Penulis Topik: PACARAN HALAL, Sebagai Penjajakan  (Dibaca 5448 kali)


Offline irgunawan

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 24
  • Lokasi: Samarinda
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« pada: 30 Oktober 2006, 16:01:07 »
PACARAN HALAL
Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok
(tidak mengandung ayat dari kitab agama manapun)

Jangan salah persepsi. Tulisan ini sama sekali tidak membenarkan judul di atas. Hanya sebagai umpan untuk menarik perhatian pembaca.

Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah (red:cowok).

Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).

Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).

Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.

Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.

Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.

Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.

Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.

Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa!!!

Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.

Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.

Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”. Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.

Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.

Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”.
Luar biasa!!!
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.

Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.

Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di dalam kepala target.
Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.

“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.

“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.

Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…
Maka Anda target kami berikutnya!!!

Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.

Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan ...

Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!


Wallahua’lam bisshawab
Cyber City Net 30.10.2006 at 02.22 am

Jika ikhwan akhwat setuju dengan tulisan ane yang penuh kekurangan ini, ane izinkan kopy paste aja n kirim ke teman2 diluar myQ, bebas diedit.
Artikel ekstrem ini asli karangan Admin Cyber City Net,
Merupakan 99% pengakuan diri dari pengalaman hidup dan argumen murni yang keluar dari kepala botaknya,
tanpa saduran dari buku atau website manapun.
Penulis tidak mendapat kerugian atau keuntungan sepeser pun dari tersebarnya artikel ini
Kritik, saran, protes, hinaan dan cacian ditunggu di irgunawan_spk@yahoo.co.id atau irgunawan.spk@gmail.com

« Edit Terakhir: 31 Oktober 2006, 18:07:38 oleh irgunawan »

Offline Muslimovic

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.200
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Man of Power
    • Lihat Profil
    • My Reflection
« Jawab #1 pada: 30 Oktober 2006, 16:15:16 »
koq cuman argumen sendiri yah??

survey membuktikan bahwa Pacaran sangat besar potensinya membuat perceraian,
biasanya hanya karena alasan bosen atau gak sesuai seperti pas pacaran

bahkan, seorang penulis asal RRC (klo gak salah), mengupas masalah bahaya pacaran
padahal mereka itu kafir lho ...

Offline irgunawan

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 24
  • Lokasi: Samarinda
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 30 Oktober 2006, 16:36:35 »
koq cuman argumen sendiri yah??
Iyah, soalnya cuman pengen jagain akhwat dari pacaran sebelum nikah. Jazakillah bang Muslimovic udah ngasi komen, boleh minta judul tulisan asal RRC tersebut, buat bahan argumen lain kali.

Offline Muslimovic

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.200
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Man of Power
    • Lihat Profil
    • My Reflection
« Jawab #3 pada: 30 Oktober 2006, 16:44:08 »
nanti saya hubungi temen dulu,
yg jelas, alasan penjajakan sangat tidak logis
masa penjajakan koq pake testing segala, padahal blom bayar DP??
masa penjajakan koq intervalnya lama??
kontrak kerja awal aja cuman 3 bulang :hihi:

Offline tria_222

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 3.100
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 30 Oktober 2006, 16:48:35 »
coba deh...bilangin sama yang sedang dalam kondisi itu....pastiii...suseh...

Sabrina adlh kesabaran. Sabrina bagi kami adlh pelajaran ttg kesabaran & kesyukuran, krn semua ada saatnya & kan indah pada saatnya.
I Love You Sabrina, my beauty little chubby cutie bab

Offline miqu

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.512
  • Jenis kelamin: Pria
  • Adalet Ve Kalkinma
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 30 Oktober 2006, 17:21:27 »
bagus bagus O0

sebarin ah

Someday I'll fall and I'll die.
But any day that I don't fall I am alive and I am continuing the fight.

