Penulis Topik: Adakah diantara akhwat yang mau nikah dengan ikhwan yang belum mapan?  (Dibaca 1149 kali)


Offline radeondt

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 435
  • Lokasi: Ngayogjokarto Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pengangguran yang terkonsep
    • Lihat Profil
« Jawab #45 pada: 08 September 2006, 20:20:46 »
Ya.. karena banyak tuh teman aku yang nikah karena niat untuk Alloh semata bahkan kakak aku sendiri juga gitu, tapi ya bisa hidup tuh sampai sekarang mampu nyekolain anaknya dll, padahal kalo ditanya pekerjaannya dia bingung menjawab, bahkan teman aku ada yang menjawab pengangguran tapi sibuk he he... :) yang penting tuh bukan bekerja tetap tapi tetap bekerja ya kan boss ?
Alloh tuh maha kaya mosok lebih percaya ama boss yang ada di kantor daripada Bossnya Alam semesta betul ?

Offline fei shin muslim

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.440
  • Lokasi: klaten-bandung-jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hanya manusia biasa
    • Lihat Profil
« Jawab #46 pada: 10 September 2006, 07:58:10 »
Tergantung orangnya.......
maslahnya skr sulit cr akhwat yg qona'ah.....,ane dapet yg qona'ah eeehh bapaknya kaga boleh......,hancur hatiku.....,tp ane ga bakalan nyerah ...ane deketin terus tu akhwat ,ane jg usaha kerja yg mapan biar bapaknya nerima....,
nimah bapaknya yg matre namanya......
Karena Al Haq itu Lebih kami Cintai

Akan lahir dari ilmu: kemuliaan walaupun orangnya hina, kekuatan walaupun orangnya lemah, kedekatan walaupun orangnya jauh, kekayaan walaupun orangnya fakir, dan kewibawaan walaupun orangnya tawadhu'

Wahab bin Munabbih - rahimahullah

Offline astyaep

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 11.268
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • pacaran di malang ;)
    • Lihat Profil
    • all 'bout me :D
« Jawab #47 pada: 11 September 2006, 11:55:00 »
@ ataskuw....

hayo berjuang terus...!!!!!!!!!!!!!!!!!
to love someone gives you strength,'n to be loved by someone gives you courage

Pernikahan adalah tempat untuk berkali-kali jatuh cinta pada orang yg sama

Offline dian_syahril

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 8.171
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #48 pada: 20 September 2006, 14:05:30 »
mungkin saja ada akhwat yg mau menerima, tapi sebagai ikhwan, sharusnya merasa kasihan dgn akhwatnya kalo gitu, sbaiknya sih ikhwannya mapan dulu baru menikah  O0
mohon maaf lahir & batin jika ada tulisan, perkataan & perbuatan saya baik yg disengaja maupun yg tidak selama di myQ.org :)

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.251
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #49 pada: 21 September 2006, 07:59:03 »
mungkin saja ada akhwat yg mau menerima, tapi sebagai ikhwan, sharusnya merasa kasihan dgn akhwatnya kalo gitu, sbaiknya sih ikhwannya mapan dulu baru menikah  O0
klo kaga mapan2 kaga nikah2 donk ;D

Offline dian_syahril

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 8.171
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #50 pada: 21 September 2006, 09:08:20 »
klo kaga mapan2 kaga nikah2 donk ;D

tergantung definisi mapan itu sendiri om, kupikir mapan disini adalah minimal tidak perlu punya penghasilan tetap melainkan tetap berpenghasilan  ^-^ ^-^
mohon maaf lahir & batin jika ada tulisan, perkataan & perbuatan saya baik yg disengaja maupun yg tidak selama di myQ.org :)

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.251
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #51 pada: 21 September 2006, 09:19:54 »
kan kebanyakan orang itu mendefinisikan mapan itu punya rumah, gajih lumayan gede, punya motor minimalnya.... dll

%peace%

Offline TaqiyaAsywaq

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 291
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #52 pada: 21 September 2006, 10:24:16 »
saya berkomentar dari fraksi akhwat... (yang sering diperbincangkan dalam hal ini...)

teman-teman, saya kira... pertanyaan "ada atau tidak" itu, jawabnya pastilah ADA. karena sifat ada atau tidak itu adalah hal yang manusiawi. saya punya dua orang saudari yang bisa menjawab pertanyaan semula. seorang saudari A akhirnya menikah dengan orang lain. karena sang ikhwan tidak PD dengan ketidakmapanannya. padahal sang akhwat gak masalah. sedangkan seorang saudari B, akhirnya tetap menikah dengan sang ikhwan. kini, si ikhwan masih berstatus pencari kerja (ada yang punya kerjaan buat si ikhwan..??).

