Semoga jadi catatan dan panduan bagi kita untuk memilih pada pemilu selanjutnya....
FPDIP Imbau Pimpinan DPR Kembalikan Crown Rp 1,3 MJakarta - Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo mengimbau pimpinan DPR mengembalikan mobil dinas baru Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp 1,3 miliar. Pimpinan DPR diminta tidak malu memakai mobil bekas.
Imbauan itu disampaikan Tjahjo melalui SMS yang diterima wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/12/2009).
"Sebaiknya, pimpinan DPR mengembalikan mobil mewah Crown seharga Rp 1 miliar kepada pemerintah," kata Tjahjo.
Jika dirasa mobil dinas Camry (mobil dinas pejabat lembaga tinggi negara periode 2004-2009) sudah bekas, menurut Tjahjo, DPR melalui anggaran DPR bisa membeli sendiri mobil Camry baru buat pimpinan DPR atau beli tambahan mobil bekas yang lebih besar atau mewah mereknya.
"Kan harganya masih bisa di bawah Rp 400 juta. DPR kan wakil rakyat, harusnya melihat ke masyarakat yang kehidupannya masih jauh dari kesejahteraan dan DPR sebagai lembaga wakil rakyat seharusnya memberi contoh," papar dia.
"Pakai mobil bekas mewah kan tidak masalah dan harganya juga murah. Bisa seharga sama Kijang baru kan tidak perlu malu. Yang penting kinerjanya bukan tampilan mobil baru mewahnya," lanjut pria berkacamata ini.
Dalam kesempatan itu, Tjahjo meminta pemerintah pusat melalui Mendagri perlu membuat surat keputusan menteri atau via Keppres kepada pejabat daerah untuk wajib menggunakan mobil yang wajar di daerah.
"Jangan berlindung di otonomi maka gubernur, bupati, walikota berlomba memakai mobil mewah di daerah," kata Tjahjo.
Sekadar diketahui, meskipun FPDIP menyerukan agar menolak mobil dinas mewah tersebut, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Senin (28/12/2009) lalu menyatakan tidak menolak mobil mewah tersebut. Taufiq menganggap mobil itu sebagai pemberian rakyat.
(aan/iy)
******************************
Laode Ida Juga Tolak Toyota Crown Rp 1,3 MJakarta - Pertimbangan kepekaan sosial dan tidak ingin bermewah-mewah menjadi alasan bagi Wakil Ketua DPD Laode Ida untuk menolak mobil dinas baru bermerek Toyota Crown Royal Saloon. Laode akan mengembalikan mobil dinas seharga Rp 1,3 miliar itu di awal tahun 2010.
"Mobil itu terlalu mewah. Saya merasa tidak layak menerima mobil mewah itu di tengah kondisi rakyat yang masih banyak yang kesusahan. Saya akan kembalikan mobil itu pada awal Januari tahun depan," kata Laode kepada detikcom, Rabu (30/12/2009).
Menurut mantan aktivis LSM ini, pejabat diberi mandat oleh rakyat karena bertugas melayani rakyat, bukan untuk bermewah-mewahan. Atas dasar itulah, Laode meminta kepada pemerintah untuk melakukan standarisasi pengunaan keuangan negara agar tidak dihamburkan untuk kepentingan kemewahan para pejabatnya.
"Saya diberi mandat oleh rakyat untuk bekerja dan peka dengan kondisi rakyat. Sementara rakyat kita masih banyak yang menderita yang membutuhkan seribu, dua ribu, sejuta, 2 juta. Kita mengimbau pemerintah agar supaya melakukan standarisasi penggunaan uang rakyat," paparnya.
Laode menilai mobil dinas yang lama, Toyota Camry, sudah sangat layak. Apalagi pengunaan mobil dinas itu hanya di Jakarta. Sementara lalu lintas Jakarta juga tidak menghendaki kecepatan yang tinggi karena kemacetan yang selalu terjadi.
"Uang Rp 1,3 miliar yang menjadi harga mobil dinas baru itu lebih dari 3 kali lipatnya harga Camry. Kalaupun mau ganti, ya tetap Camry lah. Atau kalau mau hemat, Camry yang 5 tahun terakhir saja, sambil ditambah apa yang perlu diperbaiki," papar Laode.
"Apalagi mobil itu kan hanya digunakan di Jakarta, kalau ke daerah kan nggak dibawa. Jadi saya kira kita jangan mengumbar kemewahan di tengah kesusahan rakyat lah," pungkasnya.
Penolakan yang sama, sebelumnya, juga disampaikan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Bahkan Fraksi PDP mengimbau pimpinan DPR agar menolak mobil mewah tersebut.
(yid/iy)
**********************************************
Tifatul Belum Terima Mobil Dinas BaruJakarta - Mobil dinas baru para menteri, Toyota Crown Royal Saloon, menjadi buah bibir. Menkominfo Tifatul Sembiring mengaku belum menerima mobil baru ini. Kok bisa?
"Soal mobil baru saya belum terima. Belum ada pemberitahuan ke saya," kata Tifatul di sela-sela jumpa pers akhir tahun di Depkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Tifatul memaparkan, Toyota Crown ini adalah mobil dinas bukan mobil pribadi menteri. Penggunaannya pun untuk kerja menteri dan bukan urusan pribadi.
"Itu tidak boleh dipakai untuk jalan-jalan keluarga," kata Tifatul.
Kalau mendapat mobil mewah itu bagaimana, mau menerima tau tidak? Tanya wartawan. Tifatul tidak mau menjawab pertanyaan itu.
Mantan presiden PKS itu hanya menjelaskan dirinya masih bekerja memakai mobil pribadi. "Saya masih pakai Toyota Fortuner. Itu pun milik pribadi, beli sendiri, sudah 2 bulan lebih," pungkasnya. (fay/iy)
wassalam,
BK