Penulis Topik: Mereka yang menolak dan menerima Toyota Crown 1,3 M  (Dibaca 856 kali)


Offline Bang Khalifah

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 347
    • Lihat Profil
« pada: 31 Desember 2009, 10:17:45 »
Semoga jadi catatan dan panduan bagi kita untuk memilih pada pemilu selanjutnya....

FPDIP Imbau Pimpinan DPR Kembalikan Crown Rp 1,3 M

Jakarta - Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo mengimbau pimpinan DPR mengembalikan mobil dinas baru Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp 1,3 miliar. Pimpinan DPR diminta tidak malu memakai mobil bekas.

Imbauan itu disampaikan Tjahjo melalui SMS yang diterima wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/12/2009).

"Sebaiknya, pimpinan DPR mengembalikan mobil mewah Crown seharga Rp 1 miliar kepada pemerintah," kata Tjahjo.

Jika dirasa mobil dinas Camry (mobil dinas pejabat lembaga tinggi negara periode 2004-2009) sudah bekas, menurut Tjahjo, DPR melalui anggaran DPR bisa membeli sendiri mobil Camry baru buat pimpinan DPR atau beli tambahan mobil bekas yang lebih besar atau mewah mereknya.

"Kan harganya masih bisa di bawah Rp 400 juta. DPR kan wakil rakyat, harusnya melihat ke masyarakat yang kehidupannya masih jauh dari kesejahteraan dan DPR sebagai lembaga wakil rakyat seharusnya memberi contoh," papar dia.

"Pakai mobil bekas mewah kan tidak masalah dan harganya juga murah. Bisa seharga sama Kijang baru kan tidak perlu malu. Yang penting kinerjanya bukan tampilan mobil baru mewahnya," lanjut pria berkacamata ini.

Dalam kesempatan itu, Tjahjo meminta pemerintah pusat melalui Mendagri perlu membuat surat keputusan menteri atau via Keppres kepada pejabat daerah untuk wajib menggunakan mobil yang wajar di daerah.

"Jangan berlindung di otonomi maka gubernur, bupati, walikota berlomba memakai mobil mewah di daerah," kata Tjahjo.

Sekadar diketahui, meskipun FPDIP menyerukan agar menolak mobil dinas mewah tersebut, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Senin (28/12/2009) lalu menyatakan tidak menolak mobil mewah tersebut. Taufiq menganggap mobil itu sebagai pemberian rakyat.

(aan/iy)

******************************

Laode Ida Juga Tolak Toyota Crown Rp 1,3 M

Jakarta - Pertimbangan kepekaan sosial dan tidak ingin bermewah-mewah menjadi alasan bagi Wakil Ketua DPD Laode Ida untuk menolak mobil dinas baru bermerek Toyota Crown Royal Saloon. Laode akan mengembalikan mobil dinas seharga Rp 1,3 miliar itu di awal tahun 2010.

"Mobil itu terlalu mewah. Saya merasa tidak layak menerima mobil mewah itu di tengah kondisi rakyat yang masih banyak yang kesusahan. Saya akan kembalikan mobil itu pada awal Januari tahun depan," kata Laode kepada detikcom, Rabu (30/12/2009).

Menurut mantan aktivis LSM ini, pejabat diberi mandat oleh rakyat karena bertugas melayani rakyat, bukan untuk bermewah-mewahan. Atas dasar itulah, Laode meminta kepada pemerintah untuk melakukan standarisasi pengunaan keuangan negara agar tidak dihamburkan untuk kepentingan kemewahan para pejabatnya.

"Saya diberi mandat oleh rakyat untuk bekerja dan peka dengan kondisi rakyat. Sementara rakyat kita masih banyak yang menderita yang membutuhkan seribu, dua ribu, sejuta, 2 juta. Kita mengimbau pemerintah agar supaya melakukan standarisasi penggunaan uang rakyat," paparnya.

Laode menilai mobil dinas yang lama, Toyota Camry, sudah sangat layak. Apalagi pengunaan mobil dinas itu hanya di Jakarta. Sementara lalu lintas Jakarta juga tidak menghendaki kecepatan yang tinggi karena kemacetan yang selalu terjadi.

