orang yang mendengkur, langit-langit lunak bergetar ketika udara masuk dan lama-kelamaan dapat menutup saluran pernafasan. Amandel juga dapat menyempitkan saluran pernafasan melalui mulut, begitu pula lidah yang terlalu besar ukurannya atau yang posisinya jatuh menutupi rongga mulut - tenggorokan ketika tidur akan menutup jalur udara yang masuk.

Adanya penyempitan di hidung dan bagian belakang tenggorokan juga dapat menyebakan tersumbatnya saluran udara ke tubuh. OSA akan membuat penderita tidak bisa tidur nyenyak karena sering terbangun dan merasa sesak atau seperti tercekik.

Suplai oksigen yang terhambat terus-menerus dapat mengakibatkan komplikasi bagi penderita OSA, seperti hipertensi, jantung koroner, stroke, bahkan kematian mendadak. Jika tubuh kekurangan oksigen, maka otak dan jantung akan bekerja lebih berat, sehingga dapat menyebabkan serangan
jantung dan stroke.

Kekurangan oksigen juga akan membuat tubuh memproduksi sel darah merah lebih banyak, dan inilah yang dapat menimbulkan hipertensi dan membuat tubuh bekerja lebih keras juga.

Penelitian menunjukkan kematian yang disebabkan jantung koroner pada penderita OSA lebih besar 2,7 kali daripada yang bukan penderita OSA, Stroke pada penderita OSA lebih besar 2,3 kali daripada yang bukan penderita OSA dan Hipertensi 3 kali lebih besar pada penderita OSA.

Dr. Syahrial MH Sp THT, juga mengatakan kematian pada usia produktif sebagian besar dikarenakan menderita OSA yang kemudian mengalami komplikasi. OSA lebih banyak menyerang pria daripada wanita, dengan perbandingan 7:1. Pada usia kurang dari 40 tahun, OSA menyerang 25% pria dan 10-15% wanita, sedangkan di atas usia 40 tahun, OSA menyerang 60% pria dan 40% wanita.

Penanganan secara non-operasi juga bisa dilakukan jika penyebab penyumbatan tidak terlalu mengganggu. Bagi penderita obesitas, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan penurunan berat badan.

Penanganan non-operasi juga bisa dilakukan dengan mengubah posisi tidur. Posisi tidur yang baik bagi penderita OSA dan mendengkur adalah posisi miring. Ada pula alat-alat yang bisa digunakan untuk menjaga agar rongga pernafasan tidak tersumbat, atau bisa pula menggunakan 'Continuous Positive Airway Pressure' (CPAP), yaitu masker di hidung yang akan menyalurkan udara dan energi positif yang dipompa dari mesin. CPAP ini digunakan pada saat
penderita tidur agar penyumbatan saat tidur tidak terjadi.

GEJALA-GEJALA OSA
1. Mendengkur dengan bunyi keras dan mengganggu,
2. Terbangun saat tidur karena rasa sesak, tercekik, dan tersedak/terbatuk-batuk,
3. Nafas berhenti di sela-sela mendengkur dan diakhiri dengan mendengus,
4. Tidur tidak nyenyak karena sering terbangun dan berubah posisi.

Selain itu, ada pula beberapa gejala yang dialami pada pagi dan siang hari:
1. Bangun dengan perasaan tidak segar,
2. Sakit kepala pagi hari,
3. Sakit atau nyeri tenggorokan pada saat bangun tidur,
4. Mengantuk yang berlebihan di siang hari atau 'exessive daytime sleepiness' (EDS),
5. Kelelahan berkepanjangan,
6. Perubahan kepribadian,
7. Gangguan konsentrasi dan memori.

Jika Anda memiliki gejala-gejala seperti di atas, segeralah berkonsultsi dengan dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat, sebelum komplikasi terjadi.

(*)


Sumber : http://www.mediahidupsehat.com/?ar_id=MjIz O0
sesungguhnya.

Offline Abdul_Maliksyah

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.057
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 15 Desember 2009, 09:55:03 »
Terima kasih tambahan informasi kang @kamhas ... :)

Clue threadnya adalah pada HASIL  PENELITIAN, bahwa 'mendengkur' tidak selamanya suatu gejala yang dianggap selalu berbahaya. 
Ada hasil penelitian yang menunjukkan sebaliknya bahwa ternyata mendengkur (mengorok) adalah gejala sehat karena menguatkan Jantung dan Otak.

Penelitian kontra penelitian atau tesis anti tesis, 'dialektika penelitian' mungkin akan menghasilkan suatu 'sintesa' bahwa badan manusia memiliki cara utk bertahan dan menyeimbangkan keadaannya.
..   8-)

Sementara ini, boleh disebut ngorok adalah tanda dari tubuh manusia... prosesnya dapat menguatkan jantung dan otak, dan tentu zaja 'polusi' suara .... tetapi, apa saja yg berlebihan biasanya bermasalah. Jadi ada 'ngorok biasa' dan ada juga ngorok 'berlebihan'...

Mungkin hasil peneltitian itu kontroversial, karena tdak umum, bahkan keluar dari mainstream ttg ngorok yg dianggap umum sbg tanda-tanda berbahaya bagi sipengorok....  mungkin ada penelitian lain lanjutan lagi ?  ::)

HASIL PENELITIAN seringkali berbeda dengan tanggapan umum...  :ehm:

Wallahu a'lam

Salam








==
pemahaman menuju kesadaran
Afala tatafakkaruun ? Afala ta'qiluun ? ==

Offline Yasin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.948
  • Lokasi: 경산시 , 경상북도 , 대한민국
  • Jenis kelamin: Pria
  • 안녕하십니까?
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 17 Desember 2009, 21:57:10 »
Biasa pak AM, kalo ada thesis pasti ada antithesis dalam sains..

Offline Peni_dwi

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 17 Desember 2009, 22:14:20 »
klo mendengkur berlebihan memang gak baik.. :topOK:
mendengkur itu sehat..?? Belum tentu.. karena pas lg tidur, kita tdk bisa mengontrol supaya "ngorok" secukupnya saja.. jgn berlebihan   :hmmm:
klo mau otak & jantung sehat, langsung olahraga aja.. banyak pilihan kok!
he..he..  %peace%