Penulis Topik: Gurita Cikeas kah?  (Dibaca 332 kali)


Offline ilalang

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 699
  • Lokasi: Ungaran
  • Jenis kelamin: Pria
  • dalam kelana aku mencari....
    • Lihat Profil
« pada: 29 Desember 2009, 18:58:24 »
dapet link dari teman..

yang mau baca Gurita Cikeas

hxxp://www.ziddu.com/download/7933507/GuritaCikeas.pdf.html

ini versi pra cetak tanpa gambar dan ilustrasi tp isinya sama persis


********

....seperti bocah-bocah yang memandang awan...

Offline Sayyid

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 273
  • Lokasi: Tauhid Valley
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 30 Desember 2009, 11:23:51 »
kok cuman 41 halaman ???
اللهم صل على محمد

Offline ilalang

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 699
  • Lokasi: Ungaran
  • Jenis kelamin: Pria
  • dalam kelana aku mencari....
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 30 Desember 2009, 12:36:28 »
pengennya berapa halaman..  :hihi:

kalo ada buku aslinya sini tak pdfkan..  %peace%


********

....seperti bocah-bocah yang memandang awan...

Offline Sayyid

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 273
  • Lokasi: Tauhid Valley
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 30 Desember 2009, 21:01:57 »
bukunya kan 181 an halaman..

yg 41 halaman ..ntu hanya nukilan..

klo baca buku yg kontroversial jangan setengah2, ntar bisa salah paham/ salah ngerti.
اللهم صل على محمد

Offline Abdul_Maliksyah

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.057
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 31 Desember 2009, 10:24:34 »

Ane dapat paket kiriman email nukilan yg 41 halaman itu, bbrp waktu lalu... "Gurita Bisnis Cikeas" ::)

Seperti layaknya buku dan analisis ttg sepak terjang bisnis dan kaitannya politik, pembaca dihadapkan pada paparan dan analisis jaringan informasi yg dapt dihubungkan sebagai bentuk dukungan dana politis dari mereka yg berbisnis kepada pemegang kekuasaan, dan atau dapat juga diartikan pebisnis yang memanfaatkan (imbal balik) atau mendapatkan manfaat dari kekuasaan politik, dalam hal tentu maksudnya Pak SBY - Presiden RI sbg pemegang kekuasaan pemerintahan ..  analisis personal dari Pak George Aditjondro, boleh jadi benar boleh jadi salah, atau sebagian benar dan sebagian salah... ::)

Dalam konteks politik dan kekuasaan... selalu ada usaha dari "zoon politicon" ut mengambil alih kekuasaan
  :hmmm:
 
Pendekatan berita (kalau ga mau menyebut issue) yang terpublish, setidaknya dalam forum ini adalah:
1. Pendekatan Hukum
2. Pendekatan Politis formal

 
Pendekatan 1, akan mengarah kepada adanya pelanggaran hukum SBY?  berita seputar orang2 yang mendukung SBY, keluarga dan sahabat dan rekannya akan membuktikan SBY bersalah secara hukum? proses lanjut atas pendekatan 1 adalah jalur hukum (pengadilan) yg kemudian berujung pada usaha menjatuhkan (memakzulkan) SBY scr konstitusional.
 
Pendekatan 2, akan mengarah kepada pembentukan image negatif melalui publikasi pada pusat kekuatan SBY yaitu CITRA. CITRA yang baik (positif) secara mayoritas diterima (tentu dengan mekanisme publisitas dan mesin organisasi yg bekerja diseputar SBY/ PD) oleh rakyat sehingga memenangkan Pilpres dan Pileg Demokrat. Proses lanjut atas kasus ini adalah tekanan pada parlemen ut mendelegitimasi (memakkzulkan) SBY sbg Presiden. Pergantian kekuasaan tengah jalan... (mis. sesuai ramalan 'dukun' Permadi bhw pd 2010 SBY turun dan diganti oleh Prbw walaupun analisis ilmiah dan politisnya tdk jelas)
 
Bagaimana kemungkinan 2 pendekatan itu?
 