"Uang Rp 1,3 miliar yang menjadi harga mobil dinas baru itu lebih dari 3 kali lipatnya harga Camry. Kalaupun mau ganti, ya tetap Camry lah. Atau kalau mau hemat, Camry yang 5 tahun terakhir saja, sambil ditambah apa yang perlu diperbaiki," papar Laode.

"Apalagi mobil itu kan hanya digunakan di Jakarta, kalau ke daerah kan nggak dibawa. Jadi saya kira kita jangan mengumbar kemewahan di tengah kesusahan rakyat lah," pungkasnya.

Penolakan yang sama, sebelumnya, juga disampaikan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Bahkan Fraksi PDP mengimbau pimpinan DPR agar menolak mobil mewah tersebut.

(yid/iy)

**********************************************

Tifatul Belum Terima Mobil Dinas Baru

Jakarta - Mobil dinas baru para menteri, Toyota Crown Royal Saloon, menjadi buah bibir. Menkominfo Tifatul Sembiring mengaku belum menerima mobil baru ini. Kok bisa?

"Soal mobil baru saya belum terima. Belum ada pemberitahuan ke saya," kata Tifatul di sela-sela jumpa pers akhir tahun di Depkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Tifatul memaparkan, Toyota Crown ini adalah mobil dinas bukan mobil pribadi menteri. Penggunaannya pun untuk kerja menteri dan bukan urusan pribadi.

"Itu tidak boleh dipakai untuk jalan-jalan keluarga," kata Tifatul.

Kalau mendapat mobil mewah itu bagaimana, mau menerima tau tidak? Tanya wartawan. Tifatul tidak mau menjawab pertanyaan itu.

Mantan presiden PKS itu hanya menjelaskan dirinya masih bekerja memakai mobil pribadi. "Saya masih pakai Toyota Fortuner. Itu pun milik pribadi, beli sendiri, sudah 2 bulan lebih," pungkasnya.    (fay/iy)

wassalam,
BK
« Edit Terakhir: 31 Desember 2009, 10:26:46 oleh Bang Khalifah »


One Law to Rule Us All,
One Law To Find Us,
One Law To Guide Us All,
And In The Light, Frees Us!

Offline Bang Khalifah

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 347
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 31 Desember 2009, 10:22:35 »
Pramono Tolak Toyota Crown Rp 1,3 M

Jakarta - Enggan terlibat polemik, Wakil Ketua DPR Pramono Anung menolak pemberian mobil Toyota Crown Royal Saloon yang baru. Politisi PDIP ini mengaku lebih comfortable memakai mobil Lexus miliknya.

"Saya merasa lebih comfortable memakai mobil pribadi saya. Selama ini, yang Camry  juga tidak pernah saya ambil," kata Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/12/2009). Camry adalah mobil dinas pejabat lembaga tinggi negara periode 2004-2009. Mobil ini dilungsurkan pada pejabat penerusnya, sebelum Crown dibagikan pada Senin 28 Desember.

Pramono mengaku tidak mau terlibat dengan polemik seputar pemberian mobil seharga Rp 1,3 miliar itu.

"Yang jelas sampai hari ini, saya tidak pernah ambil mobil baru dan saya akan terus memakai mobil saya pribadi," ujar pria berkacamata ini.

Apa tidak sayang Pak? "Daripada saya terlibat polemik. Lebih baik saya katakan saya lebih comfortable dengan mobil pribadi," sahut Pramono.

Pramono menggunakan mobil pribadinya Lexus seri LS 4606 warna hitam bernopol RI 53. Mobil itu keluaran tahun 2009.
(aan/iy)

********************************

Mungkin dari kasus-kasus seperti ini, ketika kita rekap pada akhir masa jabatan, bisa kita jadikan bahan penilaian, mana partai yang memang benar-benar peduli dan membela rakyat jelata, dan mana yang biasa berlindung pada peraturan dan sejuta alasan untuk menutupi ketamakannya...

wassalam,
BK


One Law to Rule Us All,
One Law To Find Us,
One Law To Guide Us All,
And In The Light, Frees Us!

