Penulis Topik: KPN ANDA TERAKHIR MENANGIS.. INILAH TANGIS ULAMA الشيخ المغامسي يبكي للفلسطيني  (Dibaca 366 kali)


Offline anelare

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 369
    • Lihat Profil
« pada: 28 Desember 2009, 11:23:40 »

KAPAN TERAKHIR KITA MENANGIS KARENA ALLAH..
ataukah memang hati kita telah keras membatu ..

MANA TETESAN AIR MATA ITU ..

pernahkah kita menangis melihat saudara kita dipalestina didzalimi ..


lihatlah ulama mereka menangis

syaikh menangis mengingat saudara muslim didzolimi
http://www.youtube.com/watch?v=VUAujeV0Lf8&feature=related

SYAIKH MUHAMMAD HASAN
http://www.youtube.com/watch?v=Qc9d9XuYnMw&feature=related

Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda
SURGA DILINGKUPI OLEH HAL-HAL YANG MENYULITKAN, DAN NERAKA DILINGKUPI OLEH HAL-HAL YG MENYENANGKAN

mari berpegang pada ALQUR'AN DAN ASSUNNAH sebagaimana pemahaman Nabi shalallahu'alaihi wassalam

jika kita dicela.. dan hal ini tidak mengherankan bagi yg berpegang diatas sunnah ..
maka hal ini tidak pernah menjadi beban pikiran, bg  yg berjalan diatas jalan sunnah nabi..

islam pada mulanya asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, dan beruntunglah orang-orang asing yang berbuat kebaikan ditengah orang-orang yang telah menjauh dari agamanya yang murni ..

syukron atas perhatiannya
« Edit Terakhir: 29 Desember 2009, 07:16:34 oleh anelare »

Offline anelare

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 369
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 28 Desember 2009, 11:25:23 »
    

    أو كنت أعلم ما تقولو عذلتكا

    لكن جهلت مقالتي فعذلتني

و علمت أنك جاهل فعذرتك

  

    Andai ‘kau paham apa yang kuucapkan,
    Niscaya ‘kau ‘kan maafkan diriku…

  

    Namun, ‘kau ‘tak pahami untaian kataku,
    Hingga ‘kau cela diriku…
« Edit Terakhir: 29 Desember 2009, 07:13:22 oleh anelare »

Offline anelare

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 369
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 28 Desember 2009, 11:27:10 »
Salaf Senantiasa Berwajah Ceria terhadap Orang Lain

    Urwah bin Zubair, murid shahabat Nabi, berkata, “Tertulis di dalam hikmah, “Ucapkanlah kata-kata yang baik dan tampilkanlah wajah yang cerah. Niscaya Anda lebih dicintai orang daripada mereka yang memberikan banyak hadiah.” [ حلية الأولياء و طبقات الأصفياء, II/178 ]


Salaf, Marah Besar Bila Melihat Islam Dilecehkan

    Abu Salamah ibn Abdurrahman ibn Auf berkata, “Di antara shahabat-shahabat Nabi صلى الله عليه و سلم, ada seseorang yang apabila melihat AGAMANYA HENDAK DILECEHKAN, bola matanya langsung terlihat berputar-putar di wajahnya seperti orang gila (karena sangat marangnya-ed)” [ حلية الأولياء و طبقات الأصفياء, IX/194 ]

Salaf Gembira Apabla Kebenaran Justru Muncul dari Lawan Debatnya

    Hatim Al-Aslam berkata, “Aku mempunyai tiga pekerti yang membuatku bisa mengalahkan lawan bicaraku.” Apa itu?, tanya mereka. Ia menjawab, (1) Aku gembira jika lawan bicaraku benar. (2) Aku sedih jika ia salah. (3) Dan aku selalu menjaga diriku agar tidak membodohinya.”
    Notes: Ketika hal ini didengar Imam Ahmad ibn Hambal, ia berkata, Subhanallah, betapa cedasnya ia.” [ lihat: حلية الأولياء و طبقات الأصفياء, VII/82 ]

 Salaf Adalah Manusia yang Paling Sayang Kepada Ahli Maksiat, dengan Tidak Membiarkannya Terus dalam Kemaksiatannya.