Offline irgunawan

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 24
  • Lokasi: Samarinda
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 30 Oktober 2006, 17:36:56 »
bagus bagus O0

sebarin ah
Wah, makasih aa miqu, klo mau file .doc nya ada sama saya.
Add id YM saya aja : irgunawan_spk

Offline auranissa

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 45
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 30 Oktober 2006, 18:18:13 »
bener banget bang irgunawan. kok tau yah?? Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target aku dah ngalamin sendiri. sekarang aku pacaran ma orang yg sama dah 3 tahun, dan semuanya dah kebablasan. mo pergi ga bisa, ga kebayang gimana nanti jelasin ma pendamping hidup lain. nolak juga ga bisa, takut dia marah trus kabur, bertahan juga tersiksa dikejar-kejar dosa. sekarang aku cuma bertahan dan pertahanin semuanya. dia yang mulai dia juga harus selesain. pokoknya semua yang ditulis bener banget deh, nyesel. coba waktu bisa diputar, aku pasti ga mau ketemu orang itu. sayang penyesalan datang terlambat. itu juga faktor cw baik2 jadi badung banget, mungkin klo cowo itu ninggalin aku, aku pasti jadi cewe yg dah ga peduliin harga diri lagi. sekarang sih berdoa aja, semoga bisa cepet merried biar ga nambah banyak dosa. :)

Offline abie

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 30 Oktober 2006, 18:49:49 »
 8-) Nie buat pertimbangan  8-)

Dikutip dari harian kompas.

Fakta :

".....Perilaku yang sangat umum dilakukan remaja (terutama remaja laki-laki) untuk menyalurkan dorongan seksnya adalah masturbasi atau onani (merangsang alat kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual). Hampir 90 persen laki-laki pernah melakukan onani. Ada yang hanya sekali kemudian tidak melakukannya lagi, tetapi ada yang terus melakukannya sampai dewasa dan ketagihan...."

 %peace% Admin Cyber Juga  %peace%

Offline brondong

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1
  • Lokasi: samarinda city
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 30 Oktober 2006, 19:20:14 »
dari pada lecet tuch barang mending kan bayar aja tuch psk di hotel atau dimana aja kan bisa ya dosa ditnaggung sendiri dech:))

Offline saifabdi

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 17
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 30 Oktober 2006, 22:03:19 »
 :o
Pacaran PENJAJAKAN..?
apa bukan PENJAJAHAN..???

Offline oryza

  • Vice President
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2006
  • Tulisan: 11.294
  • Lokasi: Only the wisest and the stupidest of men never change
  • Jenis kelamin: Wanita
  • One kind word can warm three winter months
    • Lihat Profil
    • http://oryza.or.id/
« Jawab #11 pada: 30 Oktober 2006, 22:23:38 »
Saya sih pengennya nikah aja :'> Ngga pakai pacaran :'>
If you aren't an idealist by the time you're twenty you have no heart, but if you're still an idealist by the time you're thirty, u don't have a head

Offline Ibnurund

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.253
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Si Maghrib... ;-)
    • Lihat Profil
    • hakimtea
« Jawab #12 pada: 30 Oktober 2006, 23:48:32 »
Artikel yang fantastik...  O0

Awal membaca judul sih emang agak kaget dikit gituh... tapi setelah dibaca dari awal ampe akhir... ::) jadi ngebayangin kalo ane akhwat dan baca artikel ini... Siap-siap pasang Sygate Personal Firewall deh... akan bener2 protektif ma model laki-laki seperti subjek pada artikel tersebut. Mode penilaian dari penulis cukup aktif...  O0

But, emang susah kalo untuk dijadikan nasihat bagi orang yg udah bener2 kena Virus MJ...  :toe:

Saya sih pengennya nikah aja :'> Ngga pakai pacaran :'>

Setujuh bu...  %peace%

*) Pernyataan setujuh inilah yang disebut "Memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target"  :hihi:

Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.

Yang pasti karena keteguhan mereka... Tapi kami (baca:cowok) tak kan pernah begitu saja menyerah... kami sudah disetting sebagai pejuang...  8-) So untuk para akhwat... beware... hati-hati terhadap kami yah... %peace%

Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.

Sudah termuat secara tersirat solusinya... "Awas... Hati-Hati"

So, untuk para akhwat... aplikasikan solusi yang telah diketahui...  O0

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.251
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 31 Oktober 2006, 00:04:41 »
Subhanallah....Alhamdulillah ;D keren neh artikel........pasang di FS aaah biar pada baca........soalnya judulnya sangat menarik untuk dibaca %peace%

Offline el_vierda

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 2.450
  • Lokasi: di bawah langit Allah di Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • i'm not agood person, but try to be good
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 31 Oktober 2006, 00:20:59 »
Pacaran tuh apaan sich ane ga tahu tuh ::)

hehehehehe  ;D

mending langsung nikah aja beres! %peace%

tapi cari maisyah dulu lah

yup indahnya hidup dengan kasih sayang istri :'>
the way you see me..

the way you talk to me...

the way you...

let it be.... like that...