Offline Bang Khalifah

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 347
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 31 Desember 2009, 10:28:36 »
catatan: Jangan lupa, TK yang juga dari PDIP, justru menerima mobil tersebut...

berikut tambahan para penerima:

Ketua DPD: Crown Itu Biasa, Yang Wow Ferrari

Jakarta - Ketua DPD RI Irman Gusman menganggap mobil Toyota Crown Royal Saloon yang diberikan kepada pejabat tinggi negara termasuk dirinya adalah mobil biasa. Dia baru menggangap luar biasa apabila diberi mobil Ferrari.

"Kalau wow itu (dapat) Ferrari atau Mercedes," ujar Irman yang ditemui seusai turun dari mobil dinas barunya bernopol RI 7 di Gedung DPD, Jl Jenderal Gatot Subroto, Selasa (29/12/2009).

Menurut pria yang pada 5 tahun lalu memperoleh Toyota Camry ini, pemberian Toyota Crown Royal Saloon adalah hal yang wajar. Karena melihat nilai ekonomis kendaraan tersebut yang sudah turun.

"Lima tahun lalu kan saya juga sudah dapat (Toyota Camry) secara umur ekonomis kan sudah berkurang, sekarang dikasih yang baru kita terima saja," sahut Irman.

Irman menambahkan, terkait harga yang disebut-sebut mahal dirinya tidak yakin. Menurutnya harga mobil barunya di pasaran tidak lebih dari Rp 500 juta.

"Kalau harga bukan salah saya. Kalau tidak dipakai nanti dipikir apa gitu?
Yang penting kan kinerjanya meningkat," tambahnya. Pimpinan Toyota saat dikonfirmasi Senin kemarin menyatakan, harga Crown Royal Saloon Rp 1,325 miliar sudah termasuk pajak.    (ddt/iy)

*************************************************

TK Anggap Mobil Mewah dari Rakyat, Takkan Menolak

Jakarta - Ketua MPR Taufiq Kiemas (TK) tidak akan ragu-ragu untuk memakai mobil dinas baru Toyota Crown Royal Saloon. Dia menganggap mobil itu pemberian dari rakyat.

"Itu kan bukan punyaku, anggap saja dari rakyat. Numpang pakai punya rakyat masa tidak boleh?" ujar TK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/12/2009).

TK mengaku tidak akan menolak pemberian mobil berkapasitas mesin 3.000 cc itu. Apalagi dia tidak mendapatkan mobil dengan mencuri.

"Saya nggak akan ragu-ragu. Nggak ngambil ini. Kalau aku dikasih ya aku terima. 5 Tahun lagi kan diberikan ke negara," imbuh dia.

Bahkan, TK tidak mau berpura-pura untuk menolak pemberian negara itu. "Saya tidak bisa ngomong kata apa-apa. Kalau pemerintah kasih, kalau dapat ya aku pakai tidak berpura-puralah," tandas dia.    (nik/iy)

**************************

Wakil Ketua MPR Terima Toyota Crown karena Fasilitas Negara

Jakarta - Sebagian besar pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggunakan mobil
dinas baru Toyota Crown Royal Saloon. Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari
mengaku menggunakannya karena memang sudah difasilitasi oleh negara.

"Ya, saya pakai. Simplenya, negara sediakan maka kita pakai, negara ambil, tidak akan kita tahan-tahan," ujar Hajriyanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/12/2009).

Politisi dari Partai Golkar ini tidak mempersoalkan pimpinan Dewan lain yang tidak menggunakan mobil senilai Rp 1,3 juta tersebut.

"Nggak apa-apa (ada yang tidak menggunakan), artinya kan saya juga nggak mengajukan permintaan dapat fasilitas itu, tapi disediakan fasilitas untuk dipaka di masa jabatan, maka kita pakai," jelasnya.

Namun jika negara ingin mengambilnya lagi, Hajriyanto mempersilakannya. "Silakan, itu bukan milik saya," ujarnya.

Hajriyanto menceritakan, mobil dinas lama Toyota Camry saat ini sudah ditarik. "Yang lama ditarik, rapi nggak pernah mogok. Saya pakai 1,5 bulan. Soalya suaranya sudah keras," jelasnya.
(amd/anw)


One Law to Rule Us All,
One Law To Find Us,
One Law To Guide Us All,
And In The Light, Frees Us!