Bismillahirahmanirahiim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Dalam suatu kesempatan saya bertanya kepada siswa saya, “Nak, sekarang tanggal berapa?” Dengan sigap dia menjawab tanggal sekian Bu.” Lalu pertanyaan saya lanjutkan, kalau dalam penanggalan Islam sekarang tanggal berapa Nak?” Dan dengan cepat pula dia menjawab wah saya tidak tahu dan tidak pernah tahu Bu, tahunya kalau pada saat hari-hari besar umat Islam saja, itupun melihat di kalender Bu.”
Di lain waktu saya mencoba bertanya hal yang sama kepada rekan guru yang juga pernah menjadi guru saya. Dan ketika saya tanyakan tanggal Hijriyahnya, beliau pun berfikir hingga lama dan akhirnya tidak bisa menjawab.
Sahabat muslim sebenarnya ini adalah salah satu hal kecil saja dari kelemahan umat Islam, tidak tahu penanggalan Islam. Tapi bukankah hal besar terbentuk dari hal-hal yang kecil? Saya tidak akan berbicara betapa pedihnya saya ketika saya berbincang dengan siswa-siswa saya tentang tokoh-tokoh kebanggaan mereka, padahal betapa banyak tokoh dari dunia Islam yang seharusnya dan lebih patut mereka teladani. Atau betapa perihnya hati saya ketika umat Islam sendiri lebih memilih menyuburkan bank bersistem riba dibandingkan bank syariah. Dan banyak lagi perilaku umat Islam yang mayoritas sudah tidak lagi peduli dengan Islam. Umat Islam yang seharusnya berkiblat pada Islam justru berkiblat pada orang-orang kafir. Umat Islam justru masyhuk dalam sistem yang dibuat oleh orang-orang kafir. Sistem yang sengaja dibangun untuk menjauhkan umat Islam dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Bagaimana kelak Islam bisa bangkit membangun peradaban Islam yang sesuai dengan tuntunan Illahi ( Al Qur’an ), jika dalam kesehariannya umat Islam sangat jauh dari Al Qur’an.
Sahabat mungkin kata-kata saya sebelumnya hanyalah sekilas ingin membuka kesadaran diri saya pribadi khususnya untuk menyadari bahwa sesungguhnya saya yang mengaku beragama Islam belumlah lagi mengarahkan diri saya dengan tepat kepada Jalan Illahi. Saya masih disibukkan oleh pemikiran bagaimana memenuhi kebutuhan perekonomian keluarga, artinya saya masih berkutat pada tuntutan hidup bukan pada bagaimana menghidupkan tuntunan Illahi. Menegakkan kalimat Allah, Kalimat La ila haillallah dalam setiap aspek kehidupan kita, tidak terkecuali dalam bermasyarakat. Adalah kewajiban setiap muslim mendidik diri dan lingkungannya menjadi generasi rabbani dalam rangka membangun masyarakat madani sesuai Al Qur’an dan sunnah Rasulullah saw.
Sekarang kita sudah ada di penghujung hari menjelang pergantian tahun. Setiap kali datangnya bulan Muharram atau tahun baru Hijrah kita diingatkan pada suatu peristiwa besar yang merupakan Era baru dalam sejarah Islam yang sangat menentukan bagi perjuangan dan kemenangan Islam, yaitu hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW, dari kota Makkah ke kota Yasrib (Madinah). Hijrahnya Rasulullah dari sebuah kota yang penuh dengan kezaliman ketika itu, kekerasan dan kemaksiatan menuju kesebuah kota yang menjanjikan kedamaian dan kebenaran, memisahkan antara yang hak dengan yang batil. Dan karena itulah sahabat nabi Umar bin Khattab menetapkan peristiwa perpindahan Rasulullah SAW ini sebagai awal permulaan tahun dalam kalender Islam.
Sahabat belajar dari peristiwa hijrahnya Rasulullah saw sebagai salah satu rangkaian perjuangan Nabi dalam menegakkan Islam saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa sesungguhnya Islam tegak manakala pengikutnya mau benar-benar berhijrah dari sistem kafir kepada sistem Islam. Sistem yang dimaksud disini adalah seluruh aspek kehidupan kita. Bila setiap sistem yang kita bangun selalu berkiblat pada perintah Allah, tentu Islam akan tegak di muka bumi ini dan menjadi Rahmatan lil’alamin. ”Sistem yang buruk bisa membuat orang yang baik menjadi buruk tetapi sistem yang baik bisa membuat orang buruk menjadi baik.” Semoga dengan dimulainya tahun yang baru ini kita semua mempunyai kesadaran dan semangat serta keistiqomahan yang utuh untuk bangkit dan bersegera dalam mengarahkan diri kita kembali kepada tuntunan Illahi.
Segala kebenaran datangnya dari Allah Ta'ala dan segala kekhilafan datang dari penulis, mohon maaf atas setiap kata yang tidak berkenan, Wassalamu'alaikum wr wb.
Note. Mohon penanggalan Hijriyah yang telah ada di myquran.org juga dimunculkan di myquran.com, jazakumullah khoiran katsira.
Aisyah
Jakarta, 29 Zulhijjah 1430