Penyuntingan Kalimat Rancu : Pengacauan Dua Buah Kalimat yang Benar
Di antara penyebab kerancuan kalimat adalah penulis artikel mengacaukan dua buah kalimat yang benar. Maksudnya, sebenarnya sudah ada dua tipe kaliamt yang benar. Akan tetapi, penulis artikel kurang memahami kaidah penyusunan kalimat sehingga ia memunculkan tipe kalimat lain dari tipe kalimat yang benar itu. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh kalimat rancu berikut ini -diberi tanda asterisk (*)-:
(1) *Dari fenomena masyarakat sekarang yang bersyahadat tetapi masih mencari berkah dari kotoran kerbau Kyai Slamet menunjukkan bahwa kesyirikan pada zaman sekarang lebih parah daripada kesyirikan pada zaman jahiliyyah.
Jadi, kalau ditanyakan,”Apa yang menunjukkan bahwa kesyirikan pada zaman sekarang lebih parah daripada kesyirikan pada zaman jahiliyyah?”,
Jawabannya adalah fenomena masyarakat sekarang yang bersyahadat tetapi masih mencari berkah dari kotoran kerbau Kyai Slamet, bukan frasa dari fenomena masyarakat sekarang yang bersyahadat tetapi masih mencari berkah dari kotoran kerbau Kyai Slamet.
Kesimpulannya, frasa fenomena masyarakat sekarang yang bersyahadat tetapi masih mencari berkah dari kotoran kerbau Kyai Slamet itulah yang menjadi subjek kalimat (1).
Kemudian, setelah subjek kalimat (1) ditemukan, kalimat (1) diperbaiki menjadi
(1.a) Fenomena masyarakat sekarang yang bersyahadat tetapi masih mencari berkah dari kotoran kerbau Kyai Slamet menunjukkan bahwa kesyirikan pada zaman sekarang lebih parah daripada kesyirikan pada zaman jahiliyyah.
Catatan:
Dalam struktur kalimat yang benar, subjek sebuah kalimat tidak boleh diwali kata depan. Dengan demikian, diketahui bahwa kerancuan kalimat (1) disebabkan oleh ketidaktepatan penempatan kata depan dari.
menulis ilmiah ..