nah, saya pikir... bukan masalah ada atau tidaknya akhwat yang seperti itu. tapi, bagaimana sang ikhwan berusaha terlebih dahulu dalam hal financial. mapan atau tidak... itu adalah hal yang subjektif menurut saya. ada yang berpendapat ada maisyah saja berarti cukup. ada yang bilang dengan penghasilan tertentu baru bisa disebut mapan. nah, tergantung si ikhwan dan akhwat sendiri... bagaimana versi mapan dari mereka.

yang jelas... menikah adalah sebuah sarana untuk saling bersinergi satu sama lain. kata MAPAN bukanlah pra syarat utama sebagaimana yang telah diungkapkan teman-teman sebelumnya. saya pikir banyak orang yang sepakat tentang hal ini. tak mapan, bukan berarti tak ada sama sekali financial atau usaha menuju kesana.

keluarga adalah usaha yang bersama-sama dimulai dari "0". maksudnya, ketika dua insan bersatu disanalah mereka bersama menyatukan potensi... (sinergi) sehingga lebih berdaya guna.

tentang kemapanan. kalau si Ikhwan merasa kurang mapan (tapi sudah punya penghasilan, meski tidak tetap) dan merasa PD, yah silahkan berusaha (ta'aruf). kalau kata Alalh... jodoh.... yah pasti sijodoh itu akan dipertemukan. tapi, kalau kata Allah memang belum jodoh... mau semapan apapun juga pasti bakal terus mencari-cari.

yang penting ikhtiar untuk berproses menuju kesana. bagaimana kita (ikhwan dan akhwat) saling meng-Upgrade diri, baik hal financial... tsaqofah... dan lain-lain. saya kira, banyak juga akhwat yang"tak mau merepotkan sang calon". sehingga mereka tak terlalu mengharapkan kata "mapan" yang sering diperbincangkan ini. ada juga akhwat yang tak ingin terlalu bergantung pada sang calon suami, namun tak menampikkan atau tetap menghormati sang calon.

ah, saya tidak tahu apakah paparan diatas sudah bisa mewakili suara dari fraksi akhwat. yang jelas... kata yang mengeneralisir itu mirip dengan judgment. saya harap kita terus belajar untuk bersikap matang. belajar untuk rendah hati.

terkadang memang banyak hal yang tidak kita tahu dari sang maha Tahu. mungkin kita memang belum saatnya tahu, atau bahkan memang tak perlu tahu atas apa-apa yang tak kita tahu. yang jelas, tak perlu sok tahu atau malah pura-pura tak tahu?

cukuplah kelak, sang maha Tahu lah yang memberi tahu... atas hal-hal yang tak diketahui....

tapi, mencari tahu bukanlah larangan .. karena ia berkorelasi dengan kata ikhtiar.

selamat saling mencari dan memberi tahu... karena, orang yang tahu atas ketidaktahuannya lebih baik dari pada orang yang tidaktahu ke-tahu-annya.   

:)   

Offline TaqiyaAsywaq

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 291
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #53 pada: 21 September 2006, 10:36:33 »
saya berkomentar dari fraksi akhwat... (yang sering diperbincangkan dalam hal ini...)

teman-teman, saya kira... pertanyaan "ada atau tidak" itu, jawabnya pastilah ADA. karena sifat ada atau tidak itu adalah hal yang manusiawi. saya punya dua orang saudari yang bisa menjawab pertanyaan semula. seorang saudari A akhirnya menikah dengan orang lain. karena sang ikhwan tidak PD dengan ketidakmapanannya. padahal sang akhwat gak masalah. sedangkan seorang saudari B, akhirnya tetap menikah dengan sang ikhwan. kini, si ikhwan masih berstatus pencari kerja (ada yang punya kerjaan buat si ikhwan..??).

nah, saya pikir... bukan masalah ada atau tidaknya akhwat yang seperti itu. tapi, bagaimana sang ikhwan berusaha terlebih dahulu dalam hal financial. mapan atau tidak... itu adalah hal yang subjektif menurut saya. ada yang berpendapat ada maisyah saja berarti cukup. ada yang bilang dengan penghasilan tertentu baru bisa disebut mapan. nah, tergantung si ikhwan dan akhwat sendiri... bagaimana versi mapan dari mereka.