Pendekatan 1 sulit, hampir tdk mungkin atas dasar bukti-bukti material keterlibtanh SBY personal dr paparan buku tsb, utk dibuktikan bhw SBY ,bersalah scr hukum. Paling jauh ada orang-orang tertentu yg disebut oleh George AC akan diproses hukum, yang akan membutuhkan waktu lama proses sejak penidikan sampai kepengadilan (belum lagi kasasi dan PK)... mungkin bertahun-tahun.
 
Pendekatan 2 yg berkemungkinan terbuka (possible). Tetapi kalau mempelajari jalan konstitusi sbg proses, maka kemungkinan itu menjadi kecil. Citra politik dapat dilawan dengan citra politik juga, sbg kekutan utama politik, lagi lagi melalui media.... pengangkatan Bos Jawa Pos sbg  Dirut PLN boleh jadi usaha meraih dukungan pemilik media, disamping memang Pak Dahlan adalah pengusaha/ manajer tangguh dalam urusan tenaga listrik.
Kukira SBY dan teamnya akan melakukan pendekatan media ut meredam pencitraan negatif tsb.... kita akan melihat dalam waktu-waktu dekat, sembari SBY memperbaiki komunikasi politik yg cenderung responsif dan introvert akhir akhr ini.

Disisi lain jika proses pemakzulan (sbg tujuan) akan dilakukan konstitusional, dgn menganggap bhw citra negatif berhasil mempengaruhi massa dan tokoh politik, tetapi hal itu tidak cukup ketika parlemen oleh ruling partai  PD mengusai DPR dan DPD (menjadi MPR utk pemakzulan), belum lagi menggunakan rekan koalisi yg telah berbagi posisi menteri, dan jabatan lainnya.
 
Bagaimana dengan jalan revolusi atau tekanan massa yg inkonstituisonal?
 
Jalan ini sangat sulit dengan situasi sekarang. Ekonomi tidak dalam kondisi bergejolak, seperti saat reformasi dan beberapa saat setelahnya, demikian juga ketika Sukarno di Tritura oleh massa dengan dukungan militer. Pemegang senjata (militer) kompak dibelakang SBY dengan hanya riak kecil, boleh jadi, yg tak puas jabatan.
 
Kesimpulan adalah perkembangan politik ditanah air kecil kemungkinannya berujung pada pemakzulan kekuasan presiden SBY. Baik melalui jalan konstitusi ataupun inskontitusional (revolusi atau tekanan massa).

Loch kenapa bicara pemakzulan? konteks berita yg terpublish secara negatif ttg citra pemegang kekuasaan memang mengarah kesana dalam analisis politik akal sehat dan normal dalam persaingan politik.  Tetapi tentu bukan satu-satunya analisis.
 
Analisa lain adalah pendekatan keadilan dan nurani akan kebenaran.
 

Apakah berita yg diangkat George AC adalah benar? kukira harus mulai dari sana. Jangan sampai kita menzalimi orang yg tak bersalah. Kita cukup menyalahkan mereka yg bersalah saja, tentu dengan bukti bukti pendukung. SBY dan team atau orang orang yg disebut dalam Buku George AC sebaiknya melakukan "somasi publik" melaui penerbitan "buku putih".
Klarifikasi tsb penting agar masyarakat mendapatkan berita yg berimbang utk sebuah penilaian yg adil. Langkah utk tidak menarik buku tsb dari peredaran adalah tepat, walaupun ada usaha fihak-fihak tertentu (boleh jadi namanya disebut dalam buku itu, tanpa sepengetahuan SBY) berusaha (menggunakan tangan oknum2) menghilangkan dari peredaran, kukira respon seaat saja.
 
Point utama dalam pendekatan keadilan dan kebenaran adalah hukumlah orang yg bersalah. Bahkan masih bisa diterima membebaskan orang bersalah daripada menghukum orang yg tak bersalah.
 
Situasi politik saat ini memang sangat hangat, politik berujung pada kekuasaan pemerintahan. Atau tujuan dari pribadi dan atau kelompok adalah kekuasaan pemerintahan. Masih mengamati perkembangan yg terjadi.... sehingga kesimpulan2 juga masih bersifat tentatif... :)
 
[QS.Al Maaidah 5: 8 ]
" Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan ".
 


Hanya sebuah pandangan.... Silahken dilanjutken ! ... :)  %peace%


Wallahu a'lam
 
Salam
 


==
pemahaman menuju kesadaran
Afala tatafakkaruun ? Afala ta'qiluun ? ==