    Salaf bernama Mughirah berkata, “Ada seorang pria baik, tetapi kemudian melakukan perbuatan dosa. Hal ini kemudian diketahui Ibrahim An-Nakha’i, salah seorang ulama besar salafi. Lalu, Ibrahim berkata, “BANTULAH DIA, DAN NASIHATILAH DIA! JANGAN MENINGGALKANNYA”
    [ حلية الأولياء و طبقات الأصفياء, IV/233 ]


Salaf memberi Nasehat bahwa JURUS TERAKHIR SETAN ADALAH WANITA

    Tabi’in senior Sa’id bin Musayyib berkata, “Setiap kali setan merasa frustasi terhadap sesuatu (menggoda manusia-ed), IA PASTI MENDATANGI KORBANNYA MELALUI WANITA.
    [ حلية الأولياء و طبقات الأصفياء, II/166 ]


Salaf Mendoakan Kebaikan terhadap ORANG YANG MENDZALIMINYA

    Al-’Alaa bin Musayyib berkata, “Ar-Rabi’ bin Khutsaim pernah Menjadi korban pencurian kuda, lalu warga pengajiannya berkata, “KUTUKLAH DIA” Ia menjawab, “JUSTRU AKU BERDOA UNTUKNYA: “YA الله JIKA DIA KAYA, TERIMALAH DENGAN HATINYA. JIKA DIA FAKIR, BERILAH DIA KECUKUPAN.”


Salaf Membenci Popularitas dan Tidak Suka Terkenal di Mata Manusia

    Bisyr ibn Harits berkata, “Aku tidak mengetahui orang yang ingin terkenal, melainkan agamanya hilang DAN AIBNYA TERBONGKAR, ia juga berkata, “Tiadk akan menemukan manisnya akhirat bagi orang yang INGIN DIKENAL ORANG BANYAK.
    [ حلية الأولياء و طبقات الأصفياء, VIII/343 ]

Offline Salepin

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2009
  • Tulisan: 93
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 28 Desember 2009, 11:53:14 »
Brader, selesain dulu thread yang awal, baru buka thread laen..itu lebih baek...ente lagi banyak-banyakin posting atau lagi senang copas atau emang ente gak hobi nyelesain urusan?....ente kan sering nasihatin orang lewat PM tuh...boleh dong ane nasehatin ente juga... %peace%

http://myquran.org/forum/index.php/topic,71149.0.html

Offline UPIL

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2009
  • Tulisan: 978
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 28 Desember 2009, 12:22:38 »

Nasehat yg baik  sdr TS
tolong diterapkan oleh anda juga ya...
terutama antar salafi jga yg rukun... agak aneh jg dlm satu nama "salafy" tpi terbagi menjdi beberapa fikrah...bukan sekte kan ya?
InsyaAllah, yg lain jadi pada sepakat...

Offline preman_toubat

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 282
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 28 Desember 2009, 12:30:11 »
beda loh ya antara salaf sama salafy,
kentel banget nih

Offline masgalih

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 360
  • Lokasi: Bandung - Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Galih Hermawan on The Net
« Jawab #6 pada: 29 Desember 2009, 09:02:01 »
Subhanallah, satu tetesan air mata orang Islam dapat memadamkan api neraka.

Selama saya mengikuti kegiatan da'wah dan tabligh ini, hampir setiap saat rekan2 pekerja da'wah diberi nasehat untuk berdo'a kepada Allah SWT. sambil menangis, merengek-rengek, minta hidayah untuk diri dan ummat seluruh alam.

Bahkan, bukan pemandangan asing lagi ketika seorang da'i doa sambil menangis minta hidayah, hal ini akan sering kita temukan ketika khuruj fisabilillah, ketika di masjid2 da'wah, bahkan diajarkan juga ketika di rumah kita masing.

Belajar risau ummat, maka akan mendorong kita menangis, tidak harus jadi ulama dulu baru bisa menangis.

Alhamdulillah.