yang jelas... menikah adalah sebuah sarana untuk saling bersinergi satu sama lain. kata MAPAN bukanlah pra syarat utama sebagaimana yang telah diungkapkan teman-teman sebelumnya. saya pikir banyak orang yang sepakat tentang hal ini. tak mapan, bukan berarti tak ada sama sekali financial atau usaha menuju kesana.

keluarga adalah usaha yang bersama-sama dimulai dari "0". maksudnya, ketika dua insan bersatu disanalah mereka bersama menyatukan potensi... (sinergi) sehingga lebih berdaya guna.

tentang kemapanan. kalau si Ikhwan merasa kurang mapan (tapi sudah punya penghasilan, meski tidak tetap) dan merasa PD, yah silahkan berusaha (ta'aruf). kalau kata Alalh... jodoh.... yah pasti sijodoh itu akan dipertemukan. tapi, kalau kata Allah memang belum jodoh... mau semapan apapun juga pasti bakal terus mencari-cari.

yang penting ikhtiar untuk berproses menuju kesana. bagaimana kita (ikhwan dan akhwat) saling meng-Upgrade diri, baik hal financial... tsaqofah... dan lain-lain. saya kira, banyak juga akhwat yang"tak mau merepotkan sang calon". sehingga mereka tak terlalu mengharapkan kata "mapan" yang sering diperbincangkan ini. ada juga akhwat yang tak ingin terlalu bergantung pada sang calon suami, namun tak menampikkan atau tetap menghormati sang calon.

ah, saya tidak tahu apakah paparan diatas sudah bisa mewakili suara dari fraksi akhwat. yang jelas... kata yang mengeneralisir itu mirip dengan judgment. saya harap kita terus belajar untuk bersikap matang. belajar untuk rendah hati.

terkadang memang banyak hal yang tidak kita tahu dari sang maha Tahu. mungkin kita memang belum saatnya tahu, atau bahkan memang tak perlu tahu atas apa-apa yang tak kita tahu. yang jelas, tak perlu sok tahu atau malah pura-pura tak tahu?

cukuplah kelak, sang maha Tahu lah yang memberi tahu... atas hal-hal yang tak diketahui....

tapi, mencari tahu bukanlah larangan .. karena ia berkorelasi dengan kata ikhtiar.

selamat saling mencari dan memberi tahu... karena, orang yang tahu atas ketidaktahuannya lebih baik dari pada orang yang tidaktahu ke-tahu-annya.    

:)  

Offline fattahillahe

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.174
  • Lokasi: Gunung Lawu
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sepiro gedene sengsoro yen tinompo amung dadi cobo
    • Lihat Profil
    • Jasa Exspedisi
« Jawab #54 pada: 21 September 2006, 10:40:11 »
    
Re: Adakah diantara akhwat yang mau nikah dengan ikhwan yang belum mapan ?


ada !

karena tidak selamanya kok akhwat itu memandang akan kemapanan seorang ikhwan.

karen abisa jadi kemapanan bisa diraih bersama setelh menikah bukan ?

yach tergantung personnya sih kalo saya
Dahar Ketupat Kuahipun Santen - Menawi Lepat Nyuwun Pengapunten
http://hastransport.blogspot.com/

Offline Nuraisyah

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 5
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #55 pada: 21 September 2006, 11:48:44 »
mau aja koq tapi dengan syarat sang ikhwan hrs sdh punya planning yang baik dan matang tentang membangun rumah tangga yang samara gak cuma siap nikah aja, gitchu loh! :) :) :)

Offline fattahillahe

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.174
  • Lokasi: Gunung Lawu
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sepiro gedene sengsoro yen tinompo amung dadi cobo
    • Lihat Profil
    • Jasa Exspedisi
« Jawab #56 pada: 21 September 2006, 11:54:22 »
@ atasku

..... punya planning yang baik dan matang tentang membangun rumah tangga yang samara ....itu kongritnya seperti apa ya mbak ?
Dahar Ketupat Kuahipun Santen - Menawi Lepat Nyuwun Pengapunten
http://hastransport.blogspot.com/

Offline dian_syahril

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 8.171
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #57 pada: 21 September 2006, 12:34:12 »
..... punya planning yang baik dan matang tentang membangun rumah tangga yang samara ....itu kongritnya seperti apa ya mbak ?

pertanyaan yg beraaaattttt sekali utk dijawab  %peace% %peace%
mohon maaf lahir & batin jika ada tulisan, perkataan & perbuatan saya baik yg disengaja maupun yg tidak selama di myQ.org :)

Offline lily_eve

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 393
    • Lihat Profil
« Jawab #58 pada: 21 September 2006, 13:42:36 »
kayanya ribet amat mau nikah aja ya ;D